Suami Presdir Ku Yang Bucin

Suami Presdir Ku Yang Bucin
Chapter 7 Lembaran baru Qian Qian


__ADS_3

Setelah hari itu, Qian Qian telah resmi menjadi istri dari pria yang bernama Jian Yu. Awalnya Xiao Yue tidak percaya akan tokoh penting yang datang ke rumahnya itu. Bagaimana bisa coba seorang direktur muda terkenal dari perusahaan paling berjaya di negara itu datang ke rumahnya yang sederhana.


Bukannya Xiao Yue kurang setuju dengan lamaran itu. Tapi rumor tentang Lin Jian Yu yang dingin itu sedikit tidak mengenakkan didengar. Xiao Yue takut kalau kakaknya hanya akan tersiksa jiwa dan raga saat menjalani hidup sebagai istrinya.


Setelah keduanya pergi mendaftarkan surat pernikahan mereka dan mendapatkan foto sebagai pasangan suami istri. Xiao Yue dengan berat hati harus melepas kakaknya pergi dan tinggal bersama dengan Jian Yu. Walau begitu, Xiao Yue senang dan berharap kalau kehidupan Qian Qian akan berubah setelah memiliki suami.


Ya... harusnya seperti itu, namun hanya setelah setahun berlalu, Qian Qian jadi lebih sering kembali ke rumah mereka. Ketika Xiao Yue bertanya tentang keadaan atau kehidupan barunya, Qian Qian selalu menolak untuk menjawab dan malah memasang wajah jengkel seolah pertanyaan itu membuatnya risih.


Karena penasaran, Xiao Yue menghubungi Jian Yu secara diam-diam. Mereka memutuskan untuk bertemu di sebuah cafe yang cukup jauh dari rumahnya. Dari sana Xiao Yue akhirnya tahu tentang banyak hal yang mengejutkan.


Pertama, keduanya telah memiliki seorang anak yang belum lama ini lahir. Harusnya dia senang, tapi bayi itu hanyalah sebuah paksaan bagi Qian Qian untuk menutupi aibnya. Xiao Yue tidak menduga kalau kakaknya akan meminang bayi begitu cepatnya. Di hati Xiao Yue timbul sedikit rasa cemas melihat perilaku kakaknya yang belum berubah. Kedua adalah persyaratan aneh yang membuat Xiao Yue tidak habis pikir dengan apa yang ada dalam kepala Qian Qian. Karena pernikahan yang terpaksa itu dan tanpa adanya perasaan yang terkait satu sama lain, Qian Qian jadi mengajukan hal hal tersebut. Xiao Yue hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar penjelasan Jian Yu.


Walaupun dia telah berstatus sebagai istri Jian Yu, Xiao Yue merasa kalau Qian Qian masih mengharapkan akan cinta Chen Jie. Setelah pernikahan mereka yang berlalu selama setahun dan terus berlanjut hingga bayi itu berumur lima tahun. Xiao Yue belum pernah sekalipun melihat Qian Qian menggendongnya.


Xiao Yue termangu di depan jendela tokonya. Sambil menopang dagu, ia melirik Qian Qian yang baru saja pulang dari sebuah klub malam.


Kapan kakak akan berubah? Kakak ipar Jian Yu adalah orang yang baik. Takdir begitu baik mempertemukan dia dengan pria itu. Tapi, kalau begini terus...aku khawatir kakak ipar akan memutuskan untuk pergi meninggalkannya.


Kendati masalah ekonomi yang tidak sesuai dengan kebutuhan kakaknya, Xiao Yue sangat berharap kalau kelak Qian Qian bisa berubah dengan pernikahannya bersama Jian Yu yang notabene adalah pria mapan yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.


Kembali ke masa ini dimana Qian Qian telah mendapatkan jawaban atas pertanyaannya mengenai Chen Jie dan audisinya.


Dari apa yang YueYue katakan padaku, itu artinya laki-laki yang bernama Chen Jie ini hanya memanfaatkan si pemilik asli tubuh ini dan audisi itu... berdasarkan dari apa yang terakhir kali ku ingat, orang bernama Tang Jia Li mengundang si pemilik asli tubuh ini ke sebuah kapal pesiar untuk bertemu dengan tokoh penting yang berkaitan dengan acara itu. Tapi, setelah menawarkan sebuah minuman, ingatannya putus di situ saja. Setelah itu aku didiskualifikasi karena tidak hadir saat audisi dimulai dan Tang Jia Li ini lulus, itu artinya si pemilik asli tubuh ini telah jatuh dalam perangkapnya.

__ADS_1


Qian Qian berdiri dari tempat tidurnya, ia berjalan melihat kalender kecil yang ada pada dinding kamarnya.


"Audisi itu diadakan pada tahun 2018 dan sekarang sudah tahun 2023." Qian Qian menyipitkan matanya memandangi TV yang ada di sudut kamarnya. Ia mengingat gambaran akan Tang Jia Li, orang yang disebut sebagai sahabat itu oleh si pemilik asli tubuh itu sebelumnya.


"Dia telah sukses menjadi seorang artis terkenal dan sementara Qian Qian gagal dan jatuh dalam keputusasaan." Gumamnya.


Qian Qian lalu berjalan ke jendela, ia menarik gorden ke samping dan melihat pemandangan kota. "Kedatanganku ke dunia ini dan berakhir dalam raga mu mungkin merupakan takdir. Aku tidak ada niatan untuk membalas dendam. Maafkan aku Qian Qian, di kehidupan ini, aku hanya ingin menjalani hidup yang nyaman dan tentram sebagai seorang manusia. Kelak, jika ada kesempatan, aku mungkin akan membantu untuk membersihkan namamu."


Naga itu telah lelah hidup dalam pengasingannya, setidaknya ia mengharapkan kehidupan cerah yang berwarna. Qian Qian berlalu dari jendela dan keluar dari kamarnya.


2018 ke 2023, Qian Qian tahu kalau ia kehilangan ingatannya akan 5 tahun yang lalu, lantas kenapa hak itu terjadi? Kenapa harus 5 tahun itu?


Ketika Qian Qian bertanya tentang hal apa yang terjadi pada masa itu, Xiao Yue hanya mengatakan untuk menjalani hidupnya saja dengan seperti biasa dan tak perlu memikirkan hal itu.


Saat ia turun dari kamarnya. Xiao Yue, Paman Jiang dan Yan Ya sedang bersih-bersih setelah kedatangan para pembeli. Xiao Yue mendengar langkah kaki yang datang dari tangga. Ia menoleh dan menyapa Qian Qian.


"YueYue." Panggil Qian Qian. Panggilan imut untuk pertama kalinya dari seorang Qian Qian mengernyitkan alis dua orang lainnya.


"Ada apa kak?"


Qian Qian melihat sekeliling, ia sedang mencari sesuatu untuk dilakukan. Rasanya hidup tanpa melakukan apapun terasa membosankan. Apalagi kalau dia harus makan dan tidur gratis seperti dirinya itu memang tidak ada gunanya.


"Apakah ada yang bisa ku bantu?"

__ADS_1


Paman Jiang dan Yan Ya terkejut. Ekspresi keduanya benar-benar kocak.


Kalian tidak harus memasang ekspresi kaget seperti itu.


Wajar saja, Xiao Yue belum menjelaskan tentang keadaan Qian Qian pada mereka.


"Hmm... bagaimana kalau kakak mengantar makanan itu?"


Xiao Yue menunjuk sebuah kotak makan kecil dari plastik di atas meja bar. Kebetulan, dia berpikir untuk membuat Qian Qian berjalan-jalan di luar dan menghirup udara segar. Sudah dua hari kakaknya itu terus berada di rumah.


Qian Qian tersenyum lebar, ia mengambil bungkusan itu dan menuju pintu.


"Kakak, tunggu!" Xiao Yue memanggilnya menghentikan langkah Qian Qian dan berjalan menghampirinya. "Pakai ini." Xiao Yue memberikan sebuah kunci padanya.


Qian Qian bengong sejenak. Benda apa itu? Menurut sepengetahuannya benda itu adalah sebuah kunci. Qian Qian dengan ragu mengambil kunci itu.


"Motornya ada di depan, kakak hati-hati ya di jalan." Xiao Yue tersenyum sambil mengangguk sekali.


Wajah Qian Qian penuh tanda tanya. Motor? Kalau tidak salah itu adalah kendaraan mesin beroda dua. Tapi..., aku cuma ingat pernah mengendarainya, sekarang ini...aku tidak yakin kalau aku bisa.


"I-Iya." Balasnya tersenyum kaku.


Qian Qian berjalan keluar. Tidak ada tapi-tapian, coba saja dulu, siapa tahu bisa. Batinnya sambil ia menggelengkan kepalanya. Walaupun yang ia miliki hanyalah ingatan saja, siapa tahu tubuh si pemilik masih mengingat perasaan itu.

__ADS_1


__ADS_2