Stealth King Sword (Pedang Raja Siluman)

Stealth King Sword (Pedang Raja Siluman)
Mengganggu


__ADS_3

Keesokan harinya, kicau burung yang silih bersahutan di ranting ranting pohon membangunkan Nuril dari tidurnya,


Dia memang beristirahat di dahan pohon yang tinggi yang ada di hutan lindung Elf tua Rustaz , entah kenapa dia merasa nyaman untuk beristirahat di tempat tempat yang tinggi seperti di atas pohon sekarang.


Nuril lalu meloncat ke bawah pohon dan mendarat tepat di pintu masuk gubuk Elf, di ikuti oleh Tarsius emas yang langsung hinggap di bahunya.


Nuril membuka pintu gubuk dan masuk untuk mencari keberadaan saudari saudari nya yang beristirahat di dalam gubuk Elf tua Rustaz.


Dia melihat kalau semua saudari Elfnya masih tertidur di kursi dan meja kayu besar di dalam gubuk, begitu juga Aruni yang nampak tidur di salah satu kursi yang bersandar ke tiang.


Nuril berjalan dan menghampiri mereka satu persatu, tapi Nuril tidak berniat untuk membangunkan mereka, dia hanya mengusap setiap kepala mereka sejenak saat melewati nya,


"Rayuna, Narima, Hasyira, imelda, Aruni, aku akan pergi sekarang, mungkin akan merindukan kalian nanti, tapi jika aku sudah menyelesaikan urusanku, aku berjanji akan segera mencari kalian lagi" ucap Nuril menatap satu persatu saudari saudari cantiknya.


Nuril menghela nafasnya dalam dalam,


"Baiklah, sampai jumpa lagi" ucap Nuril


Dia sadar kalau urusanya mungkin tidak akan selesai dengan waktu yang singkat.


Dan di lubuk hati terdalamnya Nuril sebenarnya Berat untuk pergi tanpa saudari saudarinya itu, yang selalu memberinya kenyamanan dan kehangantan layaknya sebuah keluarga, tapi jika dia masih lemah, itu artinya dia tidak akan bisa melindungi mereka semuanya, dan tidak akan bisa tenang jika dia pergi bersama mereka.


Nuril lalu beranjak keluar dari gubuk dan menutup pintu kayunya perlahan.


"Apa kau akan pergi sekarang anak muda?" tanya Elf tua Rustaz yang berdiri di belakang Nuril dengan tongkat nya.


Elf tua itu baru kembali dari rutinitas nya merawat pohon pohon dan satwa di hutan lindungnya.


"Oh, pak tua, ya aku akan pergi ke kerajaan elf hari ini juga , tapi aku sedikit tidak tega membangunkan saudari saudariku untuk berpamitan , kau beritahu saja nanti pada mereka kalau mereka sudah bangun," ucap Nuril


"Ya, tentu saja, tapi apa kau tau rute jalan menuju ke kerajaan Elf" tanya Elf tua Rustaz

__ADS_1


"Sebenarnya tidak, tapi mungkin aku bisa bertanya pada elf yang ku temui di jalan," ucap Nuril


"Baiklah, kurasa tekadmu sudah bulat, kau hanya perlu menyusuri rute lembah timur ke arah terbitnya matahari, tempatnya lumayan cukup jauh, kau mungkin butuh waktu seharian untuk bisa sampai ke kerajaan Elf" ucap Elf tua Rustaz


"Tidak apa, mungkin aku bisa sedikit mempersingkat perjalannya" ucap Nuril optimis


"Ya, semoga saja kau tidak menemukan hambatan di perjalanan, dan jangan lupa, bawa buah buahan untuk bekal di perjalanan mu, sebab aku tidak yakin kau bisa menemukan makanan di lembah di luar sana" ucap Elf tua Rustaz


"Tentu saja, tidak kau suruh pun aku tidak akan lupa kalau soal itu, kalau begitu aku titip saudari saudariku padamu " ucap Nuril dengqn tersenyum.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka, aku pastikan mereka akan aman di sini" ucap Elf tua Rustaz


"Baiklah, terima kasih, kalau begitu aku akan mengambil bekal ku dulu" ucap Nuril


"Ya" ucap pak tua Rustaz


Nuril segera meloncat ke dahan dahan pohon dan mengambil berbagai macam buah buahan yang ada di hutan Elf tua Rustaz,


Setelah bekalnya di rasa cukup, Nuril segera beranjak keluar dari prisai hutan lindung Elf tua Rustaz,


Aruni yang sedari awal pura pura tidur, dan memang menyamarkan dirinya untuk mengikuti Nuril, tiba tiba menampakan dirinya di dekat pak tua Rustaz.


Dan itu cukup membuat Elf tua Rustaz terkaget.


"Astaga, kenapa kau ini muncul tiba tiba, mengagetkanku saja" ucap elf tua Rustaz.


"Sssst, jangan keras keras, nanti saudari saudariku dengar, Aku juga mau meminta bekal untuk di perjalananku kek?" ucap Aruni


"Jangan bilang kalau kau ingin mengikuti pemuda itu pergi" ucap Elf tua Rustaz


"Ya memang itu tujuanku, sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu, aku pergi sekarang ya kek, sampai jumpa lagi" ucap Aruni langsung menyamarkan wujudnya lagi dan beranjak menjauh dari hadapan elf tua Rustaz dengan terburu buru.

__ADS_1


"Hey, Aruni, dengarkan dulu kakek bicara" ucap elf tua Rustaz, tapi dia tidak bisa melihat Aruni yang pergi ke arah mana.


"Hhhhhh, bangsa manusia benar benar sulit di cegah, apa semua gadis dari bangsa manusia itu makhluk yang keras kepala?" gumam Elf tua Rustaz menggerutu.


*


Di sisi lain, Nuril selalu mengandalkan ketangkasannya untuk memulai perjalanan, efek rune biru yang sebelum nya di serap tubuhnya juga membuat setaminanya meningkat berkali kali lipat, dan itu memberikan nya daya tahan tubuh yang lebih kuat lagi.


Dia meloncat dari pohon ke pohon di lembah hutan ke arah terbitnya mata hari, seperti petunjuk yang di katakan oleh Elf tua Rustaz sebelum nya.


Saat Nuril menemukan jalanan setapak yang bisa di lalui oleh makhluk darat, dia turun dan berjalan di tanah untuk sedikit menghemat Energi nya.


"Santai saja lah, tapi rasanya sepi juga jika berjalan sendirian di tengah hutan belantara seperti ini, kalau kau bisa bicara, mungkin aku tidak akan terlalu kesepian" gumam Nuril pada Tarsius emasnya.


"Riurrrrikkhh" Tarsiusnya merespon dengan suara yang nyaring.


"Bukan seperti itu yang kuharapkan, tapi ya lumayan lah, meski aku tidak mengerti maksud mu" ucap Nuril sambil mengelus Tarsius itu di pundak nya.


Saat Nuril tengah berjalan santai, tiba tiba dia merasa ada hembusan angin ke telinganya seperti ada yang meniupnya dengan sengaja, sontak Nuril menoleh kebelakang, namun dia tidak melihat apapun.


"Tunjukkan dirimu!, aku tau kau di sini" ucap Nuril


Aruni sedikit tersentak karena mengira Nuril sudah menyadari kehadirannya. jadi dia langsung menjaga jarak dari Nuril.


"Hihi hi hi, aku hantu" ucap Aruni cekikikan dan mencoba bersembunyi di balik pohon meski dia tidak terlihat.


"Jangan bermain main denganku, tunjukkan wujudmu, atau kau akan menyesal karena sudah mengangguku" ucap Nuril bernada intimidasi.


Tapi sayang Nuril tidak melihat apapun yang menampakan diri di sekitarnya.


"Ini aneh, tidak mungkin ada hantu di siang bolong seperti ini kan?" gumam Nuril. dia berbalik untuk melanjutkan perjalanannya lagi, dengan sedikit meningkat kan kewaspadaanya.

__ADS_1


Nuril mempercepat langkahnya dan kembali ke dahan pohon lagi, dia tidak terlalu memperdulikan Aruni yang memang tidak dia kira.


Nuril kemabali bergerak untuk melewati lembah lembah yang terbentang luas di depan matanya, dia sedikit berharap bisa menemukan pemukiman elf, supaya dia bisa medapatkan petunjuk supaya dia bisa sampai ke kerajaan Elf tanpa tersesat.


__ADS_2