
Tok..tok..tok suara ketukan pintu
masuk sautan dari dalam ruangan.
Frans apa kabar mu, ucap Riska.
baik silahkan duduk, jawab Frans.
ada perlu apa kau meminta ku bertemu, apa kau merindukanku Frans, ucap Riska.
aku rasa aku tak perlu banyak basa-basi lagi pada mu langsung saja, apa maksud mu mengganggu istri ku, ucap Frans.
aku tidak menggangu nya, aku hanya bicara kebenaran, jawab Riska.
sudah lah Riska dulu kau juga seperti ini pada maya, sebentar nya apa mau mu sekarang, ucap Frans.
beri aku kesempatan, aku mencintaimu. lihat aku, kenapa kau tak pernah mengerti, jawab Riska.
apa yang kau katakan, aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istri ku, ucap Frans.
bohong yang kau cintai hanya Maya, dan aku bisa menggantikan nya, asal kau beri aku kesempatan Frans, tutur Riska.
kau emng benar tidak waras Riska, percuma aku bicara pada mu, ucap Frans.
Frans tolong dengar aku, aku bisa membahagiakan mu, jawab Riska.
aku bilang pergi dari ruangan ku sekarang, bentak Frans.
Frans aku mohon, pinta Riska sambil menangis tersedu-sedu.
cukup Riska, aku sudah memilih Ratih menjadi istri ku, ucap Frans.
tapi aku yang lebih dulu mencintai mu, jawab Riska.
saat Riska memohon pada Frans di saat itu juga Ratih sudah berada di luar ruangan Frans. Riska segera berhambur memeluk Frans sangat erat.
Riska ada apa ini lepaskan, di luar ada Ratih nanti dia bisa salah paham, ucap Frans.
aku tidak mau, jawab Riska.
__ADS_1
di luar ruangan Frans
***************************
Ratih tumben ke sini, kamu mau bertemu dengan Frans, ucap Adit.
iya kak Adit di mana mas Frans, jawab Ratih.
ada di ruangan nya, ucap Adit.
baik lah kalau gitu aku mau masuk kedalam dulu, jawab Ratih.
gawat ini kalau Ratih bertemu dengan Riska di dalam bagaimana, gumam Adit.
tapi Ratih di dalam ada tamu, kamu tunggu saja di ruangan kak Adit, ucap Adit.
tumben sekali mas Frans menerima tamu jam makan siang, apa kak Adit sedang tidak berbohong, tutur Ratih.
tidak kak Adit gak bohong, jawab Adit.
ya sudah kalo tidak ada apa-apa aku akan masuk dulu, ucap Ratih.
klek pintu ruangan terbuka
Ratih pun terkejut melihat suaminya sedang berpelukan dengan wanita lain.
mas apa yang kamu lakukan, ucap Ratih.
sayang kamu salah paham mas bisa jelaskan, jawab Frans.
semua sudah cukup jelas mas, bahkan aku melihat nya sendiri, ucap Ratih.
kamu harus percaya sama mas ini tidak seperti yang kamu pikirkan sayang, ucap Frans.
cukup mas aku gak mau mendengarkan apa-apa lagi, jawab Ratih.
dan Ratih pun pergi meninggalkan ruangan Frans dengan berurai air mata, dan hati yang hancur.
haahh Frans tampak kesal dengan kejadian yang menimpa nya.
__ADS_1
ini semua gara-gara kamu Riska, bentak Frans. Adit tolong kejar Ratih sekarang temukan dia, aku masih ada urusan dengan wanita ini.
kenapa harus aku yang mengejar nya, dia kan istri mu, ucap Adit.
aku akan menyusul setelah urusan dengan wanita ini selesai, jawab Frans.
baiklah...
dan Adit pun segera menyusul kemana pergi nya Ratih.
sebelum keluar gedung perkantoran Adit berpapasan dengan mitta.
loh pak Adit ada apa ini lari-larian, ucap mitta.
apa kau lihat kemana perginya Ratih, tanya Adit.
tadi aku liat dia lari keluar sambil menangis , aku sapa diam aja malah pergi, jawab mitta.
ya udah kalau gitu kamu bantu saya cari Ratih, ini perintah pak Frans, ucap Adit.
baiklah pak, saya tahu kemana biasa Ratih pergi kalau sedang sedih, jawab mitta.
ya sudah...
dit bagaimana apa kau menemukan istri ku di mana dia, ucap Frans.
belum di temukan, mitta sedang menyusul, dia tahu tempat yang biasa
Ratih kunjungi di saat seperti ini, ucap Adit.
iya di mana tempat nya aku akan menyusul nya, jawab Frans.
sudah biarkan saya istri tenang dulu, lebih baik kita kembali, ajak Adit.
.
.
.
__ADS_1