
Nuril yang belum sadar kalau dirinya sudah bisa memanggil pedang raja siluman hanya bertarung dengan tangan kosong, dan terus menghindari serangan kawanan banteng hitam mengerikan itu dengan kelincahanya.
Sampai ketika Nuril bisa meninju salah satu wajah banteng yang tingginya 10 kaki itu dari arah bawah hinggaa terjungkal lagi,
"Rasakan ini kerbau jelek," teriak Nuril
'Jebredddd' "Uargggggghhhhh" erang banteng besar itu.
Nuril langsung mengambil alih kampak besar dari tangan si banteng yang timbang itu untuk melawan dua banteng yang lain.
"Aku akan meminjam kampak jelekmu ini" ucap Nuril, yang langsung meloncat dengan kampak seukuran tubuhnya itu.
"Terima ini kerbau liar" ucap Nuril yang langsung menggayunkan kampak besar yang beratnya dua kali lipat dari bobotnya itu ke arah 2 banteng lain.
'Blasssssss, draaakk'
dua banteng itu langsung menahan serangan nuril hingga terhempas ke belakang karena ayunqn kampak dari tenaga Nuril cukup kuat.
Nuril tidak memberi kesempatan untuk mereka menyerang balik, dan terus mencecar kedua banteng itu dengan ayunan kampaknya yang terus menerus.
Hingg Nuril mendapatkan seah untuk menebas salah satu kepala siluman banteng itu hingga putus, 'Blassssh' "Rggggghhhhkkk" kepala banteng itu terpelanting dan tubuhnya pun langsung tumbang.
"Tinggal dua lagi, ini tidak akan terlalu sulit" ucap Nuril,
Dan target nuril sekarang adalah banteng yang masih bisa bertahan dengan kampaknya,
Nuril langsung mencecarnya lagi habis habisan, dan langsung menebas satu kaki siluman banteng itu hingga tubuh besarnya tidak seimbang, lalu jatuh ke tanah "Rroaagghhhhh" rintih banteng yang kehilangan kakinya itu
Nuril lalu meloncat dengan mengangkat kampak besarnya di udara, dan mengayunkan tepat ke dada banteng yang terkapar itu, 'Balshhh' mata kampak tajam itu langsung menikam dada banteng itu hingga kampaknya tembus ke rongga dadanya,
"Earrrrrrrrggghhhh' Makhluk hutam itu langsung meraung hebat, dan end.
Nuril lalu melirik satu banteng lagi yang kini berdiri tanpa senjata, "Kau ingin mati dengan cara yang mana?, cara kawanmu yang pertama atau yang kedua?, tapi aku sarankan dengan cara keduanyaa" teriak Nuril segera mencabut kembali kampak besarnya, dan melesat ke arah satu banteng yang tersisa.
Namun saat Nuril hampir menebas banteng terakhir itu, tiba tiba kampak yang di peganya terkait oleh sebuah cambuk huitqm dari seseorang yang berada jauh . lalu di tariknya kampak iti hingga terpental dari tangan Nuril
"Argghhh, Sial, ada lagi penggangu kah?" gumam Nuril yang langsung meloncat ke belakang lagi, untuk menghindari kalau kalau ada serangan.
Lalu munculah sesosok anjing besar berkepala tiga yang di tunggangi oleh sesosok wanita aneh ber atribut serba hitam, namun masih terlihat seksi, anjing yang di tungganginya itu meloncat langsung berhadapan dengan Nuril
"Auuuuuuuuuuuurgh, arggghh, arggghhh" tiga kepala dari anjing buas itu langsung melolong keras.
__ADS_1
"Celaka, itu ratu kegelapan, habislah sudah, bagaimana ini?, apa kita suruh Nuril untuk mundur?" ucap Rayuna yang memantau dengan bersembunyi di bukit yang berada di atas kediaman Elf
"Entahlah, tapi kalau kita berteriak, kita akan memancing perhatian ratu kegelapan itu, dan kita tidak mungkin bisa lari darinya" ucap Narima.
"Kita lihat saja dulu situasinya, kalau memang tidqk bisa di hadapi Nuril, aku akan mengalihkan perhatian mereka, dan kalian pergi dengan nuril" ucap Aruni
*
Sementara Nuril yang kini sudah berhadapan dengan ratu Yodara itu langsung memghela nafasnya kasar, karena belum juga dia menuntasakan musuhnya yang sebelumnya, tapi sudah datang lagi gangguan lain.
"Kau benar benar mengganggu sasaran terakhir ku" ucap Nuril langsung berdiri tenang dengan menatap mata hitam dari ratu siluman kegelapan itu.
Ratu kegelapan itu langsung menggerakan tanganya, dan tiba tiba ketiga banteng yang sebelumnya bertarung dengan Nuril memudar jadi bayangan hitam dan lenyap dari pandangan Nuril.
"Oh, jadi kau pemilik kerbau kerbau liar itu?" tanya Nuril
"Aku rasa kita salah mengincar orang, tidak mungkin pemegang pedang raja siluman selemah ini, menghadapi pasukan bayangan saja dia sudah kewalahan" ucap Ratu Yodara
Tiba tiba muncul lagi sesosok ninja berbaju zirah yang entah darimana datangnya, dengan dua bilah katana di punggungnya.
'Hhhhh, belum apa apa sudah muncul lagi yang lainnya?, Aku rasa mereka tidak bisa di remehkan' batin Nuril
"Tapi aku yakin, dia yang sudah membuat kekacauan di lembah kematian" ucap Pria ninja itu.
"Baik" ucap Kai, dia langsung melesat cepat ke arah Nuril dengan mengeluarkan pedang tajamnya
'Sriiiitttt' seketika dua bilah pedang Kai sudah berada di depan wajah Nuril.
Refleks Nuril langsung menghindari sabetan katana yang cukup cepat itu, Nuril meloncat dan berputar di udara beberpa kali ke belakang dan hinggap di sebongkah batu.
"Cepat sekali, seperti nya ini akan sedikit sulit" ucap Nuril yang menyadari kalau lawanya tidak seperti siluman siluman yang sebelum sebelumnya dia hadapi.
Sekejap mata Kai sudah berada di hadapan Nuril lagi dan menyerang cepat dengan pedangnya ke arah Nuril.
Nuril juga tidak hanya diam saja dan terus menghindarinya sebisanya, hingga akhirnya dia sedikit terpojok dan terkena sabetan katana Kai di bahunya 'Sriiiiit'
"Arggghh, Sial, ini tidak seimbang, kau pegang senjata, sementara aku tidak!!" ucap Nuril yang merasa tidak punya senjata untuk menahan serangannya, tapi untungnya luka itu segera di pulihkan kembali, oleh Tarsius yang masih setia menemaninya.
Sejenak serangan Kai terhenti untuk memberi jeda pada Nuril,
"Sedang apa?, apa kau hanya memcoba menyembunyikan pedang mu itu dariku, itu artinya kau harus berakhir di tanganku" ucap Kai
__ADS_1
Seketika Nuril langsung berpikir cepat 'Pedang?, kekacauan di lembah kematian?,, apa itu ulahku?, apa itu artinya aku sudah bisa menggunakan pedangku itu, bailqh, kita coba', batin Nuri,
Diapun segera memusatkan tenaganya pada sebelah tangan seperti yang sudah di ajarkan Rayuna. dan mencoba memanggil pedang itu.
'Keluar lah, aku memanggilmu' bati Nuril
'Sriiiittt' saat Nuril sedang memusatkan pikiranya pedang Kai sudah kembali datang padanya.
"Tamatlah sudah" teriak kai yang meliaht Nuril lengah.
"Argghhhhh" Nuril langsung mencoba menahan serangan Kai dengan tanganya sendiri, dan.
'Duaaaaaaar, duaraarrr,,, crithhhhhhhhh critchhhhhh, wushhh'
Lalu Kai tiba tiba terpental kareqn pedangnya tertahan sesutu yqng kuat, dan sekujur tubuh Kai seperti tersetrum oleh tegngan yang tinggi "Eaarrrrrggggghhh" erang Kai
Nuril yang mulai sadar kalau pedang itu benar benar sudah ada di tangannya langsung terlihat takjub, dai memperhatikan detail bilah pedang klasik yang panjang dan runcing, dengan kilatan listrik yang menyelimuti, dan itu nenar benar ada di tanganya sekarang.
"Inikah pedang raja Siluman itu, sangat indah" gumam Nuril.
Di sisi lain para elf yang juga melihat nya langsung tertegun.
"Dia, dia benar benar sudah bisa menggunakan pedang itu kak, lihatlah itu" ucap Aruni yang pertama berkomentar.
Rayuna langsung menghela nfas lega, karan dia memang cukup tegang melihat pergumulan Nuril sebelum nya,
"Syukur lah, itu artinya Nuril masih punya peluang," ucap Rayuna
Sementara Kai langsung kembali ke sisi anjing berkepala tiga yang di tunggangi oleh Yodara, karena dia sedikit takut dengan pedang Nuril.
Sedangkan Nuril masih berekspresi tidak mempercayainya, "Apa ini benar benar pedang ku?" gumamya.
Yodara yang melihatnya juga sedikit cemas.
"Dia benar benar memiliki pedang itu ,, seperti nya dia sengaja ingin memamcing kita keluar dari persembunyian kita" ucap Yodara
"Apa yang harus kita lakukan sekarang ?" tanya Kai yang masih merasa kesakitan di sekujur tubuhnya akibat pedangnya yang beradu dengan, pedang raja siluman itu,
"Memang ini sangat beresiko, tapi aku tidak mungkin mundur begitu saja sebelum mengujinya" ucap Yodara
"Arrrrrgh, bangkitlah pasukaku, bangkitlah kegelapan" ucap Yodara dengan menggunakan tongkat cambuknya untuk manggil pasukan kegelapan nya.
__ADS_1
Dan seketika portal hitam pun bermunculan, dan para banteng hitam yang sama seperti sebelumnya datang dengan jumlah yang cukup banyak. dan dengan senjata mereka yang lebih bervariasi lagi, tidak hanya kampak yang mereka bawa, tapi juga gada dan palu besar.