
Setelah Nuril kembali pulang, para saudarinya segera memabawa Nuril masuk ke kediaman mereka dengan wajah sumringah.
"Duduklah di sini, Aku akan menyiapkan makan malam untukmu" ucap Aruni
"Baik, aku akan membantumu Aruni" ucap Rayuna
"Kau pasti haus kan?, aku akan ambil dulu minum, tunggu sebentar" ucap Narima segera beranjak pergi.
"Iya, kami juga akan segera menyiapkannya" ucap Rayuna, yang langsung pergi dengan Aruni ke area belakang.
"Baiklah kalau begitu aku dan Hasyira akan memijat mu di sini, supaya kau tidak jenuh saat menunggu makananmu datang" ucap imelda langsung beranjak ke belakang kursi Nuril.
Sementara Hasyira merendahkan badanya untukuk memijat lengan Nuril , "Pelarianmu pasti melelahkan bukan?" tanya Hasyira
"Ya, lumayan" ucap Nuril sedikit kaku, meski bukan pertama kali Nuril di perlakukan seperti itu oleh saudari nya, tapi masih saja ada rasa gemetar.
Nuril merasa kalau dirinya hanyalah orang biasa saja, yang tidak layak menerima pelayanan seperti itu dari siapapun.
"Kalian ini benar benar sangat baik padaku, meskipun aku hanya orang asing yang numpang di rumah kalian, entah bagaimana aku bisa membalasnya " ucap Nuril
"Kau tidak perlu berkata seperti itu, kami senang bisa mendapatkan Saudara pria sepertimu, satu hal yang ku senangi darimu, yaitu kau selalu kembali kemari, meskipun kau tersesat" ucap Hasyira
"Ya aku tidak mungkin tidak kembali, aku tidak tau lagi harus kemana kalau tidak ke tempat kalian ini" ucap Nuril.
"Itulah yang membedakan mu dengan pria dari bangsa elf" ucap Hasyira
"Maksudnya ?" taN Nuril tidak mengerti
"Maksudnya, kau tidak sama dengan pria bangsa elf yang tidak pernah kembali, mereka memang di wajibkan untuk mengabdikan diri sepenuhnya pada kerajaan elf, bahkan dari saat usia mereka masih kecil, mereka sudah harus berlatih menjadi perajurit" ucap Imelda
"Begitu kah?" tanya Nuril
"Ya, memamg begitu, dan kami para wanita hanya bisa bertemu para elf pria hanya di saat tiba musim perkawinan saja, itupun hanya sebentar, lalu mereka akan pergi dan kembali lagi ke kerajaan elf" ucap Imelda
"Maksudnya, di sini tidak pernah ada ikatan pernikahan?" tanya Nuril
"Bisa di bilang begitu, aku tau kalau manusia bisa memiliki ikatan seperti yang kau sebutkan, tapi Kami bangsa elf hanya menjalani ritual bersama pria hanya satu malam saja, sesudah itu tidak ada keterkaitan lagi di antara kami, kecuali kalau wanita yang di jadikan selir oleh para petinggi kerajaan, mereka akan ikut ke kerajaan elf, itu juga harus memenuhi kriteria khusus" ucap Hasyira
"Aku tidak habis pikir, apa kalian pernah menjalani perkawinan itu?" tanya Nuril
"Kami berdua belum masuk ke siklus itu, karena usia kami masih belum genap 300 tahun, hanya kak Rayuna di sini yang pernah melakulan perkawinan, itu juga hanya satu malam saja, sangat singkat" ucap Hasyira
"Tapi kenapa aku tidak melihat ada anak kecil di sini, apa Rayuna belum punya anak?" tanya Nuril
__ADS_1
"Aku anak kak Rayuna" ucap Imelda
"Jangan bercanda, kalau kau anaknya, kenapa tidak memamggilnya dengan sebutan ibu, mom, atau momy?" tanya Nuril
"Itu karena di kehidupan sebelum nya kami memang saudara, dan aku satu satu nya elf di sini yang pernah mengalami reinkarnasi, karena aku pernah mati" ucap Imelda
"Apa bisa begitu?, otaku rasanya tidak bisa memperoses pernyatan mu mel" ucap Nuril langsung memijit pelipisnya.
"Namaku Imelda, bukan mel!!, apa itu mel" ucap Imelda yqng tidqk terbiasa dengan nama panggilan.
"Sama saja kan, apa tidak ada penjelasan yang lebih masuk akal untuku?" tanya Nuril
"Kehidupan bangsa Elf itu memang berbeda dari kehidupan manusia seperti mu, usia kami memang relatif panjang dari pada manusia , tapi siklus kehidupan kami hanya berputar putar di situ saja, artinya sangat sulit untuk berkembang, tapi juga tidak berkurang, elf yang sudah mati, akan bereinkarnasi kepada elf yang baru lahir, dan mereka akan mewarisi ingatan sebelumnya saat mereka sudah dewasa, dan begitu seterusnya, kecuali kalau elf itu melakukan perkawinan dengan manusia, itu artinya tidak perlu menunggu ada yang bereinkarnasi kedalamnya, hanya saja usia dari hasil persilangan seperti itu tidak bisa berumur panjang seperti keturunan bngsa elf murni" ucap Hasyira menjelaskan panjang lebar.
"Entahlah, itu cukup sulit untuk di pikirkan oleh otaku ini" ucap Nuril yqng tidak bisa mengerti.
"Kalau begitu ya tidak perlu di pikirkan, Yang mana lagi yang pegal, aku akan memijatmu sampai kau puas" ucap Imelda yang tengah memijat bahu Nuril
"Itu saja" ucap Nuril tidak ingin terlalu merepotkan Imelda , juga menurutnya imelda Tidak begitu pandai dalam urusan pijat memijat, tidak seperti saudari saudarinya yang lain.
Sementara Hasyira memang tipe yang jarang bicara kalau tidak terlalu penting, tapi antusiasme nya juga tidak kalah dari Imelda.
"Ini minumlah, kau haus kan?" ucap Narima yang baru datang membawakan Air untuk nuril di cawan emas, beserat anggur anggur segar yang baru dia petik di belakang, di wadah yang juga berlapis emas murni.
Seklaigus di suapi buah anggurnya juga oleh Imelda
.
Setelah beberapa saat, Rayuna dan Aruni juga segera membawa ayam hutan bakar madu yang sudah mereka masak, langsung ke meja makan dari batu mineral transparan yang berkilau seperti kristal es yang tebal.
"Nuril makanan mu sudah siap, ayo makan" ucap Rayuna menghampiri Nuril untuk menjemput nya.
"Oh, baiklah, " ucap Nuril, dia pun langsung beranjak dari duduknya, dan di iringi para saudarinya menuju ke ruangan makan.
Aruni juga sudah menunggu, dan mereka pun segera menyantap hidangan makan malam mereka yang berupa ayam hutan bakar gemuk, yang sebelumnya mereka tqngkap dari hutan yang di jaga pak tua Rustaz sebagai persediaan.
Nuril memakan dagingbayamm hutam itu dengan sangat lahap, karena dia memang sudah sangat lapar.
Hingga sampai ketika dia hampir menghabiskan ayam bakrnya,
'Duarrrr, duaarrrr, duar' terdengar ledakan dari sesosok makhluk besar yang menanduk batu penghalang gua kediaman mereka sampai hancur,
"Asataga, apa itu?", tanya serempak para gadis elfbyqng kaget, karena suaranya memang sangat keras.
__ADS_1
Nuril juga sampai menjatuhkan ayam terakhir yang ingin dia makan.
"Benar benar menganggu, siapa yang sudah bearni gaduh di tempat ku?" ucap Nuril yang kesal makanan terkhirnya malah kotor.
"Aku merasa ada yang tidak beres, beberapa aura kuat ada dari luar sana," ucap Aruni
"Mungkin mereka mencariku, biar aku sendiri yang menghadapinya, kalian sembunyi saja" ucap Nuril segera bergerak lincah untuk menghadang tamu yang tidak di undang itu.
Nuril langsung melesat keluar melewati gerbang batu yang sudah di hancurkan oleh sekawanan banteng besar yang berdiri dengan kedua kaki mereka seperti manusia, Mereka terlihat membawa sebuah kampak besar yang di pegang oleh masing masing mereka .
"Apa kalian tau, kalian sudah mengganggu acara makan malam ku," ucap Nuril
"Rrrrrgggggg" ketiga makhluk hitam bertanduk itu segera berbalik pada Nuril yang sudah ada di belakang mereka.
"Kalian akan terima akibatnya karena sudah mengganggu ketertiban umum" ucap Nuril langsung melesat ke arah ketiganya tanpa ragu.
Meski sosok mereka sangat besar dqn menyeramkan, Tapi Nuril sekarang sudah sedikit terbiasa dengan makhluk makhluk seperti itu.
Kampak besar yang di bawa oleh ketiga makhluk itu langsung mereka ayunkan ke arah Nuril yang bergerak ke arah mereka
'Wushhh, wushh jedak,'
Tapi Nuril bisa menghindari serangan ketiganya lalu meloncat dan menendang salah satu wajah banteng besar yang tingginya hampir mencapau sepuluh kaki itu,
'Dassshhhh'
"Oarrrrgggh" mahkuk bertanduk itu langsung terjungkal ke belakang karena tendangan kaki Nuril
Setelahnya Nuril langsung meloncat lagi ke salah satu mahluk bertanduk Lainya,
Namun ayunan kampak dari rekan mhluk bertanduk lainya langsung menghambat pergerakan Nuril. dan
'Siet' Nuril menghindarinya dan meloncat lagi kke arah pemegang kampak yang menyerangnya.
Tapi kampak lain kembali terhunus ke arahnya, dan pergerakan Nuril kembali terganggu dan tidak meneruskan seranganya. karena dia memeilih menghindarinya, Nuril langsung meloncat loncat ke arah tempat yang lapang, supaya dia bisa lebih luasa menghadapi mereka.
Namun banteng benteng berdiri itu tidak membiarkan Nuril rehat, dan langsung mengejar bersamaan dengan serangan yang membabi buta,
Hingga pohon pohon kecil, dan batu batu di area itu sampai hancur akibat serangan ketiga banteng itu,
Tapi tidak ada satupun yang bisa berhasil mengenai Nuril.
"Sial, mereka tim yang cukup kompak juga ternyata, tidak masalah" ucap Nuril yang merasa sedikit terpojok karena serangan cepat dari ketiga kampak makhluk hitam itu.
__ADS_1