
Kyrana sudah terlihat rapi dan cantik, senyum yang lebar terlihat di wajahnya.
Sebelum bersiap, dia sudah terlebih dahulu menyiapkan perlengkapan Ebram.
"Pagi...." sapanya penuh semangat.
Ebram melihat ke arah Kyrana, satu alisnya naik ke atas.
"Mau kemana kau???" Heran.
"Apa kau lupa???"
"Lupa apa?" tanya Ebram bingung.
"Aku mau sekolah"
"Sekolah??? bukannya kau sudah lulus??"
"Aku mau ngampus"
"HEY!!!! APA KAU BARU MENGATAIKU ******?!!!!" tiba tiba kesal.
"Ihhhhh bukan ******, tapi ngampus, ke kampus.." kesal tapi disembunyikan.
Pengen aku sentil nih jidat nya... Gerutu Kyrana.
"Kenapa kau kuliah tidak bilang bilang padaku?!!!!" marah.
"Bukannya semalam kau yang bilang.."
Ebram mengingat dengan seksama.
"Wahhaahahahaha" terbahak bahak.
"Tuan....apa kau ingin aku bawa ke rumah sakit jiwa??"
"Heh kau mengataiku gila??!!!!"
"Lalu kenapa kau tertawa???"
"Aku membohongi mu.." santai.
"APA?!!!"
"Apa aku kurang keras?!!!"
"Kau benar benar jahat.."
"Kau tidak perlu kuliah, lagi pula di kampus tidak ada Jurusan menjadi istri yang baik.."
Kyrana sangat kesal, dia ingin marah tapi takut.
"Kau tidak perlu ke Universitas untuk kuliah, cukup belajar dirumah saja"
"Siapa dosennya...??"
"Aku" bangga.
"Dosen Jurusan apa kau ???"
"Dosen Jurusan buat anak..." santai.
Semua maid yang mendengarnya terkekeh pelan, semenjak kedatangan nona muda, tuan muda mereka ini bertingkah sangat lucu.
"Hayoyo nona muda..aku juga akan mengajarimu berapa materi!!!" Mama Zao sangat bahagia.
"Ya sudah kalo begitu kenapa kau tidak praktek saja dengan Mama Zao wahai tuan muda.." polos.
Ebram dan Mama Zao melotot.
__ADS_1
Duuukkkkkkk
Mama Zao memukul kepala Kyrana dengan centong sayur.
"Nona muda...aku ini memang bawahan mu...tapi aku jauh lebih tua darimu..aku akan mendidikmu sebagai anak..." celutuh Mama Zao kesal.
"Emangnya tadi aku bilang apa???" bingung.
Kenapa aku punya istri sekecil ini????
"Sudahlah kau tidak mengerti"
Kyrana berfikir tentang apa yang ia katakan, tiba tiba matanya melotot.
Apa yang baru saja aku katakan??!!!!! dasas ****** !!!! kebanyakan makan tomat sih!!!!
Kyrana mencoba memahami setiap kata kata Ebram tadi.
"Tuan ayo belajar!!!"
"Hah???? kau belajar denganku???"
"Tentu saja!"
"Oh baiklah" tersenyum jahat.
"Kau mau sekarang atau nanti malam??" tanya Ebram.
"Sekarang lah!!!"
Apa ??!!!!! dia mau sekarang ???!!! .
"Kenapa malah melamun?! buang buang waktu saja, nanti keburu siang!! panas!!, ayo ayo!" menarik tangan Ebram.
Ebram terus tersenyum kecil, ia heran kenapa gadis ini begitu manis.
Terlalu banyak berfikir, hingga tidak sadar.
"Eh??? kok malah ke kebun belakang?? apa kau mau aku mengajari mu di semak semak??" heran.
"Ayo kita belajar berkebun!!!" semangat 45.
"Berkebun??!!!"
"Iya ayo kita belajar berkebun dan mengenali tentang tanaman, pak dosen.."
"Maksudku bukan belajar berkebun!! tapi belajar membuat anak!!!"
"Kamu ini pikirannya membuat anak terus!! ini juga kita mau membuat anak!!"
"Hah?????" bingung.
"Tentu saja buat anak tumbuhan, yaitu TUNAS!!!" bersemangat.
"APA????!!!!!"
Seumur umur , dari kecil gak pernah aku berkebun dan menanam. membuang nafas berat dan memijat pelipisnya.
Akhirnya...Ebram terpaksa bertanam bersama Kyrana.
"AAAAAAA!!! lihat lah ada cacing!!!!!" Teriak Ebram.
"Kamu takut cacing??!!! sungguh tidak keren"
"Bukan takut!! tapi geli!!!"
Muncul niat jahil, mengambil kayu dan mengambil cacing.
"Ini dia!!! peluk aku tuan muda tampan!!!" Mendekatkan ke Ebram.
__ADS_1
"AAAAAAAAAA!!!!! JAUH KAN JAUHKAN!!!" Histeris.
Mendengar teriakan Ebram membuat Kyrana tambah jahil.
"Hwoooooo" mendekatkan cacing ke Ebram.
"MENJAUHLAH!!!"
Mereka berkejar kejaran di kebun yang luas.
"Hehehe mereka sangat lucu" kekeh Mama Zao yang bersembunyi di balik semak semak.
"Iya kau benar Mama Zao, sudah lama tuan muda tidak begini" jawab Gio.
Sejak tadi Mama Zao dan Gio melihat mereka dari balik semak semak.
"Sudah lah....aku lelah..." ngos ngosan.
"Iya aku juga, istirahat bentar"
Mereka berdua duduk direrumputan dengan ngos ngosan.
Melihat Ebram yang santai dan tidak waspada, membuat Kyrana ingin menjahilinya lagi.
"Ini dia!!!!" Kyrana melempar cacing itu ke Ebram,dan...cacing itu masuk melalui kerah baju Ebram.
"Aaaaaaaaaa!!!!!" teriak sekencang mungkin.
Dia berdiri dan melompat lompat geli, membuat Kyrana tertawa terbahak bahak.
Karna Ebram melompat lompat, cacing itu malah masuk ke celananya
"Aaaaaa!!!!! dia masuk kecelanaku!!!!"
Kyrana terkejut melihat Ebram yang histeris, dan sepertinya ingin menangis.
"Biarkan aku membantumu mengambilnya!!" teriak Kyrana.
Kyrana segera berlari mendekati Ebram dan langsung memasukkan tangan nya kedalam celana Ebram.
Betapa terkejut nya dia, dia langsung berhenti melompat dan berteriak, tiba tiba juniornya menegang.
Kyrana terus merabaraba didalam celana Ebram.
"Mana sih???" gerutu Kyrana.
Sedangkan Ebram masih mematung kaget.
"Aku menemukannya!!!! tapi tunggu dulu, kenapa cacingnya besar sekali??"
"Hah???" bingung.
"Sepertinya di dalam celana dalam mu" berbicara tanpa dosa.
Sedangkan Ebram telah memerah.
Tiba tiba Kyrana memencet sesuatu..
"Aaaaaaa!!!!!!!" teriak Ebram dan Kyrana berbarengan.
"Apa itu???!!!!" keget
"Juniorku!!!"
"Aaaaaaa!!!!" mereka berdua berlari, Ebram segera ke kamarnya, dan Kyrana ke kamar nya sendiri, mereka berdua terbakar malu, mereka berdua tidak tau bahwa si cacing sudah keluar dari ujung celana Ebram sejak lama.
Kedua sejoli di balik semak semak tertawa dahsyat sampai guling guling..
Bersambung...
__ADS_1
Maaf ya readers..author baru Up, kemaren author sakit, sekarang juga masih dirumah sakit, tapi dah mendingan, mungkin karna doa dari kalian...makasih dah setia membaca karya author, maaf kalo ceritanya bikin geliπππ
Bye bye... love you all..