Suami Aroganku

Suami Aroganku
SYAITON


__ADS_3

Kyrana sedang membuat kue di dapur bersama Mama Zao dan para Maid, mereka bercanda dan tertawa.


Tiba tiba..


"Wah..wah...kau tertawa bahagia ya..."


Dua orang wanita datang dengan gaya sombong dan angkuh.


Disebelah tante Nia berdiri seorang wanita yang tak kalah angkuh dan sombong, siapa lagi jika bukan Amor.


"Tante Nia...ayo duduk dulu.." Kyrana ingin mencium tangan Tante Nia, tapi di tolak dengan kasar.


"Jangan sentuh sentuh aku dengan tangan kampunganmu itu!!! perempuan seperti mu tak pantas menjadi nyonya dari keluarga Jayachandra ( nama keluarga besar Ebram author ganti ya..)" sombong


"Hanya allah yang tau.." jawab Kyrana santai.


"Apa maksudmu??" heran.


"Hanya allah yang tau aku pantas atau tidak" santai.


"Dasar tidak punya malu!!!" kesal.


"Kenapa harus malu?? aku pakai baju" sengaja membuat tante Nia kesal.


Semua Maid tertawa mendengar jawaban Kyrana.


"Kau tidak punya sopan santun!!!" jawab Amor tiba tiba.


"Hayya Nyonya...kenapa tidak duduk dulu, datang datang langsung marah marah." Mama Zao tidak mau kalah, dia akan membela nona mudanya itu sampai kapanpun.


"Jangan ikut campur kau perempuan tua!!!" emosi tante Nia.


"Apa kau tidak memiliki kaca, apa suami mu sudah bangkrut dan tidak sanggup membelikan mu kaca? sampai kau tidak bisa bekaca dan melihat bahwa kau juga sudah nenek nenek." jawab Mama Zao.

__ADS_1


Semua Maid tertawa lagi.


"KAU BERANINYA!!!!!" menggeram kesal.


Bruuuukkkkkk (suara pintu dibuka)


"HAI KAKAK IPAR KU PALING CANTIK!!! ADIK IPARMU INI SUDAH PULANG!! MANA RED KARPET NYA!!"


Gina baru saja pulang dengan bahagia, dia tidak tau bahwa hawa dirumah sedang panas.


Gina masuk kedapur, dan melihat ada dua perempuan jahannam.


"Oh..pantes panas...kita kedatangan salah satu makhluk neraka ya..." ejeknya.


Tante Nia dan Amor merasa kesal, akan tetapi masih tetap menahan.


"Gina..kau sudah pulang, bagaimana kabarmu?? kenapa kau tidak pernah kerumah Tante" berpura pura baik.


Emosi Tante Nia sudah meluap luap.


"Gina..lihat aku membawakan mu tas GUCCI terbaru" kata Amor yang mencoba mencairkan suasana.


Gina melirik kearah Amor.


"Siapa ya?" dengan gaya sombong.


Amor tidak bisa berkata kata, Gina mengabaikannya.


"Kakak ipar.." Gina mendekat kearah Kyrana dan bersandar di bahu Kyrana manja, dan melirik kearah Amor dengan sengaja


"Kakak ipar..Gina tadi mau nya disambut pake Red karpet, bukan RED KAMPRET!!" sambil menunjuk kearah Amor yang kebetulan memakai dress berwarna merah.


"Huss , tidak boleh begitu" bisik Kyrana.

__ADS_1


Tangan Amor mengepal, dia menahan emosi yang sudah meluap luap.


"Gina, apa kau mau makan diluar bersama kakak??" tanya Amor.


"Enggak ah, nanti aku keracunan"


"Hahaha , kau ini bicara apa, aku ini kakak mu, mana mungkin sejahat itu" tertawa paksa.


"Aku tidak bilang kau meracuniku, maksudku adalah aku takut makan diluar sembarangan, kenapa pikiran mu meleset?? apa memang itu yang kau niatkan??" nada mengejek.


Amor terdiam, sungguh ia telah terjebak di perangkap Gina.


"Gina, apa kau lupa Amor? Amor dulu sering main kerumah mu, bahkan dari kecil dia sudah ada di samping Ebram" Tante Nia melirik kearah Kyrana.


"Ohhh, sekarang aku ingat!!' jawab Gina dengan wajah bahagia.


Tante Nia senang Gina mengingat Amor, karna dia berfikir bahwa Gina akan dapat menerima Amor.


"Kau ingat sekarang??" tanya tante Nia senang.


Sedangkan Amor menatap Gina dengan mata berkaca kaca, seperti seseorang yang baru saja bertemu dengan orang yang ia sayang,setelah sekian lama.


"Aku ingat!! kau si SYAITON kan??!!!!"


Apa??!!! ( batin Tante Nia dan Amor menjerit)


Gina mendekati Amor.


"Wah kau tidak berubah ya! masih sama seperti dulu, suka sekali merusak suasana dan hubungan orang lain, hahahaha"tertawa mengejek sambil mendorong dorong bahu Amor, layak nya seorang sahabat, sebenarnya Gina tidak akrab dengan Amor, dia hanya berpura pura akrab baik , padahal setiap kata yang ia ucapkan memiliki makna kasar.


Dua perempuan jahannam menahan emosi dan malu, Gina tertawa dengan tawa akrab namun memiliki makna mengejek yang kasar, sedangkan Kyrana dan para Maid yang mendengar hanya terkekeh pelan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2