
Hingga sampai berjam jam Nuril mencari mustika bunglon milik Aruni yang jatuh, tapi mereka tidak kunjung menemukan apa yang mereka cari di lembah itu, dan Nuril mulai merasa kalau itu hanya membuang buang waktu perjalanannya saja.
"Sebenarnya, di mana kau menjatuhkan mustika itu, kenapa tidak ketemu juga?" tanya Nuril yang merasa menyerah.
"Aku tidak tau, kalau aku tau, aku tidak akan susah susah untuk mencarinya" ucap Aruni yang juga mencari dengan menyingkap semak semak.
"Aku lapar, Kita makan dulu lah, perutku belum benar benar terisi, itu karena kau menggangu ku" ucap Nuril
"Ya maaf, kau makan saja bekalku, punyamu masih di atas sana kan?" ucap Aruni.
"Baiklah, berikan padaku" ucap Nuril langsung duduk di akar pohon besar yang merambt di tanah.
Aruni juga menghampiri Nuril dan melepas kantong jala yang digunakan Aruni sebagai kantung bekalnya.
"Kalau aku tidak menemukan mustika itu, bagaimana?" tanya Aruni sembari mengeluarkan buah pisang dari kantongnya dan untuk di makan Nuril.
Nuril mengambil satu pisang yang di berikan Aruni, dan terdiam sejenk untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan Aruni.
"Aku akan mengantarkan mu pulang dulu" ucap Nuril
"Apa kau serius ingin kembali lagi?, kita ini sudah setengah jalan, pasti tidak lama lagi kita akan segera sampai ke kerajaan Elf" ucap Aruni
Nuril tertegun dan berpikir lagi, memang cukup di sayangkan jika Nuril harus kembali, karena perjalanan mereka sudah lumayan jauh.
"Entahlah" ucap Nuril
"Menurut ku, kita lanjutkan saja perjalanan nya, masa iya sudah jauh jauh pergi, tapi harus kembali dengan tangan kosong" ucap Aruni
Nuril langsung menghela nafas nya. "Baiklah, sepertinya aku terpaksa harus membawamu" ucap Nuril yang merasa tidak mungkin membiarkan Aruni pualang sendirian tanpa mustika bunglon itu.
"Yeeeay, sepertinya aku memang di takdirkan untuk menemani perjalananmu" ucap Aruni langsung terlihat senang dan merangkul tangan Nuril, karena itu memang yang di inginkannya.
"Ya ya ya, semoga saja kita tidak bertemu Yodara di depan sana" ucap Nuril.
"Itu tidak mungkin, yodara itu ratu kegelapan, dia tidak akan muncul di siaang hari" ucap Aruni.
"Apa seperti itu?" tanya Nuril.
"Tentu saja" ucap Aruni.
"Baiklah, setelah makan kita langsung lanjutkan perjalanan, kalau bisa, kita harus segera sampai sebelum hari gelap ke kerajaan elf itu, akan sulit jika Yodara muncul lagi kan" ucap Nuril.
Aruni langsung menaruh telapak tanganya di kening untuk menghormat pada Nuril.
"Siap laksanakan, tapi kau makanlah dulu yang banyak, biar kau kuat" ucap Aruni
__ADS_1
Nuril langsung tersenyum, karena dia juga sebenarnya senang bisa mendapatkan teman di perjalanannya.
"Iya iya" ucap Nuril sambil mengusap usap rambut Aruni di pucuk kepalanya.
…
Setelah mereka selesai mengisi perut, mereka pun segera beranjak untuk melanjutkan perjalanan dengan hanya berjalan kaki, supaya makanan yang di makan mereka turun.
"Bukan kah kau sebelumnya masih tidur saat Aku pergi, kenapa kau bisa menyusulku sampai kesini?" tanya Nuril.
"Sebenarnya aku hanya pura pura tidur saja saat kau berpamitan" ucap Aruni.
"Kau benar benar sangat pintar bersandiwara" ucap Nuril.
"Habisnya kau tidak membiarkanku ikut kan" ucap Aruni.
"Aku sudah menjelaskan alasannya di awal tapi sepertinya kau tidak paham kekhawatiranku, kau memang keras kepala" ucap Nuril.
"Sebenarnya tidak juga, aku sebenarnya sangat penasaran ingin melihat kerajaan elf itu seperti apa" ucap Aruni.
"Apa kau belum pernah pergi ke sana?" tanya Nuril.
"Emhhh, saudari saudariku tidak pernah membawaku meski mereka pergi ke sana, selama ini mereka seperti ingin menyembunyikanku dari keramayan bangsa elf" ucap Aruni.
"Ku rasa Mereka hanya ingin melindungimu, bukan ingin mengekangmu, kau tau sendiri kan, bangsa elf sangat menyukai ras manusia, mungkin itu cara saudarimu supaya kau tidak di perebutkan oleh bangsa elf" ucap Nuril.
Baru beberapa meter mereka berjalan, mereka ternyata di perhatikan oleh sosok perempuan elf pemburu yang menunggangi roh alam yang berupa macan yang berukuran besar.
Elf wanita itupun keluar dari persembunyianya. "Wah Wah wah, sepertinya ini hari keberuntungan ku, bisa di datangi mangsa manusia seperti kalian" ucap Keynara.
Sontak Nuril dan Aruni menoleh ke arah wanita elf yang tiba tiba keluar dari balik pohon itu, dan yang mendampingu Yidara tidak hanya harimau yang di tungganginyainya saja, melainkan ada juga sosok lain yang berwujud siluman srigala sebesar manusia bertaring dan berkuku tajam.
"Maaf, Apa maksudmu menyebut kami ini mangsa mu?," tanya Nuril dengan wajah tersenyum, dan mencoba untuk bersikap ramah.
"Tentu saja, itu karena kalian akan ku tangkap, dan ku jual sebagai budak yang berharaga, kalian pasti punya harga yang bagus" ucap Keynara.
"Sejujurnya, perkataan mu itu sedikit menyinggungku, apa kita tidak bisa berdamai dan berteman saja?" tanya Nuril mencoba bernegosiasi
"Berteman??, Hhhhh, hahaha, sangat lucu sekali, aku tidak butuh teman di dunia ini, yang kuperlukan hanya kristal darah sebanyak banyaknya, Awul, tangkap mereka berdua untuku" titah Keynara pada sosok siluman Serigalanya.
.
"Sepertinya dia bukan elf yang ramah" Bisik Aruni pada Nuril.
"Ya, Kau berlindung saja dulu di belakangku, biar aku yang akan bermain main dengan peliharaan nya itu" ucap Nuril
__ADS_1
"Baiklah, hati hati" ucap Aruni yang langsung mundur untuk menghindari perkelahian Nuril dan Siluman srigala itu.
Siluman serigala itu langsung berlari cepat ke arah Nuril dan mencoba menerkamnya, namun dia tidak mengeluarkan cakar tajamnya, karena siluman itu hanya berniat untuk menangkap Nuril seperti titah tuan nya, bukan untuk melukai.
Dan saat serigala itu hampir berhasil menangkap Nuril yang sudah di depan matanya, Nuril dengan cepat menghindarinya dan bergerak ke arah belakang siluman itu.
"Apa kau kira makhluk ini bisa menangkapku dengan mudah?, aku meragukanya!" ucap Nuril langsung memutar badannya dan langsung memberi tendangan keras pada siluman srigala yang baru saja berbalik badan itu, tepat di kepalanya.
'Baaaakkk' "Argggghhhhh" Siluman srigala itu langsung terpental jauh karena tendangan dari Nuril,
"Hmmmh, mungkin aku memang terlalu meremehkanmu, tapi aku juga tidak suka di meremehkan olehmu" ucap Keynara yang Langsung bergerak dengan tunggangan harimau besarnya untuk menerkam Nuril.
Nuril hanya melakukan pergerakan pergerakan kecil untuk menghindari serangan dari Keynara dan harimaunya itu.
Itu Karena Nuril juga hanya berniat untuk melumpuhkan Keynara saja, dan bukan untuk membinasakanya, dia juga butuh sedikit informasi dari keynara soal petunjuk jalan yang mungkin dia tau.
Di saat yang sama, srigala yang sebelumnya di tendang jauh oleh Nuril kembali berlari ke arah pertarungan nuril dan Keynara. Serigala iti berlati sambil mengaum keras, dan perlahan tubuhnya tiba tiba membesar sedikit demi sedikit, hingga ukuranya berubah menjadi dua kali lebih besar dari ukuran semula, dan kukunya yang tajam semakin mencuat panjang.
Nuril pun langsung di serang oleh Keynara dan kedua peliharaan nya itu, tapi itu bukanlah hal yang menyulitkan bagi Nuril, dan merasa dia tidak perlu sampai mengeluarkan pedangnya raja silumqn iblisnya.
Keynara terus menyerang Nuril bertubi tubi menggunakan senjata suriken bermata tiga yang bertali panjang, dan dia bisa menarik ulur surikenya itu sesuai keinginannya.
Bagi orang biasa mungkin akan kerpotan jika menghadapi senjata milik Keynara itu, apalagi di sertai ganguan dari kedua makhluknya yang ganas dan lincah.
Tapi untuk Nuril yang punya penglihatan tajam, dan mempunyai refleks geranya yang cukup cepat, serangan dari suriken ganda yang seperti yoyo berpisau tajam itu bukanlah masalah besar. bahkan dia masih bisa menghindari serangan dari kuku kuku tajam Harimau besar dan serigala besar yang menyerangnya secara brutal itu.
Nuril bisa mematahkan semua serangan yang di lakukan oleh Keynara, dan di satu titik Nuril bisa menendang harimau yang di tungganginya hingga mundur kebelakang, juga memukul mundur srigala besarnya hampir bersamaan.
"Bagaimana, masih mau mencoba lagi?" tanya Nuril dengan masih memasang kuda kudanya.
"Kurang ajar, jangan sombong kau, aku pasti bisa mengalahkanmu" ucap Keynara langsung beranjak maju lagi, dan melempar kembali surikenya ke arah Nuril lagi.
Kali ini Nuril yang sudah tidak ingin bermain main lagi mencoba untuk serius, dia melesat ke arah suriken keynara yang ter arah kepadanya, Nuri bisa menangkap salah satu suriken yang menyerangnya itu di udara.
Dengan cepat pula Nuril bergerak dan meloncat hingga berhasil naik ke punggung harimau yang di tunggangi Keynara, dia langsung menodong leher Keynara dengan senjatanya sendiri.
"Ahhhh" Keynara sontak kaget karena gerakan Nuril sangat cepat dan di luar dugaannya.
"Bagaimana?, apa kau masih ingin melanjutkannya?" ucap Nuril yang kini bisa mengunci bahu Keynara, dengan ujung suriken yang sangat tajam menghunus ke krongkongan Keynara.
"Hmmh, apa kau pikir kau sudah menang?" ucap Keynara yang belum menyerah meski sudah tidak mungkin melawan lagi.
"Mungkin belum, sebelum aku bisa memutuskan urat lehermu" ucap Nuril.
...~•~...
__ADS_1