
setelah acara pertemuan keluarga selesai, Ratih mengajak Frans duduk di bangku teras depan rumah nya.
mas tadi itu keterlaluan sekali, kamu bukan nya membantu ku. aku benar-benar takut tadi mas, ucap Ratih.
apa yang kamu takutkan memang nya, jawab Frans.
aku takut kedaty Yusuf tadi bikin masalah, yang lebih aku takutkan lagi itu kamu mas, ucap Ratih.
maksud mu apa, mamang nya aku melakukan apa pada mu, jawab Frans.
bukan itu maksudku, aku takut tadi kedatangan Yusuf, kamu malah ingin membatalkan nya, ucap Ratih.
tenang lah, mana mungkin aku membatal nya. percaya lah sama mas. mas tadi hanya menguji mu, sejauh mana kamu mencintai mas, jawab Frans.
oh jadi mas gak percaya sama aku, mas juga meragukan ku, baik lah kalo seperti itu, ucap Ratih.
Ratih hendak berdiri dan segera pergi, tetapi Frans menghalangi nya.
kamu mau kemana, mas sedang bicara, ucap Frans.
tadi mas meragukan ku, ya aku mau masuk saja ke dalam. aku tidak mau bicara lagi sama mas, jawab Ratih.
kau ini cepat sekali marah, mas minta maaf. seni duduk temani mas, ucap Frans.
mas harus janji gak boleh bicara seperti itu lagi, ucap Ratih.
__ADS_1
iya sayang, ayo sini duduk. kalo kamu marah seperti ini mas gemas ingin mencubit hidung mu ini, jawab Frans.
mereka kembali melanjutkan obrolan yang sempat terputus.
*********
Acara pertunangan
*************************
Ratih sudah di rias sangat cantik, dia terus memperhatikan pantulan di nya di cermin rias.
Ratih kau benar-benar cantik sekali, aku baru melihat kau secantik ini, ucap mitta.
ah kamu ini, memang selama ini aku tidak cantik, jawab Ratih.
tok..tok...tok suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Ratih dan mitta.
iya masuk saut Ratih dari dalam kamar.
kak acara mau di mulai, kakak di suruh segera turun ke bawah, ucap Rahma.
iya sebentar lagi kakak segera turun, kamu duluan saja nanti kakak sama mitta segera turun, jawab Ratih.
ya sudah cepat dandan nya kakak, ucap Rahma.
__ADS_1
iya cerewet, Jawab Ratih.
*******
Ratih sudah berada di ruang keluarga tempat acara pertunangan nya berlangsung. prosesi acara demi acara sudah berlangsung, dan tinggal lah acara yang paling di tunggu-tunggu, yaitu tukar cincin.
Frans terlebih dahulu menyempatkan cincin di jari manis Ratih, begitu pun sebaliknya. setelah cincin sudah terpasang para tamu bersorak memberikan selamat.
selang beberapa jam acara pun usai, satu persatu keluarga yang tinggal jauh berpamitan pulang meninggalkan rumah Rama.
tinggal lah hanya keluarga inti dari dua calon pengantin. mereka semua berkumpul di ruang tamu di kediaman Rama, sambil membahas acara pernikahan kedua anak mereka.
setelah melalui diskusi yang panjang, dan mereka semua sepakat untuk acara pernikahan nya di adakan dua bulan ke depan.
pembahasa selesai Dani dan Frans berpamitan pulang, dan di susul dengan keluarga yang lainnya.
Ratih dan Rahma kembali ke kamar nya masing-masing untuk beristirahat.
sementara Rama dan Rani masih di bawah, sambil mengobrol tentang acara yang barusan terjadi.
ayah, ini senang sekali acara berlangsung dengan baik, ucap Rani.
iya Bu, ayah juga senang, akhirnya sebentar kita bisa melihat anak kita menikah, jawab Rama.
iya ayah benar seperti baru kemarin kakak kita gendong-gendong, sekarang dia sudah besar. sudah mau jadi istri orang pula, ibu bahagia sekali yah, ucap Rani.
__ADS_1
iya bu, ayah juga bahagia, ya udah kita istirahat. ibu pasti lelah seharian ini, ucap Rama.
mereka pun berlalu ke kamar untuk beristirahat.