Stealth King Sword (Pedang Raja Siluman)

Stealth King Sword (Pedang Raja Siluman)
Penawaran


__ADS_3

Aruni langsung beranjak menghampiri Nuril yang masih berdiri di depan pintu masuk kamarnya. lalu menuntun Nuril untuk melangkah ke tempat tidurnya.


Nuril pun mulai menyadari sesuatu 'Apa Aruni sebenarnya tidak ingin melihatku dengan yang lain?, tapi kenapa?. Apa dia menyukaiku?' Batin nuril menebak nebak


Aruni terus menarik tangan Nuril sampai dia terbaring dan Nuril mengungkug di atasnya. Arini lalu menyimpan tangannya di bahu Nuril dengan kaku.


Sontak jantung Nuril langsung berdetak kencang, karena baru kali ini dia berada di dalam posisi itu dengan seorang gadis.


"Jika kau ingin melakukan nya, lakukan saja denganku, jangan dengan yang lain" bisik Aruni


"Melakukan apa?" tanya Nuril bingung


"Melakukan apa yang sudah kau lakukan dengan saudari saudariku" ucap Aruni yang mengira kalau Nuril sudah mencoba hal itu saat dia mandi bersama dengan para saudari elf nya.


"Maksudmu soal pijatan?" tanya Nuril


"Ya mungkin" ucap Aruni


Mereka berdua memang tidak berpengalaman, jadi sangat nampak kekakuan di antara keduanya yang tidak tau caranya untuk memulai sesuatu yang terpikir di otak mereka.


"Oh, maksudmu kau ingin di pijat?" tanya Nuril


"Bukan itu, tapi yang lain" ucap Aruni


"Yang lain?, maksudmu berendam bersama?," ucap Nuril dengan sedikit gemetaran, Nuril bukan berpura pura bodoh, hanya saja saat memikirkannya membuat otaknya sedikit ngebug, dan hatinya merasa gugup,


"Kau tidak mungkin tidak mengerti kan?, jadi lakukanlah" ucap Aruni yang juga tidak tau bagaimana cara memulainya. Dia mengira kalau Nuril sudah lebih berpengalaman daripada dirinya.


Tapi saat Nuril sedang berpikir untuk memulainya, tiba tiba saja pintu ruangan kamar mereka di buka dari luar. dan itu membuat Nuril kaget dan langsung menarik dirinya dari Aruni, hingga dia berguling di tempat tidur dan akhirnya terperosok ke lantai.


'Guprak' "Ah" lirih pelan Nuril


Aruni juga langsung terperanjat kaget saat saudari saudarinya tiba tiba menyerbu masuk ke dalam kamarnya.


"Kakak?, ada apa kalian rame rame datang ke kamarku?" tanya Aruni


"Kami akan bermalam di sini malam ini, Lho, kemana Nuril?, dia bilang dia akan beristirahat di sini juga" tanya imelda yang tidak melihat Nuril di sana


Nuril langsung mengangkat tangannya dari bawah tempat tidur, "Aku di sini" ucap Nuril yang langsung beranjak bangkit


"Nuril?, sedang apa kau di sana?, apa kau di tendang jatuh lagi oleh Aruni karena payah??" tanya Rayuna


"I iya, di sangat payah, makanya aku tendang lagi" ucap Aruni membual lagi

__ADS_1


"Sayang sekali, padahal aku juga menginginkan nya" ucap Imelda


"Tidak masalah, besok kita carikan dia ramuan khusus supaya di kuat" ucap Rayuna


Nuril akhirnya paham apa yang maksud dari gosip yang di bicarakan oleh para gadis elf dan Aruni tentang dirinya itu, 'Aku hanya tidak tau caranya untuk mulai, Apa itu sesuatu yang sangat payah??.' pikir nuril dengan ekspresi kecut.


"Jangan, jangan, itu tidak perlu kak, aku rasa Nuril hanya perlu beristirahat yang cukup saja, iya kan Nuril?" ucap Aruni


"Ya, aku memang sedikit lelah" ucap Nuril segera naik ke tempat tidur Aruni lagi dengan malas


"Baiklah, kami bisa memberimu pijatan refleksi lagi, supaya kau tidak merasa lelah" ucap Imelda, yang langsung beranjak ke sisi lain Nuril,


Rayuna dan yang lainya juga segera ikut naik ke tempat tidur Aruni untuk memijat Nuril lagi.


"Eh eh, kenapa semuanya naik ke tempat tidurku, nanti rubuh" ucap Aruni


"Tidak akan, kami membuatnya dari material kayu yang kuat, kau tidak perlu khawatir tempat tidurmu akan rubuh" ucap Rayuna


Mereka semua akhirnya mendampingi Nuril tidur di tempat Aruni, dan Aruni juga tidak bisa berbuat banyak, dan terpaksa berdesak desakan di sana dengan saudari saudarinya untuk memastikan kalau Nuril tidak di manfaatkan mereka.



Keesokan harinya, mereka terbangun dengan posisi yang berantakan dengan kaki yang bertumpang tindih tidak karuan, bahkan imelda Dan Aruni sampai harus tidur di lantai karena tergeser jatuh dari tempat tidur.


Di susul Nuril yang juga terbangun dengan perasaan tersiksa, karena badannya terasa ringsek akibat himpitan dari beberapa gadis elf yang tidur tidak karuan di sampingnya.


Nuril langsung bangun dan mendudukkan dirinya di tempat tidur, itu membuat Rayuna juga tergeser lalu tergelincir ke lantai menimpa Aruni. 'Guorak'


Itupun membuat Aruni langsung terbangun di lantai "Awhhh" lirih Aruni


"Mmmhh, ini sudah pagi kah?" gumam Rayuna dengan mengucek matanya.


Tiba tiba Rayuna merasa kalau ada seseorang dari luar kediaman mereka yang menggedor pintu batu penghalang kediaman mereka. dan itu bisa di rasakan oleh Rayuna meski tidak terdengar suaranya.


"Sepertinya ada tamu di luar sana, aku akan melihatnya" ucap Rayuna langsung beranjak bangun dan pergi dari ruangan itu.


Sementara Nuril masih mencoba menyingkirkan kaki Narima dan Hasyira yang masih menyilang tidak karuan di kakinya, dan mereka belum terbangun dari tidurnya.


"Seperti ini kah rasanya punya banyak wanita sekaligus?, kenapa rasanya menyiksa sekali?" gumam Nuril asal


Tidak lama Rayuna kembali ke ruangan itu lagi dengan wajah yang panik "Gawat Nuril!, putri Jeliska datang kemari dengan membawa panglima perangnya!, bagaimana ini?" tanya Rayuna dengan raut wajah kebingungan.


"Begitukah?, Apa panglima perang yang di milikinya nya itu cukup kuat?" tanya Nuril

__ADS_1


"Aku tidak bisa menjelaskan seperti apa kekuatannya, tapi pastinya dia sangat hebat, aku sarankan kau menyerahkan burung phoenix itu dengan damai, kekuatan mu masih belum sepenuhnya keluar kan?" tanya Rayuna


"Seserius itu kah?, kalau begitu lebih baik kita menyerah saja Nuril, kurasa ini tidak akan menguntungkan jika kau melawannya hari ini" ucap Aruni yang juga memasang wajah khawatir.


"Baiklah, aku akan coba berdamai denganya" ucap Nuril


Nuril pun segera beranjak keluar untuk menemui Putri Jeliska dan bala tentaranya.


Nuril keluar di dampingi oleh Rayuna dan Aruni yang hanya bisa. menundukkan pandangan mereka


Nuril langsung berhadapan dengan Jeliska, dan dia cukup mengagumi sosok Jeliska yang sangat cantik dan berwibawa itu.


"Anda terlalu berlebihan membawa pasukan sebanyak ini hanya untuk menyelesaikan masalah burung saja kan?" ucap Nuril sebisa mungkin dia menjaga bicaranya, tapi juga tidak ingin menunjukan kalau dia itu lemah di depan Jeliska.


"Kau jangan salah paham, aku kemari bukan untuk mempermasalahkan soal burungmu itu" ucap Jeliska


"Lalu?, angin apa yang membuatmu sampai datang kemari dengan pasukanmu?" tanya Nuril


"Aku hanya ingin menunjukan keseriusanku, untuk memboyong mu ke istana Elf, kami membutuhkan orang seperti mu untuk menuntaskan permasalahan siluman di kerajaan elf" ucap Jeliska langsung mengatakan maksud dan tujuannya.


Nuril sedikit tidak menyangka kalau itu yang Jeliska inginkan darinya, jujur dia sangat tertarik dengan tawaran dari Jeliska itu, terlebih melihat kecantikan Jeliska yang berdandan layaknya putri kerajaan yang anggun, dan sedikit berbeda daripada saat pertama mereka bertemu.


Tapi Nuril memang belum menguasai kekutan yang dia punya sekarang, jadi itu sedikit membuatnya Ragu.


"Aku sangat menghargai niatmu untuk merekrut ku jadi tentaramu, tapi maaf, untuk saat ini aku masih belum bisa memenuhi keinginan mu putri" ucap Nuril


"Lancang!, berani kau menolak pemintaan putri Jeliska yang sudah sudi datang kemari secara pribadi, hanya untuk menjemputmu,, kemarilah, akan ku menebas lehermu jika kau tidak ikut bersama kami sekarang" ucap Panglima perang Jeliska yang nampak gagah perkasa dengan pedang nya, dia langsung maju dan meraih bahu Nuril.


Nuril tidak berniat untuk menghindar, dan akan melawan kecuali memang itu perlu.


Namun Jeliska langsung menahan tangan dari panglima perangnya itu, "Apa kau tidak bisa lebih sopan sedikit pada temanku, dia bukan orang sembarangan" ucap Jeliska


"Maaf, maafkan hamba tuan putri, hamba tidak tau kalau beliau ini teman anda, hamba mohon maaf" ucap sang panglima yang memang tidak tau apa apa soal Nuril.


"Tidak apa, kau boleh kembali ke posisimu" ucap Jeliska yang nampak lebih bijaksana daripada sebelumnya. itu karena sekarang dia sudah tau Nuril itu siapa.


Panglima itu pun segera mundur beberapa langkah ke belakang lagi.


"Aku sangat berharap kau bisa bergabung di istanaku, jadi, kapan pun kau berubah pikiran, kau tinggal kabari aku" ucap Jeliska


"Tentu saja" ucap Nuril dengan tersenyum ke arahnya.


"Baiklah, sampai jumpa lain waktu" ucap Jeliska yang segera beranjak dan naik kembali ke kereta kencananya.

__ADS_1


Nuril terus memperhatikan nya, dan mulai memberi kesan baik pada Jeliska yang sikapnya tidak terlalu angkuh seperti sebelumnya itu.


__ADS_2