Suami Aroganku

Suami Aroganku
BAB 4 Kenyataan pahit


__ADS_3

Kiki tersadar, apa yg baru saja terjadi bukan lah mimpi, walaupun hati nya begitu sakit, akan tetapi, dia tetap bersabar, dan dia yakin, apa yg telah terjadi sudah menjadi ketetapan.Dia tau, apa yg telah Allah takdir kan pasti ada hikmah nya..


*****


Hari semakin berlalu, tinggal 3 hari lagi sebelum pernikahan Puput dan Zaki.Undangan pernikahan telah tersebar, para warga banyak membicarakan soal pernikahan itu, banyak yg memuji keluarga besar Puput , karna beruntung akan mendapatkan anggota keluarga seperti Zaki.


"Ki.." Omah Iyam , dengan lembut.


"Tadi Omah denger, si Puput mau nikah sma yg namanya Zaki itu.. kamu dah tau belom?"Omah Iyam.


"Udah kok Omah.."Kiki, dengan berat hati.


"Beruntung ya Puput, bisa dapet suami kyk si Zaki itu, kamu klo cari suami cari yg kayak Zaki itu"Omah Iyam.


Deg... Pukulan yg kuat bagi Kiki


*Omah, Kiki janji , bakal kasih cucu menantu yg baik , bahkan jauh lebih baik dari mas Zaki* batin Kiki.


*******


Jam menunjukkan pukul 4 sore, udara sangat dingin, di sertai awan mendung. Kiki berdiri di teras rumah sambil memandang langit mendung.


Tiba tiba ada yg menghampirinya.


"Assalamualaikum.."


Kiki melihat ke sumber suara.


"Nabila!!!!!" teriaknya sambil memeluk Nabila, entah kenapa, Kiki menjadi menangis ketika melihat Nabila, semejak Puput datang kerumah nya beberapa hari yg lalu, dia merasa kecewa , sampai dia lupa bahwa dia masih memiliki Nabila.

__ADS_1


"Jangan nangis dong sayang.. nanti cantik nya ilang lho.." Nabila, dengan suara yg manjanya seperti biasa. Nabila tau kenapa Kiki menangis, dia pasti ingat Puput kan..


Dia baru tau soal undangan pernikahan Puput, dia terkejut dan marah ketika mengetahui hal itu.Supaya lebih pasti, dia datang ke rumah Kiki untuk bertanya.


" Jangan berdiri di sini terus dong.. capek tau.."Nabila, sambil manyun.


"Iya aku minta maaf, ayo masuk"Kiki , menarik tangan Nabila.


"Wahhh aku kangen main kerumah kamu Ki.."Nabila, sambil melihat sekeliling rumah.


"Kmu sih... gak pernah main kesini lagi..mentang mentang dah lulus dah gk sekolah lagi, jadi lupa sama aku.."Kiki, sambil memajukan mulut nya.


"Ih ih gemes deh.."Nabila , sambil mencubit pipi lembut Kiki.


"Udah, gak usah manyun manyun, nanti ku kuncir mulut mu.."Nabila.


"Sekalian aja di kepang mbak..."Kiki kesal.


"Hahhahaaa" mereka tertawa bersama,Nabila sengaja menghibur Kiki sebelum bertanya.


setelah selesai bercanda ria, Nabila mencoba bertanya.


"Ki..., apa Pernikahan Puput itu bener??"Nabila


Kiki membuang nafas kasar.


"Iya bil..itu bener"Kiki.


"Kok bisa sih? bukan nya kemaren kmu ngomong si mas Zaki mau ngelamar kamu, terus kenapa malah mau nikah sama Puput? apa jangan jangan , Puput main jaran goyang lagi??? "Nabila.

__ADS_1


Kiki memukuk paha sahabat nya itu.


"Ngawur aja, mereka itu dijodohin sama orang tua mereka."Kiki.


"Owalah.... ngomong tho dari tadi, biar pikiran ku gk jdi liar gini"Nabila nyengir.


Kiki menceritakan kejadian yg sebenarnya dengan mata berkaca kaca, mencoba menahan tangis.Sedang kan Nabila, sudah menahan emosi , apa lagi mendengar kata kata yg di ucapkan Puput pada Kiki.


"Gk bisa di biarin, pokok nya aku harus ngomong sama Puput!!!"Nabila berdiri untuk pergi. Tapi Kiki menahan nya.


"Janga bil.. aku dah rela kok , klo Puput nikah sama mas Zaki..."Kiki


"Rela???!! gk semudah itu, kita harus ngasih pelajaran sama Puput, aku bener bener gk nyangka , dia bisa sekejam itu sama kamu, gk kusangka dia bakal gk punya malu kyk gitu!!"Nabila berbicara dengan emosi.


"Terus si Zaki itu gk ketemu sama kmu? dia gk kasih penjelasan ke kamu?"Nabila.


Kiki menggelengkan kepala.


"Terus kamu gk cari dia?"Nabila.


"Gak bil, aku gk mau , aku takut malah jdi salah paham, aku gk mau nyakitin perasaannya Puput"Kiki.


"Perasaan?!! Ki.. kamu masih mikirin perasaan dia?!!! dia aja gk mikirin perasaan kamu!!!!"Nabila.


"Tapi dia sahabat kita..."Kiki


"Sahabat???, cih...dari dia ketemu kamu terakhir kali, dia bukan sahabat kita lagi, aku juga gk punya sahabat kyk dia, ke dekatan kita yg dulu, biarlah jdi kenangan.. lupain aja, seolah olah kita gk pernah ada hubungan."jawab Nabila kejam.


*Ki...aku bukan pilih pilih diantara kalian berdua, tpi aku cuma berpihak kepada kebenaran, dan aku kecewa sama Puput, apa kenangan dan masa masa bahagia kita dulu gk bisa dibandingin sama cintanya ke Zaki, seberapa besar sih cinta nya sma Zaki, sampe tega menganggap sahabat nya sendiri musuh

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2