Suami Presdir Ku Yang Bucin

Suami Presdir Ku Yang Bucin
Chapter 5 Simpul Kupu-kupu


__ADS_3

Terpuruk oleh keadaan, Qian Qian mulai meneteskan air mata di hadapan Jian Yu. Orang tuanya telah tiada, kekasihnya yang dulu mencampakkannya dan sekarang dia kehilangan hal berharga dirinya sebagai seorang wanita. Jika seandainya teman-temannya tahu, maka tamatlah nasibnya. Dalam hatinya, Qian Qian membayangkan ketika tidak ada lagi pria yang ingin menikahinya, atau bagaimana jika Jun Chen Jie mengetahui hal itu.


Qian Qian tidak bisa meminta Jian Yu untuk bertanggung jawab. Ia masih mencintai mantan kekasihnya yang dulu. Meski telah dicampakkan namun ia tetap berpikir kalau itu hanyalah sebuah kesalahpahaman dan mungkin kelak Jun Chen Jie akan mencintainya lagi.


Qian Qian tertunduk sambil terisak. Melihat wanita itu begitu sedih karena dirinya. Jian Yu merasa iba. Ia berdeham sekali untuk memulai pembicaraannya.


"Aku...akan bertanggung jawab. Bagaimanapun juga malam itu adalah kesalahan ku." Katanya.


Tapi bagaimana bisa itu kesalahannya? Dilihat dari sudut pandang manapun, Qian Qian lah yang berada di kamar dan di atas ranjang Jian Yu saat itu. Namun Jian Yu tidak berpikir seperti itu. Sebagai seorang laki-laki ia memilih untuk menanggung bebannya.


Qian Qian terkejut. Bukannya senang, ia tetap terisak dengan tangisan. Qian Qian merasa kalau hidupnya sudah menemui jalan buntu. Bagaimana nantinya jika ia benar-benar menikah dengan pria di hadapannya dan Chen Jie mengetahuinya? Lalu bagaimana dengan anak yang ada di kandungannya jika Chen Jie mengetahuinya?


Akankah ia merasa jijik padaku dan melihatku seperti wanita murahan?


Chen Jie, Chen Jie, Chen Jie, kepala Qian Qian benar-benar penuh dengan sosok laki-laki itu. Qian Qian tidak bisa membayangkan jika salah satu hal itu terjadi. Seolah jiwanya dipegang oleh Chen Jie. Qian Qian dibutakan oleh rasa cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


Qian Qian mengeratkan giginya, ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Ia berdiri dan mengusap air matanya.


"Hiks.... Baiklah tapi dengan syarat, kau harus penuhi permintaan ku." Katanya lalu pria itu mengangguk dengan wajah serius.


Kekayaan? Jabatan? Dia percaya diri dengan materi kehidupan yang pastinya bisa ia penuhi jika seorang wanita meminta padanya. Bukannya sombong, Jian Yu selama ini hanya melihat wanita selalu mengincar materi. Dunianya memang seperti itu, tidak hanya rekan kerjanya yang selalu mencari muka di hadapannya, bahkan wanita berupaya ingin bersama dengannya hanya karena ia memiliki apa yang mereka butuhkan itu, walau itu harus membuat mereka menjadi teman semalam saja.

__ADS_1


Qian Qian mengatur nafasnya. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dan melakukannya sekali lagi sebelum ia membuka suara.


"Pertama." Qian Qian menaikkan jari telunjuknya.


"Aku tidak ingin siapapun mengetahui hubungan kita. Meski kita menikah dengan resmi tapi aku tetap tidak ingin siapapun mengetahui hubungan kita. Tidak terkecuali keluarga mu."


Sungguh permintaan aneh, tapi Jian Yu spontan mengangguk.


"Kedua. Aku tidak ingin kau mencampuri urusanku dan begitupun aku yang tidak ingin mencampuri urusan mu. Mengerti?" Lanjutnya masih dengan persyaratan aneh lainnya.


Bagaimana mungkin pasangan suami istri untuk tidak saling peduli. Tapi untuk kedua kalinya Jian Yu mengangguk lagi.


"Jangan biarkan siapapun tahu tentang bayi ini. Meskipun dia adalah bayiku tapi aku tidak menginginkannya."


Jian Yu terdiam, ia membuka mulutnya seperti ingin mengatakan sesuatu tapi memikirkan tentang persyaratan-persyaratan sebelumnya, Jian Yu menutup kedua matanya lalu menghela nafas berat. Untuk apa melahirkannya jika memang tak menginginkannya? Jian Yu benar-benar tidak habis pikir. Namun untuk ketiga kalinya ia menyetujui permintaan Qian Qian, meskipun itu sangatlah berat. Yah, mungkin bukan untuknya tapi untuk bayi itu nantinya. Jian Yu merasa kasihan padanya. Kelak, pasti ia akan membutuhkan kasih sayang seorang ibu.


...****************...


"Yue Yue~" Qian Qian berlari kecil lalu ia melompat memeluk Xiao Yue dari samping.


"Ah! Kakak..."

__ADS_1


Hampir saja Xiao Yue menjatuhkan kantong sampah yang ada di tangannya karena Qian Qian.


Xiao Yue melihat Qian Qian sambil tersenyum. Sejak kakaknya terbangun, banyak hal yang berubah darinya dan sungguh, Xiao Yue bersyukur karena kakaknya menjadi pribadi yang lebih baik. Walaupun, ia kehilangan ingatannya akan 5 tahun sebelumnya.


Saat itu, kembali ketika Qian Qian telah sadar sadar ketika ia pingsan di luar rumah sakit. Setelah rasa sakit hebat yang menusuk isi kepalanya, Qian Qian yang saat ini adalah reinkarnasi dari Sang Naga Kuno mendapatkan ingatan dari pemilik tubuh asli.


Gloria atau Qian Qian yang saat ini mulai bertanya banyak hal pada adiknya tentang apa yang terjadi padanya. Ia melihat ekspresi wajah Xiao Yue mulai tampak aneh ketika ia menanyakan tentang Chen Jie dan audisi pencarian artis pemula.


Qian Qian masih tidak tahu tentang apa yang terjadi dan masih bersikukuh untuk mempertanyakan tentang Chen Jie.


"Apakah kakak masih memikirkan tentang laki-laki brengs*ek itu? Bagaimana bisa kakak masih bertanya tentangnya?! Dan lupakan tentang audisi itu." Ucap Xiao Yue menepis tangannya di udara.


Xiao Yue dengan tegas mengatakan hal itu pada Qian Qian. Wajah ketusnya sungguh menunjukkan kalau pria bernama Chen Jie pasti sudah melakukan sesuatu yang membuat Xiao Yue sangat membencinya. Bagaimana bisa adik sebaik Xiao Yue membencinya?


Qian Qian meletakkan kedua jari telunjuknya pada pelipisnya dan mencoba mengingat-ingat tentang apa yang terakhir kali terjadi pada Chen Jie dan dirinya.


Hmm... Chen Jie...dia memutuskan pemilik asli ini dan mencampakkan begitu saja di depan umum. Dia mempermalukannya. Konyol. Lalu bagaimana dengan audisi itu? kenapa adikku berkata seperti itu tadi? Padahal audisi itu adalah hal yang sangat dinanti-nantikan oleh si pemilik tubuh asli ini. Apakah terjadi sesuatu? Kalau seingatku... waktu itu pemilik tubuh ini pingsan dan... tiba-tiba aku terbangun di rumah sakit.


"Hngg...Kalau audisi? Bagaimana dengan audisinya?" Tanya Qian Qian penuh ragu.


Apapun jawabannya, dia harus mencari tahu kebenarannya.

__ADS_1


__ADS_2