
Frans sedang mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Ratih, sebelum nya mereka berkabar terlebih dahulu lewat ponselnya.
Frans begitu tidak sabar membayangkan ingin bertemu Ratih. di sepanjang jalan menuju rumah Ratih, Frans tersenyum membayangkan sesuatu.
sekitar hampir tiga puluh menit Frans mengemudikan mobil nya tiba lah di rumah Ratih, Frans langsung memarkirkan mobilnya di halaman rumah Ratih.
mas kamu cepat sekali sampai nya, kita akan pergi sekitar satu jam lagi, ucap Ratih.
tidak apa mas mau ajak kamu makan siang terlebih dahulu, sebelum ke butik, jawab Frans.
ya sudah kalau begitu aku akan segera siap-siap terlebih dahulu, ucap Ratih.
iya sudah mas tunggu kamu, jawab Frans.
ya sudah ayo mas masuk, ucap Ratih.
Ratih dan Frans beriringan masuk ke dalam rumah, saat mereka sampai di ruang tamu ada Rama yang sedang duduk santai sambil menikmati kopi nya.
assalamualaikum ayah, ucap Frans.
waalaikum salam Frans, sini duduk nak, jawab Rama.
ya udah kalo gitu mas, aku siap-siap dulu sebentar, ucap Ratih.
jangan lama-lama ya kak, kasihan nak Frans nanti nunggu kamu, ucap Rama.
ok ayah Ratih, jawab Ratih.
Ratih berjalan menaiki tangga menuju lantai dua rumah nya, dan Frans dan Rama pun melanjutkan obrolan mereka sampai Ratih selesai bersiap.
__ADS_1
mas aku sudah siap, ayo kita berangkat, ucap Ratih.
ah iya ayo, jawab Frans.
Ratih dan Frans pergi meninggalkan rumah Rama sebelum nya mereka berpamitan terlebih dahulu kepada orang tua Ratih.
****
kamu makan apa, tanya Frans saat sudah sampai di restoran.
terserah mas aja aku apa aja suka kok mas, ucap Ratih.
Frans melambaikan tangan nya kepada salah satu pelayan restoran, pelayanan tersebut langsung menghampiri meja Frans dan Ratih, dan mencatat pesanan mereka berdua.
sayang, aku senang deh sekarang kamu udah percaya sama mas. kamu tau mas ini sayang banget sama kamu, kamu buat mas bangkit dari kenangan Maya, ucap Frans.
sudah mas jangan dibahas lagi ya, kak Maya sudah tenang di sana, yang terpenting itu kita tidak melupakan nya, jawab Ratih.
ya jelas dong mas aku ini sekarang sudah jadi kakak, jadi harus dewasa, jawab Ratih.
alah di puji dikit langsung begitu, gemas mas itu sama kamu, ucap Frans.
saat mereka sedang bercanda gurau, pesanan mereka pun datang dan mereka langsung menikmati makan siang bersama.
selesai makan siang, mereka pergi meninggalkan restoran dan langsung melanjutkan perjalanan menuju butik.
Ratih dan Frans berjalan beriringan keluar restoran, saat mereka menuju mobil ada suara seorang wanita memanggil nama Frans dari kejauhan.
hei Frans, apa kabar mu lama kita tidak bertemu, ucap Riska.
__ADS_1
kamu Riska, ya ampun aku hampir tidak mengenali mu. aku baik bagaimana mana dengan mu, jawab Frans.
sama aku juga baik, sudah lama ya kita tidak bertemu, ucap Riska.
oh ya Ris, sejak kapan kau di sini, bukan nya kau kuliah di luar kota, ucap Frans.
aku sedah hampir satu tahun ini bekerja di sini, apa Adit tidak memberi tahu mu, jawab Riska.
aku belum bertemu dengan nya lagi, oh ya Riska kenalkan ini Ratih calon istri ku, dia ini adik nya Maya, ucap Frans.
Ratih mengulurkan tangannya nya sambil memperkenalkan diri, tetapi tidak ad sautan dari Riska, dan Ratih langsung menarik kembali uluran tangannya.
"huh sombong sekali dia, memang dia pikir dia itu siapa, bisa-bisa nya mas Frans mempunyai teman seperti dia", batin Ratih.
ya sudah Ris kalau gitu kami pamit dulu ya, kami masih ada urusan lain, ucap Frans.
ok baik kalo gitu nanti kita berkabar saja, jawab Riska.
***
mas itu tadi teman kamu ya, ucap Ratih.
iya itu teman mas waktu SMA dulu, jawab Frans.
seperti nya itu orang sombong sekali mas, lihat saja liat saja dari cara nya tadi mengabaikan uluran tangan ku, ucap Ratih.
sudah jangan di bahas, mungkin dia sedang ad masalah jadi begitu. kita harus segera ke butik nanti keburu sore, ucap Frans.
iya mas. kamu benar, ayo kita berangkat, ucap Ratih.
__ADS_1
ok sayang, Jawab Frans.