
Aruni terus memberi pijatan lembut di bahu Nuril yang bersandar di pinggiran kolam alami itu.
Riak air yang jernih, di tambah sentuhan hangat yang di berikan Aruni di pundaknya membuat Nuril merasa sangat rileks dan nyaman, tidak pernah dia bermimpi bisa di perlakukan seperti itu oleh sorang gadis cantik seperti Aruni.
Sementara Tarsius emasnya hanya berenang kesana kemari dan tidak menganggu kenyamanan Nuril.
"Ngomong ngomong, berapa usia saudari saudari elf mu itu?" tanya Nuril penasaran, karena Aruni juga lebih tua darinya, tapi wajahnya masih terlihat lebih muda darinya.
"Kau pasti lebih tidak mempercayai usia mereka" ucap Aruni
"Banyak kejadian aneh yang tidak ku percaya, tapi benar benar terjadi di sini, jadi aku pasti percaya" ucap Nuril
"Kak Rayuna, dia sebagai kakak tertua usianya sudaha hampir 350 tahun, Kak Narima, dia 295 tahun, kak Hasyira, dia 250tahun, dan yang terakhir kak Imelda, dia baru berusia 183 tahun."
"Benarkah?, Berarti aku ini memang tinggal dengan para wanita wanita tua" ucap Nuril sedikit berekspresi aneh.
"Mereka itu masih terbilang muda, sebab usia mereka bisa mencapai ribuan tahun lamanya, dan usia mereka sekarang masih belum ada setengahnya" ucap Rayuna
"Jadi, mereka itu mahluk yang abadi?" tanta Nuril
"Tidak juga, Sebenarnya mereka juga bisa mati, hanya saja mereka bisa bereinkarnasi lagi setelah seratus tahun kematiannya, itu yang ku dengar dari mereka, jauh berbeda dengan kita manusia" ucap Aruni
"Begitu ya?, kalau begitu aku akan menganggap mu masih balita di dimensi ini" ucap Nuril
"Jelas beda, aku ini manusia, sementara mereka itu Elf," ucap Aruni
Aruni yang selesai memijit bahu Nuril tiba tiba langsung masuk ke kolam untuk mandi bersama Nuril.
"Apa lagi yang harus kulakukan?" tanya Aruni
Nuril hanya terbengong dan tidak bisa berpikir apapun untuk sesaat "Tidak, tidak ada" jawab Nuril sedikit kaku.
Tiba tiba ke empat Saudari Aruni datang ke kolam pemandian dan menghampiri mereka yang hanya berduaan.
Nuril dan Aruni sedikit kaget dan langsung menoleh ke arah datangnya mereka.
"Aaah, di sini kalian rupanya, kebetulan sekali, ayo mandi bersama" ucap Imelda langsung melepaskan satu persatu pakaian elf nya, tanpa malu malu.
"Ya, ini akan sedikit berbeda karena mandi bersama dengan penghuni Baru" ucap Narima juga melakukan hal yamg sama. yang lainya juga langsung mengikutinya
"Jangan lihat!!" ucap Aruni yang langsung menutupi mata Nuril dengan tangannya.
Ke empat gadis Elf itu langsung masuk ke air kolam batu tanpa memperdulikan Nuril yang juga ada di sana.
Hanya saja Nuril di tutup matanya oleh Aruni, sehingga dia tidak bisa melihat berpasang pasang gunung kembar yang tengah terhanyut bebas di depannya.
"Kami sudah selesai, kami duluan" ucap Aruni langsung mengajak Nuril untuk beranjak naik dari kolam itu.
Nuril juga tidak menolak dan mengikuti arahan Aruni yang masih menutup matanya.
"Hey, kenapa kalian terburu buru?" tanya Hasyira
"Kami sudah berendam sedari tadi , iya kan, Nuril?" tanya Aruni
__ADS_1
"Iya" ucap Nuril meng iyakan, meski sebenarnya dia masih ingin berada di sana untuk menonton bukit bukit yang berenang.
Mereka berdua segera pergi menjauhi kolam pemandian itu. Dan Tarsius emas juga langsung meloncat dari air dan meloncat lagi ke bahu Nuril.
"Kenapa kau tadi menutupi mataku?, aku masih ingin berendam" ucap Nuril dengan menoleh kebelakang dengan penasaran, itu karena dia belum sempat memperhatikan semuanya.
"Jangan menoleh kebelakang lagi, lurus saja ke depan" ucap Aruni terus menarik Nuril untuk kembali ke dalam ruangan.
"Kenapa kau ini, aneh sekali" ucap Nuril tidak mengerti kenapa Aruni bersikap protectif. padahal menurutnya ke empat saudarinya tidak terganggu oleh kehadiran Nuril di sana.
"Kau hanya tamu, jadi jangan melihat yang aneh aneh di sini, mengerti?" ucap Aruni
"Oh, baiklah" ucap Nuril langsung menghela nafasnya dengan ekspresi lesu.
Aruni tidak mau kalau sang kucing melihat ikan, karena pasti kucing itu akan tergiur, begitu juga Nuril, dia takut kalau Nuril tergoda oleh pesona tubuh saudari saudarinya itu.
Bukan tanpa alasan Aruni jadi protektif pada Nuril, itu karena dia merasa kalau kekuatan Nuril lah yang bisa membawanya kembali ke dunia.
Dan kalau Nuril sampai Tergoda oleh saudarinya, jelas saudarinya akan sangat senang, dan pasti Nuril akan di manfaatkan mereka dengan sesuka hati.
Dan Aruni khawatir kalau sampai itu terjadi, dia takut kalau kekutan besar Nuril hanya akan terbuang sia sia, dan melemah jika dia hanya fokus untuk bersenang senang saja dengan saudari saudarinya.
*
Setelah mengenakan kembali pakaiannya, Nuril langsung terbaring di tempat tidur Aruni,
"Aduh, ngantuk sekali. benar benar nyaman jika sebelum tidur berendam di air" ucap Nuril, dia pun langsung terlelap tidur karena merasa lelah dengan petualangan nya hari ini.
Dia sampai mendengkur cukup keras, begitu juga Tarsius emasnya yang juga tidur terlentang di samping kepala Nuril, dengan gaya yang sama seperti Nuril,
Dia sedikit Heran dengan peliharaan Nuril yang menurutnya sangat setia pada tuannya. dan dia sedikit iri akan hal itu.
Dan Aruni juga menyimpulkan kalau Nuril sepertinya memang tidak punya otak mesum, atau berniat untuk macam macam dengan nya.
"Sepertinya kau memang masih sangat polos Nuril" ucap Aruni dengan tersenyum.
Dia pun juga segera merebahkan dirinya di tempat tidur yang sama dengan Nuril, namun tetap menyisakan ruang di antara mereka untuk Tarsius.
…
Keesokan Harinya mereka mulai keluar rumah lagi untuk berburu siluman, yang memang sudah jadi rutinitas harian untuk Rayuna dan saudarinya demi mendapatkan keping kristal darah dari penjualan senjata yang mereka peroleh dari para siluman wadah.
Nuril juga nampak bersemangat dan cukup percaya diri setelah dia mengalahkan monster terbang dengan mudah kemarin.
Nuril melesat cepat dan melompat zigjag dari pohon ke pohon untuk mengimbangi para elf yang terbang dengan sayap sayap transparan mereka.
Aruni dan para gadis elf juga terus memperhatikan Nuril dari udara.
"Nuril itu sangat lincah ya, aku menyukainya" ucap Imelda
"Kakak juga menyukainya, dia pasti bisa mengalahkan siluman yang kuat dengan keahliannya itu" ucap Rayuna
"Iya, dia sepertinya memang cukup kuat dalam hal mengalahkan siluman, tapi dia kuat tidak ya dalam hal menanam benih?, Aruni, apa kau sudah mencobanya? " tanya Narima yang seperti biasanya membatu Aruni terbang bersama Hasyira
__ADS_1
"Soal itu, dia, dia sangat payah sekali kalau urusan itu, iya, dia pria yang sangat payah, jadi jangan berharap banyak darinya, sepertinya dia hanya terlihat kuat di luar saja" ucap Aruni membual. padahal jelas tidak ada yang terjadi saat malam kemarin.
"Masa sih, sayang sekali" ucap Imelda yang selalu paling antusias.
"Hey hey, aku masih bisa mendengar pembicaraan kalian itu, jangan menjelek jelekan ku di belakang!!" ucap Nuril yang melintas tepat di bawah mereka sambil terus meloncat dari pohon ke pohon.
"Memang kau itu payah kan!, akui saja!!" teriak Aruni dari atas yang sedikit tengsin karena ternyata Nuril bisa mendengar percakapan mereka.
Nuril meloncat lebih tinggi hingga dia bisa berhadapan dengan Aruni "Memangnya benih apa yang kalian maksud itu?, aku sudah terbiasa menanam benih sayuran, dan aku tidak payah dalam urusan itu" ucap Nuril sambil terus meloncat dengan posisi badan menghadap ke aruni saat ke atas.
Aruni yang takut ketahuan membual oleh saudari saudarinya langsung berekpresi kesal karena pertanyaan Nuril yang polos.
Dan begitu Nuril mendekat lagi dia langsung mendendangkan kakinya ke kepala Nuril dengan cukup keras, dan 'Buuuuk'
"Arghhhh" lirih Nuril yang lengah terkena tendangan maut dari Aruni,
Alhasil tendangan itu membuatnya kehilangan kendali atas loncatan nya hingga dia terjatuh dan terperosok ke pohon, hingga satu kakinya tersangkut di antara cabangnya, dengan posisi kepala di bawah.
"Makanya jangan suka menguping pembicaraan perempuan, itu tidak sopan" teriak Aruni
Sementara Tarsius Nuril bisa mendarat mulus di salah satu dahan di depan Nuril, Tarsius emas seperti langsung menertawakan ekspresi kesal Nuril yang tersangkut.
"Sial, perempuan itu sudah berani menedangku, awas saja ya" gumam Nuril dengan ekspresi marah.
Ke empat gadis Elf juga hanya bisa menertawakan Nuril yang terperosok itu.
"Kamu tega sekali melakukan itu padanya, kasian tau" ucap imelda sambil menertawakan.
"Dia memang sedikit menjengkelkan, Dia juga tidak akan mati hanya dengan tendangan seperti itu kan?" tanya Aruni yang sedikit merasa bersalah. karena dia tidak bermaksud untuk seperti itu, itu hanya refleks dari kekesalannya saja.
Tidak lama Nuril juga menyusul para gadis Elf yang membawa Aruni. dan dengan cepat bisa meloncat dengan menghadap langsung pada Aruni lagi
"Hey, Uni, kenapa kau menendang kepalaku, apa salahku?" tanya Nuril
"Namaku Aruni, buka Uni" ucap Aruni
"Sama saja" ucap Nuril dengan nada kesal
"Aku minta Maaf, aku tidak sengaja tadi" ucap Aruni tersenyum canggung.
"Tidak, aku harus membuat perhitungan dengan mu, cepat turun kebawah" ucap Nuril pada Aruni
"Aku benar benar minta maaf, aku hanya..... " ucapan Aruni tiba tiba terhenti karena dia merasakan Ada Aura yang kuat tidak jauh dari mereka,
"Kak Narima, aku merasakan ada aura yang kuat di sekitar sini" ucap Aruni
"Di arah mana?", tanya Narima dengan nada serius.
"Sebelah barat laut" ucap Aruni memastikan
"Baik, kita langsung ke sana" ucap Narima
"Hey, jangan coba mengalihkan topik, kau pasti hanya ingin melarikan diri kan" ucap Nuril yang masih meloncat loncat di depan Aruni.
__ADS_1
"Nanti saja membuat perhitungannya, kita lihat dulu siluman apa yang ada di sana, arau kita akan kehilangan jejaknya" ucap Aruni
"Aruni benar, kita lihat kesana dulu, sebelum kita kehilangan jejaknya" ucap Rayuna.