STARS

STARS
4. AIR


__ADS_3

"Minta supaya kak jessica dapetin laki laki yang baik.." dengan menatap rayen dan senyum yang terpancar dari wajah aza. Kini keduanya saling menatap, tersenyum kecil di bawah sinar bintang.


Tersadar bahwa mereka saling menatap, membuat aza dan rayen sedikit canggung dengan suasana malam itu, "kenapa lo berdoa kayak gitu?" Rayen mencoba memulai obrolan pada aza.


"Gue bukannya prasangka buruk, tapi gue lihat kak nando ga baik buat kak jeje, kayak muka muka tukang selingkuh gitu, kelihatan juga dari tante meli sama om han kalo ga suka sama kak nando.." jawab aza menjelaskan, sejenak membuat rayen berpikir.


Rayen mencoba mencerna perkataan aza, memang ada benarnya, selama kak jessica pacaran dengan kak nando pun tak ada percakapan sedikitpun antara dirinya dan kak nando.


"Terus gue harus apa?" Tanya rayen.


"Paling ga lo obrolin sama kak jessica, dia pasti ngerti kok.." kata aza tersenyum pada rayen.


***


Melia melangkah ke kamar jessica yang kini sedang asyik dengan ponselnya, ia mendekati putrinya dengan menatap dan tersenyum. "Je.." kata melia.

__ADS_1


"Iya ma?" Jessica kini memposisikan diri untuk duduk dekat mamanya.


"Kamu tadi lihatkan sikap pacar kamu gimana? Kamu masih mau mempertahankan dia?" Tanya melia. "Sayang, kamu pantes untuk dapat laki laki yang jauh lebih baik dari nando, kalo gini papa sama mama ga akan ihklas melepas kamu sama laki laki yang modelannya kayak gitu.." kata melia mencoba menyakinkan putrinya.


Jessica hanya diam. Yang dikatakan oleh mamanya ada benarnya, tapi ia tak tahu harus bagaimana. Apakah ia harus putus atau harus mempertahankan pacarnya kini?


"Iya mah, nanti coba je pikir lagi.." jawaban jessica benar benar membuat melia tidak puas.


***


"Pa, ma rayen berangkatnya.." pamit rayen yang mulai menggedong tas sekolahnya.


"Kamu buru buru banget, mau ketemu aza kan.." kata papa han yang meledek anak putranya.


"Papa tuh sama aja ya kayak kak jeje, sukanya ngeledek.." rayen memasang wajah malas pada papanya begitu juga dengan jessica sedangkan melia hanya tersenyum melihat tingkah putranya. Rayen langsung bergegas pergi ke sekolah.

__ADS_1


***


Rayen yang sudah berada di sekolah, ia mencari teman dekatnya yaitu bryan. Tak sengaja ia melihat aza yang sedang membaca buku pelajaran, dengan tersenyum rayen mulai menghampiri aza.


Tak sengaja rayen melihat anak anak perempuan sedang membawa ember berisi air berjalan menuju aza yang sedang fokus membaca. Rayen yang melihat itu dengan segera ia langsung menghampiri aza.


BYURR!!!


Cipratan air membasahi baju rayen, ia berada di depan aza yang tengah duduk dan membaca buku. Aza terkejut dengan semburan air yang mengenai rayen.


"Astaga, ray.." kata aza, ia langsung berdiri menghadap rayen. "Lo gapapa?" Tanya aza.


Anak anak perempuan tadi langsung menghampiri rayen. "Sorry sorry ray.." kata salah satu anak perempuan.


"Kalian itu sengaja kan mau nyiram aza?" Tanya rayen yang menghadap ke arah anak anak perempuan. Tak ada satupun yang menjawab. "Hey, jawab!!"

__ADS_1


Semua anak perempuan itu diam, takut dengan kata kata rayen. rayen yang mulai naik pitam pun mencoba menahan amarahnya sebisa mungkin. rayen mencoba menunggu jawaban dari anak anak perempuan itu.


__ADS_2