Suami Aroganku

Suami Aroganku
BAB 9 Pernikahan ku


__ADS_3

Hari akad nikah Kyrana dan Ebram telah tiba, karna jadwal Ebram yang sibuk, dia tidak bisa mengadakan resepsi secara langsung, resepsi akan menyusul nanti.


Kyran telah memakai Kebaya putih yang indah dengan rambut yang di sanggul, terlihat sangat cantik, hingga memukau para tamu.


Hanya ada beberapa tamu yang datang, dari pihak Kyrana hanya datang kakak perempuannya yaitu Lila, Omah Iyam tidak datang karena acara akad nikah dilakukan mendadak.


"SAYA TERIMA NIKAH NYA KYRANA DENISHA CAHYANI THINO BINTI IDRIS SUBHIANTO THINO DENGAN MAS KAWINNYA ( skip aja ya, author bingung mas kawin nya berapa, tapi yang pasti cukup gede' ya readers...biasa, orang kaya hehehe) DIBAYAR TUNAI " Ebram mengucapkannya dengan lantang dan jelas , membuat para tamu yang hadir terpukau.


"Sah???!!" tanya Penghulu pernikahan.


"SAH !!!!!!!!!!" jawab para tamu yang hadir.


Sekarang , mulai detik ini , aku telah resmi menjadi istri laki laki yang tak aku kenal, ya allah semoga hidup ku setelah ini berjalan dengan baik, dan mulai sekarang aku akan mencoba melupakan mas Zaki, aku akan mencoba mencintai suami sah ku, apapun kekurangan nya... Dalam hati Kyrana.


Kyrana mencium tangan suami nya dengan jantung berdebar debar, sampai giliran bibir lembut Ebram mencium keningnya, entah mengapa ada rasa hangat di dadanya, ia juga merasa lapang, walau ia tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


( Author yang nulis kok terharu ya😭😭😭)


Mobil berhenti di depan rumah besar dan mewah.Kyrana dan Ebram turun dari mobil.


"Mas, kenapa kita tinggal dirumah sendiri? kenapa gak serumah sama Mamah Papa, lagian juga rumah Mamah papa besar, kamarnya juga masih ada yang kosong."


"Kalo aku mau nya kita punya rumah sendiri kenapa???" tanya Ebram dingin.


"Gak kok gak kenapa kenapa, cuma agak berlebihan aja"


Ebram tak menjawab dan langsung masuk rumah meninggal kan Kyrana.


"Nona masuk saja, biar saya yang membawa barang barangnya masuk" kata seorang pelayan.


"Oh iya, makasih ya pak" dengan ramah.

__ADS_1


"Iya sama sama nona" dengan menunduk.


Kyrana segera menyusul Ebram masuk.


Dimana tuan muda mendapat kan nona muda dan sangat baik, sangat bertolak belakang dengan sikap tuan muda. batin Pelayan tadi.


Kyrana dan Ebram tidur di kamar yang terpisah, dan kamar mereka bersebelahan.


Alasan Ebram ingin tinggal di rumah sendiri karna ia ingin bebas melakukan apapun pada Kyrana.


Ebram mengelilingi rumah baru nya sendirian, ia berhenti di taman bunga dan halaman kecil di belakang rumah, ia memandang ke arah taman dan halaman itu , tiba tiba sosok anak perempuan yang cantik melayang ke dalam ingatan nya.


"Aku merindukan mu , apakah kau juga merindukan ku??" Lirih nya.


Entah mengapa,setelah mengatakan itu tiba tiba ia teringat dengan wanita yang telah sah menjadi istrinya.


Kyrana....bersiaplah, aku akan memberimu pelajaran... di tambah seringai licik.


"Mas.. mau Kyrana buatin kopi atau teh??" tanyanya perhatian.


"Buatin aku teh, awas kalo gak enak" ancamnya.


Kyrana hanya mengangguk dengan lembut.


Ia membuat teh dengan gerakan halus dan teliti, wajahnya nya yang cantik dan manis terlihat sangat serius, membuat para Koki dan pelayan yang melihatnya merasa kagum, siapun yang melihatnya pasti tidak ingin moment ini berakhir.Andai saja tuan muda melihat, mungkin saja ia akan langsung jatuh cinta dan sadar bahwa ia memiliki istri yang sempurna.


"Kenapa kalian semua melihat ku seperti itu" tanya Kyrana yang tak sengaja melihat orang orang memandangnya.


"Oh, maaf nona, apa kami mengganggu anda?? apa anda perlu bantuan??" tanya Tedi, seorang koki di sana.


"Tidak kok, aku tidak perlu apa apa, baiklah kalo begitu aku langsung pergi mengantar teh ya"

__ADS_1


"Oh ya, silakan nona"


Kyrana berlalu pergi meninggal kan Tedi yang masih memandang nya.


Kenapa anda manis dan baik sekali... batin Tedi.


Apa yang aku lakukan ??? kenapa aku terus memandang nona muda???!!! kau pasti mencari mati Tedi!!!! Gerutunya pada diri sendiri.


"Ini mas" Meletakan secangkir teh di hadapan Ebram.


Ebram mengambil secangkir teh itu.Tiba tiba wajah nya berkerut.


Kenapa bau nya berbeda dari teh yang biasa dibuat pelayan, bau nya lebih enak.


Ebram menghirup teh secara perlahan, entah mengapa, rasa teh ini sangat cocok di lidahnya.


"Kau tidak makan??? apa kau mau sakit??" Tanya Ebram yang berusaha mengalihkan kefokusan Kyrana yang dari tadi menunggu apa pendapat Ebram tentang teh nya.


"Ya aku akan makan sekarang"


" Hmmmm , setelah makan , pergilah ke halaman belakang !"


Halaman belakang??? apa yang akan dilakuakan nya malam malam begini.


"Apa kau dengar aku???" tanya Ebram mendesak Kyrana.


"I iya "


BERSAMBUNG


Jangan lupa like, koment, dan vote nya ya readers.... love you all❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2