Stealth King Sword (Pedang Raja Siluman)

Stealth King Sword (Pedang Raja Siluman)
Kawasan Terlindungi


__ADS_3

Setelah percobaan Pemanggilan senjata Nuril gagal, Rayuna dan Nuril kembali bergabung dengan yang lainnya.


"Apa sudah berhasil?" Tanya imelda yang melihat mereka datang dengan wajah biasa saja.


"Sama sekali tidak ada senjata yang bisa ku panggil" ucap Nuril,


"Itu sangat aneh, rasanya tidak mungkin Aruni salah menebak, biasanya perkiraannya selalu tepat selama dia bersama kami" ucap Hasyira.


"Aku juga bingung kenapa, aku tidak pernah menemukan kasus yang seperti ini" ucap Rayuna


"Sudahlah, tidak perlu di pikirkan, aku masih bisa membantu kalian walaupun tanpa senjata kan, o ya, Aruni kemana?" tanya Nuril yang tidak melihat dia di antara mereka yang berteduh di bawah pohon.


"Tuh, dia masih di atas sana" ucap Imelda menunjuk Aruni yang terbang bersama burung phoenix nya di angkasa.


Nuril mendongak untuk melihatnya, dan terlihat Aruni yang nampak sangat menikmati di atas sana.


Meskipun Aruni lumayan jauh dari pandangannya, tapi memang mata Nuril sudah bertambah tajam semenjak dia di beri separuh kekuatan oleh raja siluman. jadi dia masih bisa melihat senyum di wajah Aruni


'Sepertinya Dia lebih membutuhkan Phoenix itu daripada aku' batin Nuril, mengingat kalau Aruni tidak bisa terbang seperti saudari Elf nya yang lain.


Setelah beberapa saat, Aruni turun bersama Phoenix nya untuk beristirahat, dia langsung menghampiri Nuril dan yang lainya yang menunggunya.


"Huuhh, seru sekali, tapi lumayan panas juga di atas sana" ucap Aruni, karena cuaca sedang terik teriknya.


"Sepertinya kau menyukai burung itu" ucap Nuril


"Tentu saja, Phoenix itu burung cantik yang sangat jarang di temui, ini benar benar hari keberuntungan kita, karena sudah bisa menjinakkan nya" ucap Aruni


"Ya, sepertinya ini memang hari yang baik" ucap Nuril


"Bisa menungganginya sekali saja itu rasanya sudah menghabiskan keberuntungan seumur hidupku,, o yah, ini mahkotamu, ku kembalikan" ucap Aruni menyerahkan jambul Phoenix yang sudah berubah menjadi belati berbentuk bulu bertahtakan zamrud merah, yang di jadikan simbol untuk pengendali burung Phoenix itu.


"Sepertinya kau lebih membutuhkan Phoenix itu daripada aku, jadi rawatlah dia untuku" ucap Nuril


"Apa kau serius?, kau ingin aku yang merawatnya?" tanya Aruni dengan mata berbinar.


"Ya, tentu, aku percayakan dia padamu" ucap Nuril

__ADS_1


"Aaaaaa terima kasih, aku pasti akan merawatnya dengan sangat baik" ucap Aruni merasa sangat senang, dia langsung berbalik dan memeluk burung Phoenix yang di belakang nya.


"Tuan mu sudah menyerahkan tanggung jawabnya padaku, jadi kau harus menurut padaku, ya!" ucap Aruni


"Itu tidak adil, kenapa harus ke Aruni?, aku juga ingin merawat burung itu" rengek Imelda dengan menggoyang goyangkan tangan Nuril .


"Mengurus dirimu saja kau tidak bisa, apalagi mengurus mahluk lain?" ucap Hasyira sinis


"Kakak, kenapa kau berkata begitu padaku?, harusnya kau mendukungku" ucap imelda


"Sudahlah, kita rawat sama sama saja burung ini, tapi ngomong ngomong, burung ini di inginkan oleh putri Jeliska, apa tidak terlalu beresiko?" tanya Rayuna


"Tenang saja, biar aku yang akan menghadapinya kalau dia datang lagi untuk meminta burung ini, sekarang, apa kita akan lanjut berburu lagi?" tanya Nuril


"Apa kau tidak lelah?" tanya Aruni


"Tidak, aku masih cukup bersemangat" ucap Nuril


"Baiklah, kalau begitu, ayo cari siluman yang banyak hari ini" ucap Narima juga terlihat bersemangat


*


Mereka pun berembung mengumpulkan hasilnya.


"Beruntung sekali kita bisa dapat dua rune sekaligus, Nuril, ini untukku ya!, belati ku masih sangat lemah" ucap Imelda


"Terserah lah, aku juga tidak membutuhkannya" ucap Nuril yang mendapatkannya.


"Sisa satu, buatku saja, busurku juga masih sangat lemah" ucap Aruni


"iya, terus sisanya buat apa?" tanya Nuril


"Kita tukar dengan keping darah saja jika tidak ada yang ingin menyimpannya, mungkin bisa dapat 7 atau 8 kristal darah, lumayan lah" ucap Rayuna


'Krruuuuk' tiba tiba perut Nuril berbunyi,


"Sepertinya aku sangat lapar sekarang, apa kristal darah bisa untuk membeli banyak makanan?" tanya Nuril.

__ADS_1


"Memangnya kau ingin makan apa?, bukan kah manusia itu pemakan daging dan buah?, kalau itu tidak perlu kita tukar , di hutan sebelah sana ada banyak hewan yang bisa di makan, dan juga buah buahan, kita kesana saja untuk mengambilnya secara cuma cuma" ucap Narima


"Itu terdengar boleh juga, ngomong ngomong, apa kalian tidak makan yang seperti itu juga?" tanya Nuril penasaran.


"Mereka tidak makan makanan seperti kita, elf hanya menyerap sari makanan saja, dan sari bunga sebagai asupan nya" ucap Aruni


"Ya, dan aku sangat suka sari tulang belakang landak" ucap Imelda


"Benarkah?, kedengarannya itu sangat aneh, tapi di sini semuanya memang serba tidak masuk akal Sih, baiklah, mari kita cari makan" ucap Nuril


Mereka pun segera melakukan perjalanan kembali menuju ke hutan yang sudah mereka bahas sebelumnya, untuk mencari makanan untuk nuril yang kelaparan.


Seperti sebelumnya, Nuril mengandalkan ketangkasan nya untuk berlarian di pepohonan besar dan melompat lompat dari pohon ke pohon seperti tupai.


Sementara para gadis elf melayang di udara seperti biasanya. Yang sedikit berbeda hanya Aruni yang sekarang mengandalkan burung Phoenix nya untuk perjalanan nya. dia sudah tidak merepotkan kedua saudarinya lagi,



Mereka pun akhirnya sampai di batas hutan yang terdapat kehidupan hewan hewan liar seperti di hutan normal di dunia manusia, yang juga di tumbuhi pepohonan berbuah yang dapat di makan buahnya.


Pemandangan alamnya sangat estetik, dan cukup membuat mata nuril tak berkedip ketika menatapnya, kawasan yang masih terlihat asri dan terjaga kelestarian nya itu cukup menyejukkan mata Nuril yang melihatnya.


Terdengar juga kicauan dari berbagai jenis burung yang beraneka ragam, saling bersahutan merdu di pepohonan rindang di belantara hutannya, sesekali juga terdengar suara simpanse yang bersuara keras memanggil kawanan nya.


Nuril tiba tiba melompat ke atas burung Phoenix yang di tunggangi Aruni , supaya dia bisa lebih jelas melihat pemandangannya.


Aruni tidak kaget saat mendapati Nuril yang tiba tiba sudah berdiri di punggung Phoenix tepat di belakangnya itu, dia hanya tersenyum pada Nuril yang nampak terpesona oleh alam sekitarnya.


"Waaw, dari atas sini lebih indah dari pada yang ku kira,, ini sudah seperti hutan surgawi saja" ucap Nuril


"Tidak berlebihan jika kau beranggapan seperti itu, karena menurutku tempat ini memang tempat terindah, Karena di sini memang masih terlindungi, Sebab siluman perusak tidak ada yang bisa masuk ke kawasan ini" ucap Aruni


"Begitukah?, kenapa mereka tidak bisa masuk?" ucap Nuril


"Itu karena disini hidup seorang elf tua penjaga, dan dengan kemampuan nya dia bisa mendirikan benteng yang tidak terlihat di kawasan nya, untuk menghalau setiap mahluk yang memiliki niat jahat, sehingga mereka tidak bisa masuk ke area yang di lindungi nya." ucap Aruni


"Sangat menarik, kita lihat, apakah Phoenix ini bisa membawa kita masuk, atau tidak" ucap nuril

__ADS_1


Tunggangan mereka pun perlahan merendah, lalu berputar putar untuk mencari tempat pendaratan yang sempurna untuk mereka turun.


Dan mereka memang tidak menemukan kendala apapun saat memasuki kawasan itu, karena burung Phoenix memang bukanlah dari bangsa siluman yang selalu menimbulkan kerusakan di alam, Phoenix adalah perwujudan roh dari alam itu sendiri, untuk menjaganya agar tetap seimbang.


__ADS_2