
Kyrana berjalan mengikuti Ebram, mereka berjalan menuju halaman belakang.
Tak henti hentinya jantung Kyrana berdegup kencang, ia merasa takut.
Apa yang akan dia lakukan???? kenapa dia mengajak ku ke halaman belakang???
Setibanya di halaman belakang, Ebram duduk dengan santai di atas kursi, sedangkan Kyrana dibiarkan berdiri.
Kyrana meringis kecil, kaki nya terasa pegal, ia dibiarkan berdiri selama satu jam penuh, sedangkan Ebram duduk santai sambil menghirup teh yang dibuat Kyrana tadi, entah mengapa sepertinya ia sangat menikmati teh itu sehingga satu jam pun tak cukup untuk menghabiskan secangkir teh.
Berulang kali Kyrana mengganti posisi bediri nya, ia tak sadar bahwa dari tadi gerak geriknya di perhatikan oleh Ebram.
"Apa kau merasa pegal?" tanya Ebram dingin.
"I iya"
"Apa anda tau kesalahan anda?"
"Kesalahan????" tanya kyrana heran.
"Sepertinya anda lupa, apa anda ingat dimana pertama kali kita bertemu?"
"A aku ingat" tergagap.
"Apa kau ingat apa yang kau lakukan pada ku?"
" ingat.."
Kyrana terus menundukkan wajah nya, ia takut melihat wajah suaminya itu.
"Dan sekarang ini lah hukuman dari ku, apa kau menerima nya?"
"Aku menerima apapun hukuman dari mu"
"Kenapa kau menerima nya dengan sangat cepat?, padahal itu bukan kesalahan mu, itu karna kau membantu pelayan restoran itu, dan kenapa kau menolong pelayan itu?"
__ADS_1
"Aku menolongnya dari kekejaman mu"
"Hahahaha " Ebram tertawa terbahak bahak.
"Kekejaman ku???? dia hanyalah seorang pelayan, siapapun yang berbuat kesalahan harus di marahi dan di beri pelajaran"
"Ya itu memang pantas, tapi dia hanya melakukan kesalahan kecil, dan kau memperlakukan nya dengan berlebihan"
"Kesalahan walau sekecil apapun tetap kesalahan. Dan apakah kau menyesal menolongnya ??"
"Tidak, aku tidak menyesal, tidak ada kata penyesalan dalam menolong orang lain dan menegakkan kebenaran."
Betapa terkejutnya Ebram, dia berharap Kyrana menyesal dengan apa yang ia lakukan
Tiba tiba ia berbicara kepada Gio yang dari tadi berada disisinya.
"Suruh semua pekerja dirumah ini untuk membawa ember berisi air!! setiap orang membawa satu ember !!!!!" perintahnya.
Apa yang akan dia lakukan??? setiap orang membawa satu ember????semua pelayan dirumah ini saja sangat banyak.
"Guyur perempuan itu dengan air yang kalian bawa!!!!" perintahnya sambil menunjuk Kyrana.
Semua orang saling melihat, apa mereka tidak salah dengar? mengapa tuan muda memberi hukuman yang sangat kejam.
Jangankan orang lain, dirinya pun terkejut bukan main, tapi dia akan berusaha tegar.
"Tunggu apa lagi????!!!!" tanya Ebram dengan nada marah.
Semuan orang mengguyur Kyrana sesuai dengan perintah Ebram.
Malam yang sangat dingin , tapi bukan rasa dingin yang membuatnya sedih, hatinya sakit melihat sosok Ebram yang manjadi suaminya.
Suamiku....kenapa kau menikahiku? jika kau benci padaku...kau melukai perasaanku.
Kyrana kau bodoh!!!! kau bukan apa apa baginya, lalu mengapa dia harus menjaga perasaanmu???!!!!
__ADS_1
Kyrana menertawakan dirinya sendiri, tanpa ia sadari seringai muncul di wajah nya.
Ebram yang dari tadi melihatnya merasa heran dan geram.
Apa yang dia tertawakan?? apa dia menertawakan ku??? kurang ajar !!!! kan ku buat kau menangis memohon di kaki ku!!!! batin Ebram.
"Jangan biarkan dia duduk atau masuk kedalam rumah sebelum aku yang menyuruhnya!!!!" perintah Ebram.
Semua yang mendengar merasa takut, mengapa tuan muda begitu kejam?? bahkan pada gadis muda dan baik ini.
"Tuan muda....nona muda akan sakit jika terus berdiri dengan keadaan basah kuyup seperti itu, apalagi , sepertinya hujan akan datang.." keluh Mama Zao seorang kepala pelayan dikeluarga besar Ebram, ia sudah berkerja sangat lama, bahkan sebelum Ebram lahir, dia juga yang mengurus Ebram dulu, dia adalah Maid paling tua maka dari itu orang orang di kediaman Romanov memanggilnya Mama, keluarga besar Romanov juga telah menganggap nya sebagai bagian dari keluarga mereka.
"Jika aku mengatakan tidak , maka tidak!!!! " bentak Ebram
Mama Zao hanya bisa mengasihani nona mudanya itu di dalam hati, dia tau, walaupun dia baru saja seatap dengan nona muda , tapi dia yakin nona muda berbeda dengan gadis gadis lain.
Tenang saja nona muda, aku akan berusaha membantu mu. dalam hati.
Kyrana berdiri dengan kaki gemetar, tapi dia tetap tegar.
Ebram hanya melihatnya dari balkon kamarnya, ia berusaha untuk tidur, tapi entah kenapa ia merasa khawatir, dan tiba tiba bayangan anak perempuan itu menghampirinya lagi
Dalam ingatan Ebram
"Apakah kau menyesal?" tanya seorang kepada anak perempuan itu.
"Tidak, aku tidak menyesal!!" jawab anak perempuan itu.
Entah mengapa jawaban Kyrana tadi, membawanya melihat masa lalunya.
Ia melihat Kyrana yang tetap berdiri di tengah rintik rintik hujan, tiba tiba badan kecil dan kutus itu roboh, membuat Ebram segera berlari menghampirinya, benar saja,Kyrana pingsan.
Bersambung....
Jangan lupa like , koment dan vote ya readers...love you all❤❤❤
__ADS_1