
Masih di malam yang sama..
Ebram sedang sibuk di ruang kerjanya, ia memeriksa beberapa berkas, entah kenapa tiba tiba pikirannya melayang, teringat dengan kejadian tadi,merasa malu sendiri.
Sialll kenapa aku jadi teringat dengan yang tadi??!!! Ebram!! kau tidak boleh tergoda!!! ingat , tidak boleh ada wanita lain!!!.
Tok tok tok (suara orang mengetuk pintu)
Ebram melihat ke arah laki laki yang duduk di kursi tak jauh darinya, laki laki itu sedang berusaha menahan kantuk, sampai beberapa kali kepalanya terjatuh jatuh.
"Gio..." Tak ada sahutan.
"GIO!!!"
"I iya tuan.." segera bangun dengan mata terbuka lebar.
"Ada yang mengetuk pintu"
"Iya tuan"
Gio membuka pintu, dia melihat seorang wanita manis yang membawa secangkir teh dan cemilan.
(Anggap aja ini ya readers..)
"Apa tuan ada di dalam?" tanyanya.
"Ada nona silakan masuk.."
Kyrana masuk kedalam dengan perasan takut, sebenarnya ia tak mau menemui Ebram, karna malu dan takut, tapi ini semua adalah ide Mama Zao.
"Tuan, aku membawakan mu teh dan cemilan"
"Letakkan saja disini" dingin datar.
Kyrana meletakkan teh dan cemilan di atas meja, dan berniat ingin pergi.
"Kau mau kemana?" dingin
Langkah kaki Kyrana terhenti, dia segera berbalik melihat tatapan dingin Ebram.
"Kau tetap disini"
"Ba baik"
"Gio kau boleh pulang"
"Iya tuan"
Kyrana melihat ke arah Gio, tidak rela di tinggalkan.
Tuan Gio jangan tinggalkan aku...
Tenang saja nona, tuan tidak akan kasar , kau adalah istrinya
Bicara tidak bersuara.
"Apa yang kalian coba bicarakan?"
"Ah, tidak ada"
"Tidak ada tuan"
Gio segera keluar dari kantor Ebram, baru saja keluar, seorang tiba tiba menariknya, dan menyekap mulutnya.
__ADS_1
"Hmppp... Mama Zao apa yang kau lakukan? kau mau membunuh sekertaris tampan ini??"
"Kenapa anak jaman sekarang sangat pede!" gerutu Mama Zao.
"Kenapa kau tiba tiba menarik ku??"
"Apa nona muda berhasil???" penasaran
"Berhasil apa???"
"Berhasil menggoda tuan muda!!"
"APA??! , ohhh aku mengerti, ini pasti rencana mu kan Mama Zao."
"Tentu saja, rencana ku berlian kan?" bangga.
"Brilian Mama Zao, bukan berlian!"
"Alah sama saja.."
"Apa yang mereka berdua lakukan??" tanya Mama Zao penasaran.
"Aku tidak tau, tuan muda hanya menyuruh nona muda untuk tetap tinggal di sana"
"Aishhhhh kau ini!!! bagaimana kau bisa tidak tau!!! kau kan sekertarisnya!!!! sekertaris macam apa kau!!!!" memukul mukul bahu Gio.
"Rasakan lah pukulan EMAK EMAK INI!!"
Nasib ku buruk sekali sih... batin Gio.
Kyrana masih dengan posisi berdiri.
"Kenapa kau berdiri? duduklah disofa. Atau kau mau duduk disini" menepuk nepuk pangkuannya.
Wajah Kyrana memerah.
Ebram menyunggingkan seyumannya, entah kenapa , ia merasa sangat bahagia jika mengganggu istrinya itu.
Mata Kyrana tertuju ke arah cemilan di meja Ebram, dia ingin sekali mencoba kue kering yang masih hangat buatan Mama Zao itu.Dia tidak sadar jika Ebram melihatnya, awalnya Ebram mengira bahwa Kyrana memandang nya, tapi dia tersadar bahwa Kyrana ternyata melihat kearah cemilan di mejanya.
Kue kering jelek sialan!! gerutunya
Muncul ide jahil di kepalanya.
Ebram mengambil kue dan sengaja memakannya dengan gaya iklan iklan di tv, menggigitnya dengan perlahan, memejamkan matanya, lidahnya menjilat sisa sisa kue di bibirnya dan sengaja mengeluarkan suara "Emmmmm" sedangkan Kyrana hanya menelan ludah dan cemberut.
Ebram tertawa terbahak bahak melihat wajah kesal Kyrana.
"Hahahhahaha!!!!"
"Tuan apa kau sedang bahagia, kenapa kau tertawa??" tidak sadar.
"Apa menurutmu aku harus memasang kaca di ruangan ini??" masih dengan tertawa.
"Untuk apa??" bingung
"Sudahlah! sekarang kau kesini!" mengisyratkan dengan tangan nya.
Kyrana segera mendekat.
"Apa kau menginginkan sesuatu??"
"Aku ingin...kue itu..." sambil menunjuk kue tanpa rasa malu, atau takut.
"Kau ternyata makan sangat banyak ya.. tapi tidak gemuk, kemana perginya semua yang kau makan itu?"
__ADS_1
"Jadi nafas" jawabnya santai .
"Hah??!!"
"Tuan berhenti basa basi, aku ingin kue itu"
"Kau berani mengatai aku!!????" kaget
"Upssss maaf..."
"Oke sekarang makan semua kue ini" menyodorkan kue.
"Yeyyyyy"
Kyrana segera duduk di sofa dan memakan kue kue itu sendiri.
"Kau makan banyak sekali, jika kau berada di korea, kau akan di bilang seperti b**i"
"Tuan mengatai aku seperti b**i??!!" kesal.
"Aku tidak mau makan lagi.." membuang muka cemberut, mengembalikan piring kue ke atas meja Ebram.
Ebram melihat piring kue.
"Haishhhh, piring ini sudah kosong, tentu saja kau harus berhenti makan.."
Kyrana:masih diam
"Besok kau mulai sekolah"
Kyrana terkejut dan bahagia, tapi dia masik berpura pura tidak mendengar.
"Jika kau diam saja , maka itu berarti kau tidak suka"
"Tidak tidak, aku sangat suka.." berlari mendekati Ebram dan berjongkok melihat wajah Ebram.
"Bagus jika begitu" tersenyum
"Ihhhh gemesss" mencubit pipi Ebram lagi
"Kau mencubit ku lagi??!!!!!"
"Oh maaf maaf"
Ebram membuang nafas.
"Tuan , apa aku boleh minta sesuatu??"
"Sebutkan apa itu" masih melihat laptopnya
"Aku boleh minta uang saku tidak??"
"Boleh, aku akan memberimu uang saku"
"Apa aku boleh minta lebih dari yang biasanya di beri Oma??"
"Berapa Oma mu memberi mu??"
"20 ribu"
"Kenapa sedikit sekali, jika begitu aku akan memberi mu 100 ribu, apa itu cukup?"
"Iya itu cukup!!! terima kasih Ayah!!!!" refleks memeluk Ebram
"A ayah?!!!!!"
__ADS_1
Sebenarnya aku ini kau anggap suami atau ayahmu??? dasar gadis kecil
BERSAMBUNG