Stealth King Sword (Pedang Raja Siluman)

Stealth King Sword (Pedang Raja Siluman)
Kekutan Yang Lebih Besar


__ADS_3

Yodara memanggil pasukan banteng hitamnya lagi untuk melawan pedang raja Siluman milik Nuril.


Para banteng hitam yang besarnya sama seperti sebelumnya pun terus bermunculan satu persatu dan, dengan membawa senjata yang lebih bervariasi lagi, tidak hanya kampak yang mereka bawa, tapi juga gada berduri dan palu berukuran besar.


Banteng banteng itu berbaris hingga membentuk koloni pertahanan yang kuat di hadapan Yodara.


Tentunya itu cukup membuat Nuril terkesima melihat banyaknya musuh yang harus dia hadapi, karena untuk melawan Nuril yang seorang diri, Yodara sampai mengerahkan pasukan sebanyak itu.


Tapi pedang raja siluman yang di genggaman Nuril bisa sedikit memberinya kepercayaan diri lebih.


Kalau tidak, mungkin Nuril sudah lari tunggang langgang meliahat koloni banteng Yodara yang terlihat cukup kua itu.


Sementara para saudari Elf masih belum mengambil tindakan apapun sejauh ini.


"Apa Nuril bisa mengatasi pasukan Yodara itu sendirian?, apa perlu kita turun untuk mebantu Nuril menghadapi mereka sekarang ?" tanya Aruni


"Jika tidak genting lebih baik jangan dulu, kalau Yodara sampai tau kita membantu Nuril, dia pasti tidak akan melepaskan kita dengan mudah" ucap Rayuna.


"Benar Aruni, Yodara bukanlah makhluk yang bisa kita singgung, karena kita berlima bukanlah lawan yang sepadan untuk pasukan yodara yang tidak akan ada habisnya itu" ucap Narima


"Ya, kalian memang benar, kekutan Yodara memang cukup menakutkan" ucap Aruni


*


Sementara Yodara kini sudah sudah siap menyerang Nuril dengan pasukan benteng nya.


"Apa kau benar benar ingin meratakan aku yang sendirian dengan pasukan besarmu ini?, hhhhh, rasanya ini terlalu berlebihan" ucap Nuril masih nampak tenang di permukaan tapi di dalam hati dia gemetaran.


"Tidak perlu banyak basa basi, Seraaaaang!!" teriak Yodara memberi komando pada pasukan babtengnya itu,


Sontak pasukan banteng hitam pun langsung bergerak dan menyerbu ke arah Nuril, di selingi deru langkah yang bergemuruh dengan raungan raungan yang keras.


Nuril segera memasang kuda kudanya untuk bersiap menyambut serangan dari kawanan banteng itu,


"Baiklah tidak ada pilihan lain , akan ku hadapi kalian semua, ku harap pedang raja siluman ini bisa mengukir sejarahku" ucap Nuril yang langsung bergerak untuk menyambut serbuan dari ratusan siluman banteng itu.


Pasukan banteng yang rata rata tinginya mencapai 10 kaki itu pun langsung berjibaku dengan Nuril yang perawakannya setengah dari ukuran badan mereka.


Nuril langsung meloncat dan mengayunkan pedang siluman nya ke arah mereka.


"Hiyaaaaa" teriak Nuril yang belum sepenuhnya yakin dengan pedang itu tapi tetap mencoba.


'Sringggghh' Dan tebasan pertama dari pedangnya itu mampu membuat efek yang di luar dugaan Nuril, dimana tebasannya tidak hanya mengenai lawan di hadapannya, tapi juga bisa menegenai belasan siluman banteng yang ada di sekitar nya, hinggga terbelah menjadi dua.


Melihat itu Nuril sangat yakin kalau pedangnya memang memiliki kekuatan yang teramat dahsyat.

__ADS_1


Itu pun membuat Nuril semakin bersemangat untuk meladeni semua siluman banteng yang kini tengah mengerumuninya.


"Majulah kalian semua, aku akan menyelesaikan siluman siluman seperti kalian ini dengan mudah, yeaaahhha" ucap Nuril bergerak lincah kesana kemari, dan tak ayal, semua banteng yang di lewatinya langsung bergelimpangan ke tanah karena sabetan dari pedangnya itu.


Melihat pedang yang di kendalikan oleh Nuril itu mampu mebabat pasukanya dengan mudah, Yodara terus memanggil lagi dan lagi pasukanya,


"Benar benar pedang yang merepotkan, aku tidak menyangka kalau kekutanya akan sebesar itu" ucap Yodara.


"Tidak salah kalau di ramalan mu pedang itulah yang akan menghalangi Azazil untuk menakhlukan negri ini lagi " ucap Kai


"Ya itu memang benar, tapi jika aku bisa menguasai pedang itu, aku mungkin bisa memaksa Azazil untuk tunduk padaku, dan aku akan memiliki pasukaan yang lebih kuat lagi untuk membuat seluruh makhluk di muka bumi ini tunduk padaku, ahahaha" ucap Yodara dengan tertawa nyaring.


"Apa pedang itu bisa berpindah tangan seperti yang kau katakan?" tanya Kai.


"Aku sedang mencobanya kan, jadi kau jangan diam saja , cepatlah maju dan bantu semua pasukan ku" ucap Yodara juga langsung melakukan pergerakan.


Anjing berkepala tiga yang di tunggangi oleh Yodara itu segera meloncat ke arena pertempuran yang di kuasai Nuril, dan Yodara hanya mencoba mengganggu pergerakan dari Nuril saja dengan cambuk kegelapan.


Tapi dia melakukan nya dari jarak yang menurutnya aman, dia tidak berani untuk terlalu dekat dengan pedang yang di bawa oleh Nuril.


Begitu juga dengan Kai, yang hanya bisa mengekor di belakng Yodara. karena dia sudah merasakan bqgaimana rasanya beradu pedang dengan Nuril, yang membuatnya sedikit trauma,


.


Beberapa saat berlalu keadaan masih tetap di kuasai Nuril meski Yodara ikut terjun langsung ke arena pertempuran, dan sudah terlihat banyak tumpukan banteng yang tumbang di tangan Nuril, berserakan di sekitar arena pertempuran,


"Jika terus seperti ini, kurasa ini tidak akan pernah selesai" ucap Yodara, dia langsung melukai jarinya sendiri dan menglirkan darahnya itu ke ujung tongkat cambuk nya.


"Aku ingin lihat, apa kau sanggup untuk menghadapi peliharaan ku yang satu ini" ucap Yodara


Tongkat cambuk yang di pegang Yodara itu tiba tiba di selimuti bayangan gelap yang pekat, dengan di selingi kilatan kilatan cahaya samar, dia lalu mengangkat cambukanya kelangit dan medan energi kegelapan langsung terpancar kelangit


"Naga kegelapan, bangkit lah, datanglah" teriak yodara ke arah langit


Seketika pusaran gelap yang mirip black holle yang ukurannya sangat besar muncul di langit dengan di iringi kilatan petir yang menyambar nyambar di tengahnya.


Di tengah tengah pergumulannya, Nuril juga sedikit mendongak kelangit karena penasaran apa yang sedang terjadi, dan dia merasa kalau itu bukanlah pertanda yang baik.


"Apa lagi ini?" tanya Nuril dengan tatapan Ngeri


"Grrrrrrrrrrrrrrr" tiba tiba terdengar raungan keras yang datang dari langit hingga menggetarkan bumi yang Nuril pijak


"Ini terdengar sangat buruk," ucap Nuril yang sudah merasakan aura negatif dari atas sana.


Tiba tiba satu persatu kepala Naga raksasa muncul dari pusaran hitam itu.

__ADS_1


Aruni yang melihat itu juga langsung breaksi kaget.


"Astaga, mkhluk apa itu,?, Kurasa Nuril tidak akan sanggup untuk menghadapi yang satu ini,, kekutanya benar benar jauh melebihi kekutannya, kalian semua cepatlah pergi dari tempat ini, nanti aku akan menyusul kalian bersama Nuril" ucap Aruni


"Apa kau yakin bisa melakukanya sendirian?" tanya Rayuna


"Tidak perlu khawatir, aku bisa menggunakan mustika bunglon dan meminta bantuan dari Dewi perang lagi " ucap Aruni


"Baiklah kalau begitu,, aku percayakan Nuril padamu" ucap Rayuna, dia dan yang lainya juga segera beranjak pergi meninggalkan Aruni


Sementara Aruni langsung mendekap busur panahnya, "Dewi, pinjamkan aku kekuatan mu lagi" ucap Aruni pada batu permata yang ada di busur itu.


Seketika biasan cahaya samar langsung menyelimuti tubuh Aruni, dan dia juga segera menggengam mustika siluman bunglon untuk menyamarkan perubahanya itu.


*


Sementara Nuril mulai sedikit berdebar debar karena melihat penampakan makhluk mitologi yang sangat besar itu.


"Apa aku bisa menghadapi makhluk mengerikan ini?, rasanya sedikit mustahil, lebih baik aku memghindarinya saja" gumam Nuril


Tiba tiba semua siluman banteng yang tersisa di sekeliling Nuril memudar dengan sendirinya, dan aura yang sangat kuat mulai terasa menyelimuti seluruh tempat itu, suasana pun sontak menjadi terasa sedikit mencekam, apalagi saat Naga Hidra itu sudah menampakan sebagian tubuhnya.


Nuril hanya bisa menatapnya dengan tatapan Ngeri,


"Aku harus segera pergi sekarang juga, kalau tidak, aku pasti habis di mangsa makhluk itu" ucap Nuril yang segera melonacat untuk pergi.


Namun, cambuk yodara tiba tiba melilit kakinya dan langsung menariknya kembali ke tanah.


'Bruukkkkkk' "Argggh," lirih Nuril


"Jangan bilang kalau Kau ingin lari dariku!!, aku masih ingin melihat batas kemampuan pedangmu itu, jadi, jangan terlalu buru buru dan keluarkan saja semua kemampuannya di hadapan ku" ucap Yodara yang sekarang sudah berhadapan dengan Nuril di atas anjing berkepala tiga nya.


"Aku baru ingat kalau aku belum menghabiskan makan malamku, jadi aku pikir akan lebih baik jika aku menghabiskanya dulu, lalu kembali kesini setelah aku kenyang" ucap Nuril beralasan .


"Hhhh, hahah, dasar manusia, alasan mu terlalu di buat buat" ucap Yodara.


Naga Hidra yang sekarang sudah keluar dari pusaran gelap itu langsung terbang mengitari langit di atas Nuril,


Hingga akhirnya Naga itu turun dan mendarat tepat di belakang Yodara, yang membuat tanah yang di pijak Nuril sedikit berguncang.


Kepakan sayap besarnya juga menimbulkan hembusan angin yang cukup besar yang menerpa wajah Nuril.


"Rrrrooaaarrrrrrrrrghh" Tiga kepala Naga dengan satu badan itu langsung bersahutan dan meraung raung keras ke arah Nuril.


Sementara Nuril hanya bisa termangu melihat naga besar yang tingginya sekitar 30 kaki lebih itu, dengan tiga leher panjang dan tiga kepala.

__ADS_1



__ADS_2