
Dewi Perang yang sudah berhasil mendarat di kawasan yang di lindungi oleh pak tua Rustaz segera berubah kembali ke wujud Aruni.
Sementara Nuril hanya memperhatikan prosesnya yang berlangsung singkat itu.
"Kau harus menceritakan semua hal tentang Dewi Perang itu padaku, aku akan sangat senang mendengarkan nya" ucap Nuril yang penasaran dan mulai melangkah bersamaan dengan langkah Aruni
"Boleh saja" ucap Aruni datar.
Mereka berdua pun segera beranjak ke gubuk pak tua Rustaz.
"Kalian di sini juga ternyata, syukurlah" ucap Aruni yang melihat saudari saudarinya juga ada di sana, jadi dia dan Nuril pun langsung begabung ke tengah tengah mereka.
"Ya, kami pikir Kalian juga pasti akan berlindung kemari, jadi kami juga memutuskan untuk kemari dan menunggu kalian di sini, kalian tidak papa kan?" tanya Rayuna.
"Seperti yang kalian lihat, kami baik baik saja, untung Aruni datang di waktu ya g sangat tepat, kalau tidak, aku mungkin sudah di panggang habis oleh wanita gila itu" ucap Nuril
"Ya, sejujurnya aku sempat kesulitan untuk membawa Nuril pergi dari Yodara, itu karena pergerakan mereka sangat cepat, tapi untung nya dia belari ke arah yang sudah kuperhitungkan" ucap Aruni
"Kau memperhitungkan semuanya?, itu cukup bagus, jadi selain cantik, kau ternyata cukup jenius juga" ucap Nuril memuji.
"Tidak juga, biasa saja" ucap Aruni datar.
"Anak muda, bukan kah kau sudah bisa memanggil pedang itu?, kenapa kau harus takut pada Yodara" tanya pak Tua Rustaz yang berambut putih lebat dan berjambang putih yang khas darinya,
"Ya, aku memang sudah bisa memamggil pedang itu, tapi kurasa aku bukanlah tandingan dari Naga milik perempuan gila itu" ucap Nuril
"Ya, aku bisa memakluminya kalau kau belum bisa memaksimalkan kekutan dari pedangmu itu, terlebih, Yodara memang bukan makhluk sembarangan, dia ratu penguasa kegelapan yang sebenarnya jarang sekali menunjukan keberadaannya," ucap pak tua Rustaz
"Lalu kenapa dia tiba tiba mengejarku?" tanya Nuril.
"Seperti yang sudah ku katakan sebelumnya, akan ada banyak makhluk yang mengejarmu dan menginginkan pedangmu, karena kemunculan pedang itu cukup di tunggu tunggu oleh beberapa makhluk setengah iblis seperti Yodara" ucap Pak tua Rustaz
"Setengah iblis, Berarti aku benar benar sial memiliki pedang ini" ucap Nuril.
__ADS_1
"Kau salah jika mengatakan begitu, kau belum tau saja kekuatan sebenarnya dari pedang mu itu, jika kau sudah mendapat kemistri yang cocok dengan pedangmu, dan memahami nya lebih dalam lagi, kau akan merasa jadi makhluk paling beruntung di alam semesta" ucap pak tua Rustaz
"Begitukah?, kalau begitu ajari aku caranya untuk mengeluarkan semua kekutan dari pedang raja siluman" ucap Nuril
"Sayang sekali, sejujurnya aku tidak banyak tau soal kekuatan dari pedangmu, tidak ada catatan yang rinci mengenai pedang raja siluman itu di buku buku yang pernah ku baca, pedang itu memang cukup misterius dan hanya muncul sekali dalam kurun waktu seribu tahun, jadi tidak banyak informasi yang bisa kuberitahukan kepadamu, keculi kalau kau bisa mengundang roh leluhur yang pernah menggunakan pedang itu, atau petunjuk dari roh raja siluman itu sendiri" ucap pak tua Rustaz.
"Roh leluhur??. Bukankah semua makhluk di dimensi ini akan breinkarnasi?, harusnya mereka juga terlahir kembali kan?" tanya Nuril.
"Kau seperti nya sudah banyak tau tentang kehidupan di sini, ucapan mu memamg tidak salah, tapi tidak semua makhluk di harapkan untuk terlahir kembali ke dunia ini, terlebih jika kekuatan dari mahluk itu sangat mengerikan dan di takuti oleh banyak kalangan" ucap Pak tua Rustaz
"Maksudmu?" tanya Nuril yang merasa penjelasan dari lak tua Rustaz belum tuntas.
"Maksudku, ada banyak kalangan yang takut akan kebangkitan raja siluman pertama setelah dia berhasil di bunuh oleh ratunya sendiri, kekuatannya yang hampir tak terbatas itu jadi momok menakutkan untuk yang tidak ingin bersekutu denganya" Pak tua Rustaz terdiam sejenak untuk mengambil nafas,
"Dan ada satu kalangan di masa lampau yang tidak segan untuk mengorbankan diri mereka demi menghalangi roh raja siluman itu untuk breinkanasi, yaitu dengan ritual penyegelan roh, dan itu juga yang terjadi kepada setiap pewaris pedangnya yang sebelumnya, semua rohnya tersegel dan tidak dapat bereinkarnasi lagi, dan mereka semua hanya bisa di bebaskan oleh garis keturunan asli sang penyegel. sampai sini hrusnya kau sudah paham?" ucap Pak tua Rustaz.
"Begitukah?, maksudmu rohku juga akan di segel jika aku mati nanti?" tanya Nuril.
"Kita ini manusia nuril, kalaupun kita mati, ya mati saja, tidak akan ada yang mengkhawatirkan kita terlahir kembali di sini kan?" ucap Aruni Asal
"Benarkah?, berarti aku juga bisa terlahir kembali setelah aku mati nanti?" tanya Aruni penasaran.
"Bisa saja, karena air dan udara di sini sudah berkontribusi memberi kehidupan padamu yang sekarang" ucap Pak tua Rustaz.
"Itu sepertinya kabar yang bagus" ucap Aruni
"Ya Itu pembahasan yang cukup menarik, tapi apakah tidak ada saran untuku, maksudku supaya aku bisa memperdalam keterkaitan ku dengan pedang raja siluman itu?" tanya Nuril menyelah.
Pak tua Rustaz termenung sejenak untuk memikirkan jawaban yang ingin di dengar Nuril .
"Ada seseorang yang ku kenal, dia bisa memanggil roh leluhur di negri elf ini, dia mungkin bisa membantumu, tapi dia tinggal di kerajaan elf, jadi aku tidak yakin kalau kau bisa bertemu denganya, atau bersedia membantumu" ucap pak tua Rustaz
"Kalau kau mengenal nya, dia tidak akan keberatan jika di mintai bantuan olehmu kan?" tanya Nuril
__ADS_1
"Mungkin tidak, tapi aku tidak mau pergi dari tempat ini" ucap pak tua Rustaz
"Kenapa?, aku bisa menggendongmu kalau kau malas berjalan, atau aku bisa membawamu terbang dengan phoenix ku" ucap Nuril
"Bukan itu masalahnya bocah, kalau aku meninggalkan hutan ini, semua yang sudahku jaga selama ratusan tahun di sini bisa di rusak oleh siluman siluman Liar, kecuali kalau kau memang memaksa, aku tidak akan perduli dengan tempat ini" ucap Pak tua Rustaz kesal
"Benar juga, aku tidak menginginkan itu terjadi sih, kalau tempat ini rusak , kemana lagi aku harus mencari buah buahan yang enak di negeri elf ini" ucap Nuril
"Itulah yang ku khawatirkan, aku tidak ingin kesepian karena tidak ada yang mengunjungiku lagi, terlebih dari manusia manusia seperti kalian" ucap Pak tua Rustaz menatap Aruni dan nuril bergantian.
"Baiklah kalau begitu, aku sudahemutuskan, kalau aku sendiri saja yang akan pergi ke kerajaan elf" ucap Nuril
"Apa kau serius?" tanya Aruni
"Tentu saja" ucap Nuril
"Kalau begitu kami juga akan ikut bersamamu" ucap Rayuna.
"Tidak, biar aku sendiri saja, ada baiknya kalau kalian tetap berada di sini agar kalian aman, banyak bahaya yang mengintai kalian jika kalian bersamaku, dan aku tidak yakin bisa menjaga kalian semua dari makhluk seperti Yodara" ucap Nuril yang merasa tidak ingin melibatkan saudarinya dalam bahaya.
"Tapi kau tidak harus pergi sendirian juga, aku akan ikut dengan mu" ucap Aruni
"Bukankah wanita juga tidak bisa sembarangan masuk ke kerajaan elf?" tanya Nuril.
"Ya, Itu memang benar" ucap Rayuna
Wajah Aruni pun langsung sedikit murung karena Nuril menolaknya, dan itu artinya dia akan di tinggalkan oleh Nuril.
"Ya sudah kalau tidak boleh,, kau pergi saja sana, aku tidak akan peduli lagi padamu" ucap Aruni sedikit ketus, dia berbalik dan langsung pergi dari hadapan Nuril.
Nuril hanya bisa menggaruk tengkuknya sendiri karena tidak mengerti dengan sikap Aruni yang merajuk.
"Kenapa dia marah, aku hanya mengkhawatirkan keselamatan nya saja kan, apa itu salah?" ucap Nuril
__ADS_1
"Tidak semua Niat baik manusia itu di artikan baik oleh manusia lain kan, itu yang ku pelajari dari manusia" ucap Pak tua Rustaz.
"Ya, sepertinya kau juga tau banyak soal Manusia" ucap Nuril tersenyum miris.