Suami Aroganku

Suami Aroganku
Sifat Kyrana sebenarnya.


__ADS_3

"Maaf nona Amor,saya terlalu sibuk,kita main lain kali ya.." berbicara formal


"Ayo Nabila,vero,kita pulang" pergi.


Teman teman Kyrana langsung pergi mengikuti.


Walaupun Kyrana masih muda,dan badannya tidak terlalu tinggi,namun auranya yang kuat membuatnya mencolok diantara orang banyak,dan membuatnya tidak bisa diabaikan.


Sengiran muncul di bibir Ebram.


"Kak Ebram!!! lihat dia!!! dia berani sekali!!" mengadu manja.


"Bukan urusanku,lagipula kau yang mencari masalah terlebih dahulu" langsung pergi.


"Kak Ebram!! tunggu!!" mengejar.


Kyrana dan kedua sahabat nya pergi ke kafe lain,mereka masih belum puas bercerita bersama.


"Ki..itu tadi siapa kamu??" tanya Nabila.


"Yang mana?" santai


"Yang cowok sama cewek tadi!"


"Oh..yang cowok itu suamiku,yang cewek itu mak lampir dari gunung merapi"


"Suamimu??!!!" Nabila dan Vero berbarengan.


Kyrana mengangguk.


"Kamu gak cemburu liat mereka berdua gitu??" tanya Nabila.


"Gak tuh"


"Ohhh" Nabila dan Vero.

__ADS_1


Setelah mengobrol beberapa saat,Kyrana memutuskan untuk pulang lebih dulu.


Sedangkan Nabila dan Vero masih di kafe.


Nabila terus melihat punggung Kyrana,yang lama kelamaan tak terlihat lagi.


"Kenapa?? kamu khawatir??" tanya Vero.


"Tentu saja aku khawatir,Kiki itu sahabat ku dari kecil,dia sudah kuanggap saudaraku sendiri."


"Aku memang khawatir,tapi awalnya aja,karna aku tau sifat Kiki,dia bilang kayak gitu,karna dia belum sadar sama perasaannya"


"Kiki bukan tipe yang mudah melepaskan apa yang dia suka dan dia sayang."


"Kalau masalah Zaki sama Puput??" tanya Vero.


"Itu karna Kiki sayang Puput,dia sudah menganggap Puput seperti saudara sendiri,dia menangis karna gak bisa buat apa apa,karna Puput sahabat nya sendiri,jika saja itu orang lain,Kiki tidak mungkin akan melepaskan Zaki semudah itu,biar aku kasih tau ya...Kyrana bisa menjadi orang terbaik yang pernah kamu temui,atau menjadi orang yang paling buruk yang pernah kamu temui,tunggu saja nanti saat waktunya tiba,tidak ada yang bisa lari dari genggamannya" tiba tiba berbicar formal dengan ditambah senyum sinis diakhir kalimat.


Gleeekkk ( vero menelan ludah)


"Ihhhh orang serius serius!!" memukul bahu Vero.


"Aduh!! sakit tau!!"


Kyrana pulang kerumah,persaannya jauh lebih baik setelah membuat Amor kehilangan kata kata.


"Dia belum pulang,pasti lagi seneng seneng sama si Amor itu" bergumam dengan cemberut.


"Aku aja belum pernah diajak jalan jalan,si Amor kok dah diajak aja.." kesal.


"Kenapa wajahmu ditekut sepuluh begitu?" tanya seorang tiba tiba.


"Tuan kau sudah pulang!!" berjalan mendekati Ebram dan mencium tangannya.


"Kenapa formal sekali??!"

__ADS_1


"Hah??!" bingung.


"Kamu tu lohh,gak usah ngomong formal banget!!"mengikuti gaya bicara Gina yang lebay.


Kyrana terkekeh pelan.


"Ngetawain aku kamu ya??!"


"Enggak kok,tadi ada kucing lewat pake daster"


"Iya tah,kayaknya kucing itu maling dasternya Mama Zao deh..."


Kyrana berusaha menahan tawa


Aku kira kamu pintar tuan Ebram,tapi ternyata kamu mudah juga di bohongi.


"Tuan, Nona sudah pulang!"


"Hmmm"jawab Ebram.


"Sudah Mama Zao"


"Eh Mama Zao,apa Mama kehilangan salah satu daster Mama??" tanya Ebram.


"Bagaimana tuan muda tau???" heran.


"Tadi ada Kucing lewat pakai daster,kayaknya itu punya Mama."jawab Ebram.


"Iya?!!! mana kucing nya??!!! biar aku potong ku jadikan pajangan dikamarku!!"


Idihhh Mama Zao serem juga ternyata,hahaha Batin Kyrana.


Seorang yang tak sengaja mendengar kata kata Mama Zao ketakutan,karna pasalnya,dialah yang mengambil daster Mama Zao.


Bersambung...

__ADS_1


Hai readers...kemaren kan author dah janji mau crazy up,ini author lagi proses,harap sabar ya..maaf terlambat..


__ADS_2