Stealth King Sword (Pedang Raja Siluman)

Stealth King Sword (Pedang Raja Siluman)
Mengesankan


__ADS_3

Setelah Keynara dan keluarganya meninggalkan ruangan kamar Idar, di rauangan itu pun kini hanya tinggal ada Nuril, Aruni, dan Idar yang terus meronta ronta di bawah tekanan Nuril.


"Lepaskan aku, lepaskan" terika Idar.


"Tenanglah bocah kecil, aku tidak akan berlama lama bermain denganmu"


Nuril lalu mendongak pada Aruni yang berdiri di sampingnya


"Aruni, apakah aura hitam seoerti ini bisa mengirim sinyal pada Yodara untuk meminta bantuannya, jika seandainya aku bisa menghilangkan kutukannya ini?" tanya Nuril, dia belum siap jika harus berhadapan dengan Yodara lagi.


"Mana ku tau hal semacam itu, aku hanya ahli merasakan auranya saja, bukan penyadap sinyal, juga belum pernah aku mendengar hal semacam itu di sini" ucap Aruni.


"Begitu ya, aku hanya berjaga jaga saja, siapa tau Yodara akan tau kalau anak yang di inginkanya di ganggu olehku, tapi ya semoga saja itu tidak akan terjadi" ucap Nuril.


Diapun segera memusatkan konsentrasinya pada telapak tangan yang tengah mencengkram punggung Idar, dan Nuril mencoba untuk menyalurakan energinya.


"Arggggggh, hentikaaaan,,,, hentikaaaann" teriak Idar yang tubuh kecilnya terus meronta, namun tidak bisa melepaskan diri dari Nuril.


Meski tenaga idar lebih besar dari pada Elf biasa, tapi tetap saja dia hanyalah bocah kecil di hadapan Nuril, tenaganya itu tidak akan sebanding dengan Nuril yang sudah menyimpan 2 sumber kekutan besar di dalam dirinya, jadi idar tidak bisa berkutik meski dia meronta sekuat tenaganya.


Nuril perlahan bisa merasakan aura hitam yang ada dalam diri Idar juga ikut meronta ronta di dalamnya, karena mencoba melawan energi Nuril yang di salurkan padanya.


Energi Nuril yang masuk kedalam tubuh Idar menyerupai telapak tangan yang bisa Nuril kendalikan, seperti halnya mengendalikan tangan kasatnya. Nuril samapai bisa meraba lalu mencengkram aura gelap itu kuat kuat, dan segera mencoba menariknya Keluar dari tubuh bocah elf itu.


"Bagus, aku bisa merasakan aura gelap itu, keluarlah kau" ucap Nuril.


"Aaaah sakiiittt,, ibuuuuu" teriak Idar merintih kesakitan.


Tapi Nuril tidak peduli dengan rintihan Idar yang memilukan itu, dan tetap menarik paksa Aura gelap yang sudah seperti mengakar di dalam tubuh Idar, dan tidak mudah untuk di pisahkan dari raga Idar.


"Lumayan juga energi Yodara ini, tapi jangan panggil aku Nuril jika tidak bisa menarik mu keluar, Euaaaaah" erang Nuril yang langsung menambah kekuatanya untuk menarik paksa tanpa ragu.


"Aaaaaaaa," Idar berteriak histeris ketika nuril berhasil memisahakanya dari aura milik Yodara itu , dai langsung tidak sadarkan diri lagi.


Nuril pun akhirnya berhasil menggenggam erat aura hitam itu, wujudnya yang menyerupai seekor anak anjing itu pun terus meronta di cengkraman Nuril.


"Hanya seekor anak Anjing??, harusnya tidak sesulit ini kan, lemah" ucap Nuril asal.

__ADS_1


Sementara Aruni langsung bergerak menghalangi pintu masuk saat sadar Keynara ingin menerobos masuk ke pintu, karena Aruni khwatir kalau makhluk itu akan kabur.


"Idar, kau tidak papa?, manusia, tolong biarkan aku masuk kedalam" teriak Keynara dari luar dengan terus mendorong pintu kayu ruangan itu, karena dia sqngat menghawatirkan putranya.


"Cepatlah!!, binasakan saja aura itu, aku takut dia bisa berpindah ke lain tubuh" ucap Aruni yang masih mencoba menahan pintu.


"Baiklah" ucap Nuril yang langsung menekan aura hitam itu dengan energi dari tanganya lebih kuat lagi.


Dan 'DrSsssssrrrss, duar' aura hitam itupun langsung meledak seperti petasan kecil dan perlahan menghilang dari tangan Nuril.


"Apa itu sudah berhasil?" tanya Nuril.


"Ya, sepertinya aura itu sudah benar benar hilang" ucap Aruni, diapun mulai melonggarkan pintu yang dia tahan, lalu segera membopong idar yang tergeletak di lantai untuk Aruni kembalikan ke tempat tidurnya.


Keynara pun langsung masuk dengan wajah cemas, tapi dia melihat anaknya di perlakukan sangat baik oleh Aruni.


"Bagaiamana, apa dia bisa di sembuhkan?" tanya Keynara.


"Harusanya bisa, aku sudah mengeluarkan aura hitam yang ada padanya" ucap Nuril


Keynara pun segera beranjak mengampiri Idar.


"Silahkan" Aruni langsung beranjak kembali ke samping Nuril.


Keynara pun megusap lembut kepala idar yang belum menampakan reaksi apa apa itu "Idar, bangunlah" lirih Keynara.


Perlahan, wajah idar yang sebelumnya membiru pun mulai berangsur normal, tangan monsternya juga perlahan terkelupas danberangsur angsur kembali ke bentuk semula.


"Hah, dia, dia sembuh bu, Idar sembuh bu" ucap Keynara langsung memeluk putranya yang belum siuman, dan dia tidak bisa menahan harunya.


Nenek dan kakak perempuan idar juga segera naik ke tempat tidur untuk memastikanya.


Dan Idar juga mulai membuka mata normalnya lagi.


"Ini benar benar keajaiban, manusia, kau memang dewa penolong bagi kami, terimakasih" ucap jenara yang juga langsung memeluk cucunya.


Nuril langsung tersenyum ringan melihat raut bahagia dari wajah Keynara dan yang lainya, dan entah kenapa ada perasaan bangga di hati Nuril ketika dia bisa berguna untuk makhluk lain, apalagi sampai membuat orang lain terharu bahagia karenanya.

__ADS_1


Kehidupan nuril yang sebelumnya serba kekurangan, tidak pernah berpikir untuk bisa membantu seseorang yang dqlam kesulitan, karen untuk bertahan hidup saja dia cukup kesulitan.


Nuril langsung berbalik, kemudian beranjak keluar ruangan untuk membiarkan keluarga itu menikmati momen kebahagiaan mereka.


Aruni juga menoleh lalu mengikutinya


"Hey, kau mau kemana?"


"Beginikah rasanya bisa memabantu seseorang, rasanya cukup mengesankan" ucap Nuril denga tersenyum pada Aruni.


"Kenapa?, apa kau belum pernah membantu seseorang sebelumnya?, angkuh sekali" ucap Aruni yang melangkah ringan di samping Nuril


"Tidak seperti itu, aku sebelumnya hanyalah orang cacat yang sangat lemah,, aku mana bisa membantu orang lain seperti sekarang, membantu diri sendir saja rasanya sudah kerepotan" ucap Nuril.


Mereka pun segera duduk berdampingan di kursi estetik yang ada di ruang tengah kediaman Keynara.


"Cacat?, aku tidak melihat ada yang cacat padamu, kau nampak sempurna dan normal normal saja" ucap Aruni dengan memiringkan wajahnya untuk meperhatikan Nuril.


"Aku juga tidak tau kenapa aku bisa sesempurna ini sekarang, padahal sebelumnya aku hanyalah pria disabilitas miskin yang tinggal di desa lereng gunung, aku hanya punya satu kaki saja sebelumnya" ucap Nuril.


"Apa iya?, aku tidak percaya" ucap Aruni


"Memang seperti itu kehidupanku, mungkin pedang raja siluman yang sudah memulihkan sebelah kaki ku ini, kurasa pak tua elf benar soal pedang ini yang membawa keberuntungan bagi pemiliknya" ucap Nuril.


"Memangnya bisa seperti itu?" tanya Aruni meras tidak percaya.


"Ya aku memaklumi kalau kau tidak mempercayainya, aku juga hampir tidak mempercayai ini sekarang" ucap Nuril.


Tidak lama keynara juga menghampiri mereka berdua , Dia langsung terduduk di depan Nuril kemudian bersujud di kaki Nuril


"Terimakasih Tuan, terimaksih banyak karena anda sudah menyembuhkan putraku, aku siap mengabdi padamu seumur hidupku" ucap Keynara.


Nuril langsung menggaruk tengkuknya karena merasa tidak enak dengan hal itu.


"Iya, sama sama, tapi kau tidak perlu sampai seperti ini" ucap Nurik langsung membantunya bangkit dari posisisnya.


"Nambah satu lagi budakmu" bisik Aruni Asal.

__ADS_1


Nuril pun hanya bisa tersenyum bingung, karena dia sebenarnya tidak tau devinisi budak yang sebenarnya itu seperti apa, yang dia tau kalau budak itu hanya harus patuh pada tuannya saja.


__ADS_2