Suamiku Bos Ku

Suamiku Bos Ku
Bab 22


__ADS_3

Frans tengah bersiap untuk pergi ke kantor, sementara Ratih sedang menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya.


sayang mas jalan dulu ya, ucap Frans.


loh kok sarapan dulu mas, jawab Ratih.


mas makan di kantor aja, mas ada pekerjaan yang gak bisa di tunda sayang, ucap Frans.


ya udah kalau gitu tapi jangan lupa sarapan ya mas, nanti siang aku ke kantor mas, ucap Ratih.


iya istriku sayang, ya udah mas jalan ya, ucap Frans.


bawa mobil jangan ngebut ya mas, setelah sampai segera sarapan.


iya sayang, jawab Frans.


dan Frans pun berpamitan dengan istrinya sambil mencium kening istrinya, Ratih pun meraih tangan Frans dan mencium punggung tangan suaminya.


di kantor


***********


Frans tiba di kantor melangkah kaki nya menuju lobby kantor itu, di sepanjang jalan iya tak henti hentinya mengulas senyum pada setiap karyawan yang menyapa nya.


pak Frans semenjak nikah sama Ratih jadi ramah ya, senyum senyum kalo di sapa, biasa nya ma kaku, bisik-bisik karyawan.


bagus dong kalau begitu, jadi gak galak lagi deh dia, ucap karyawan satu nya.


Frans pun tidak menghiraukan ucapan para karyawan nya, dia terus melangkah kan kaki menuju ruangan nya. sebelum sampai ke ruangan nya dia terlebih dahulu menemui Adit asisten nya.


dit ke ruangan ku sekarang ada yang aku bicarakan, ucap Frans.


ok baiklah,, dan mereka pun jalan beriringan ke ruangan Frans.


ada perlu apa Frans, kau memanggil ku ke sini, ucap Adit.

__ADS_1


bukan urusan kantor, ada urusan lain yang lebih penting, jawab Frans.


haaah, urusan lain apa maksud mu, tanya Adit.


urusan yang menyangkut masalah rumah tangga ku, jawab Frans.


maksud mu bagaimana aku tidak mengerti, ucap Adit.


Riska menemui istri ku, dia bicara hal yang tidak-tidak, ucap Frans.


apa, jawab Adit terkejut mendengar ucapan Frans.


mengapa kau terkejut seperti itu, ucap Frans.


sudah ku duga Riska pasti tidak akan tinggal diam, dia akan membahayan Ratih, seperti Maya dulu, batin Adit.


ini bahaya Frans buat kelangsungan rumah tangga mu.


bicara yang benar maksud mu apa, ucap Frans.


kau tau Riska itu menyukai mu Frans, dia pasti mempengaruhi istri mu dan terus mengganggu nya.


maka dari itu kau harus membantu ku, ucap Frans.


apa yang bisa ku bantu, jawab Adit.


cukup suruh dia ke sini dan temui aku, ucap Frans.


baik lah aku akan menghubungi nya.


sudah ku duga Riska pasti akan cari masalah, menambah pekerjaan ku saja, aku harus menjauhi nya dari Ratih, batin Adit.


dit.. Adit.. kenapa kau diam saja ada apa, ucap Frans.


tidak ada kau buat ku kaget saja, jawab Adit.

__ADS_1


oh maafkan aku, aku tidak tau kau termenung, jawab Frans.


ya sudah aku akan menghubungi Riska dulu, ucap Adit. dan Adit pun pergi meninggalkan ruangan Frans.


***


waktu telah menunjukkan masuk jam nya makan saing, dan Riska pun telah sampai di kantor Frans.


dia berjalan dengan sombong nya, tanpa mempedulikan orang sekitar yang tengah menatap nya.


sampai di depan depan lift dia bertemu dengan Adit, dan Adit pun membawa nya ke ruangan Frans.


Riska apa yang mau mu sebenarnya, ucap Adit.


kau ini bicara apa dit, jawab Riska.


sudahlah tidak usah bersandiwara di hadapan ku, ucap Adit.


maksud mu apa, jawab Riska.


aku sudah tau apa tujuan mu, dan siapa orang yang bertanggung jawab atas peristiwa yang membuat Maya kecelakaan, ucap Adit.


kau jangan asal bicara Adit, bahkan kau tidak punya bukti nya, jawab Riska.


kalau aku punya bukti nya apa kau akan takut, ucap Adit.


kau jangan pernah mengancam ku dit, aku bisa melakukan apa saja.


sudah aku sedang malas berurusan dengan wanita licik seperti mu, silahkan masuk di sana ruangan Frans, ucap Adit.


mungkin saat ini aku belum punya bukti nya, tapi aku yakin kau pasti terlibat di dalam nya, batin Adit.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2