Suami Presdir Ku Yang Bucin

Suami Presdir Ku Yang Bucin
Chapter 6 Lamaran Pernikahan? Apa Yang Terjadi?


__ADS_3

Gloria tak pernah begitu mengerti tentang hati dan perasaan manusia. Dirinya yang sebelumnya adalah Naga kuno yang berkuasa dengan kekuatan hebat yang bahkan Dewa-dewi tak berani mengusik kediamannya. Meski telah hidup sangat lama, Gloria selalu menutup diri dari dunia dan tidak banyak hal menarik yang terjadi dalam hidupnya. Satu-satunya orang yang pernah bersamanya adalah Sang Pahlawan yang memberikan sedikit warna pada kesehariannya.


Kala mendengar penjelasan Xiao Yue tentang audisi pencarian artis pemula, Qian Qian tidak mengerti bagaimana harus merespon mimik wajah adiknya itu yang tampak sangat kesal. Menurut dari yang Xiao Yue jelaskan padanya. Si pemilik tubuh asli memiliki seorang teman bernama Tang Jia Li. Dia adalah sahabat dari Qian Qian. Keduanya mendaftar untuk mengikuti audisi bersamaan. Tapi, sebelum audisi dimulai, Qian Qian menghilang tanpa kabar selama semalam padahal besok pagi adalah waktu audisinya.


Xiao Yue yang curiga akan gerak-gerik Tang Jia Li selama ini, segera menyelidiki kemana kakaknya pergi. Dengan sangat cemas dan tergesa-gesa, Xiao Yue menanyakan kakaknya pada semua orang yang mengenalnya. Sayangnya, pencarian malam itu tak mendapatkan hasil apapun namun Xiao Yue mendapat sedikit petunjuk tentang Tang Jia Li yang pergi bersama kakaknya.


Xiao Yue kembali saat dini hari dan ia terkejut saat baru masuk ke dalam rumah dan mendengar isak tangis seorang wanita dari lantai atas.


"Kakak!"


Xiao Yue yang bergegas ke lantai dua kaget dan menahan nafasnya dengan mulut terbuka saat ia melihat ruangan itu berantakan. Vas bunga, bingkai foto, buku dan barang-barang lainnya seperti dilemparkan ke lantai.


Qian Qian duduk dengan menutup wajahnya dan menangis. Xiao Yue langsung berlari menghampirinya.


"Kakak, apa yang terjadi? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Xiao sambil memegangi kedua pundak Qian Qian dari belakang Namun Qian Qian tenggelam dalam kesedihannya sehingga ia tak begitu peduli untuk menjawab Xiao Yue.


Xiao Yue berpindah lalu duduk di depan Qian Qian. "Katakan padaku kak, apa yang terjadi padamu?"


Hati Xiao Yue tak kuat melihat kakaknya. Ia mencoba mengambil tangan yang menutupi wajahnya. Namun Qian Qian menarik tangannya dengan paksa dan menepis tangan Xiao Yue.


Xiao Yue menggigit bibirnya bawahnya, alisnya menekuk ke atas dengan pandangan kasihan serta sedih melihat Qian Qian. Selain ketika diputuskan oleh Jun Chen Jie beberapa bulan lalu, ia tak pernah melihat kakaknya sesedih itu.


Pasti ada seseorang yang melakukan sesuatu yang buruk pada kakak sampai dia seperti ini. Ku harap hal ini tidak ada hubungannya dengan laki-laki kurang ajar itu lagi.


Karena tak bisa membujuk Qian Qian, Xiao Yue memilih untuk sedikit merapikan kamar itu. Alih-alih memungut pecah belah dan barang lainnya yang berserakan, Xiao Yue tak bisa melepaskan tatapan matanya dari Qian Qian. Xiao Yue menghela nafasnya sebelum akhirnya ia menutup pintu dengan pelan dan meninggalkan Qian Qian di ruangan itu.


"Kakak...."

__ADS_1


Esok paginya. Xiao Yue telah berdiri di depan kompor dan menyiapkan makanan untuk Qian Qian.


Ini ada mapo tahu dengan daging kesukaan kakak. Semoga dia bakal senang.


Xiao Yue tersenyum sejenak, tapi ketika bayangan akan kesedihan Qian Qian muncul di benaknya. Ia menghela nafasnya sambil memandangi langit-langit dimana kamar Qian Qian berada.


~ TING TONG ~


Di pagi hari suara bel rumahnya berbunyi membuat ia tersentak dan menoleh ke belakang. "Pagi-pagi begini. Siapa ya yang datang."


Xiao Yue mematikan kompornya, meletakkan alat masaknya dan berjalan menuju pintu. Karena bel pintu rumahnya yang berbunyi tentu itu bukanlah pelanggan. Yah, lagi pula pintu besi tokonya pun belum ia angkat ke atas.


Xiao Yue memutar gagang pintu dan ia melihat seorang pria berjas hitam tampak formal dan terlihat begitu rapi. Dari wajah dan gaya berpakaiannya saja, Xiao Yue bisa tahu, kalau orang baru yang ia lihat itu memiliki style elegan yang mana para generasi kedua biasa kenakan. Mata tajam berwarna hitam pekat yang mempesona dan aura mendominasi serta karisma yang ia pancarkan, Xiao Yue yakin kalau para wanita yang melihatnya akan jatuh hati begitu saja. Xiao mengerutkan bibirnya.


Sayangnya, aku sedang tidak ada niat untuk mencari pendamping hidup.


Baginya, hubungan percintaan itu bukanlah nomor satu dalam hidupnya saat ini. Dia berpikir kalau seandainya ia memiliki seorang kekasih, maka siapa yang akan menjaga kakaknya yang ceroboh itu.


Sebenarnya Jian Yu bisa melihat dengan jelas persamaan Qian Qian dan gadis di hadapannya itu. Walau mereka baru bertemu kemarin tapi Jian Yu merasa kalau gadis itu pastilah keluarganya.


Siapa? Darimana datangnya pria tampan ini dan kenapa dia mencari kakak?


Xiao Yue pelanga-pelango di balik pintu. Ia menjulurkan leher sedikit untuk melihat kalau tidak ada orang yang sedang mengerjainya atau kamera yang tersembunyi di luar sana.


Dia terlihat seperti seorang model? Apakah ini sungguh bukan acara TV. Lalu, kenapa mencari kakak? Apa mungkin mereka ingin mengundangnya masuk ke dalam perusahaan hiburan mereka.


Pikiran Xiao Yue mulai kemana-mana. Sifatnya yang sedikit lugu dan optimis itu memang menjadi daya tarik dirinya di SMA. Xiao mulai tersenyum sendiri membuat Jian Yu mengangkat satu alisnya.

__ADS_1


Xiao Yue kembali dari lamunannya, ia tiba-tiba ingat kalau dia sudah cukup lama membiarkan pria itu berdiri di depan pintu. Karena ia merasa kalau pria itu bukanlah orang jahat. Ia pun mempersilakannya masuk ke dalam.


Xiao Yue berjalan ke belakang meja dapur dan mulai membuat secangkir teh. Ia tidak tahu harus memilih kopi atau teh, kalau memilih kopi maka apakah ia harus membuat kopi hitam pahit atau yang manis dengan susu? Xiao Yue mengangkat kedua pundaknya, ia memilih jalan tengah dan memutuskan untuk membuat teh saja. Teh adalah yang terbaik untuk orang Cina.


"Silakan duduk. Kakakku masih ada di kamarnya. Tunggu sebentar aku akan memanggilnya untuk mu."


Setelah meletakkan secangkir teh di hadapan Jian Yu. Xiao Yue pun menuju kamar Qian Qian. tapi saat ia masih di tangga, Xiao Yue kaget karena kakaknya sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


Xiao Yue tersenyum dan menyapa Qian Qian. Tapi Qian Qian tidak menghiraukannya dan hanya berlalu begitu saja.


Mungkin perasaan kakak masih belum baik gara-gara kejadian semalam.


Xiao Yue kembali turun dan melihat keduanya sudah saling berhadapan di satu meja yang sama.


"Kapan kita akan mendaftarkan pernikahan kita?" Tanya Qian Qian memulai pembicaraan dan spontan saja Xiao Yue syok seketika.


P-pernikahan?! Kakak....dan pria ini?" Apakah hal ini ada hubungannya dengan kesedihan kakak semalam?


"Terserah kau saja. Kapanpun kau mau." Balas Jian Yu dengan sopan dan singkat.


"Baiklah. Kalau begitu kita akan kesana pada pukul 10. Kau masih ingat dengan persyaratan ku kemarin kan?"


"Tentu. Kau tidak perlu khawatir akan hal itu."


Sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka? Ini tidak terlihat seperti sebuah lamaran tapi lebih seperti rekan kerja yang membahas sebuah proyek bersama.


Nada dingin Qian Qian, wajah serius Jian Yu, di tambah kata persyaratan dan cara mereka berbicara memang tidak menimbulkan kesan romantis di mata Xiao Yue. Padahal Qian Qian belum sampai setahun berpisah dengan Jun Chen Jie. Apakah dia baik-baik saja untuk menerima pria itu?

__ADS_1


Dari sudut pandang Xiao Yue. Sosok pria itu memang tampak tidak kekurangan satupun dalam hal penampilan dan tata krama, tapi bukannya Qian Qian begitu mencintai laki-laki bernama Jun Chen Jie itu?


Xiao Yue merasa aneh, ia curiga kalau ada sesuatu yang serius yang terjadi diantara mereka dan jika mengingat akan isak tangis kakaknya malam kemarin, Xiao Yue menyipitkan matanya menatap Jian Yu dari samping penuh rasa curiga dan penasaran.


__ADS_2