
Frans membawa istrinya ke tempat yang pasti membuat istrinya bahagia.
mas apa perjalanan nya masih jauh, tanya Ratih.
sabar sayang, sebentar lagi kita akan segera sampai, jawab Frans.
tiga puluh menit kemudian Frans dan Ratih sampai di tempat tujuan mereka.
sayang ayo kita sudah sampai tujuan, ucap Frans.
wow mas kita ke pantai, jawab Ratih dengan senang nya.
iya sayang, apa kamu suka, tanya Frans.
suka banget sayang, terimakasih, balas Ratih.
apa tadi katanya sayang, baru kali ini dia memanggil ku sayang.
mas kamu kenapa senyam-senyum begitu, ucap Ratih.
tidak ada apa-apa sayang, jawab Frans seperti orang yang salah tingkah.
Frans menggenggam tangan istrinya dan membawa nya berjalan di bibir pantai.
mas aku senang banget deh di ajak kamu ke sini, ucap Ratih.
iya sayang, mas juga senang liat kamu bahagia, jawab Frans.
mereka berdua kembali melanjutkan berjalan-jalan di bibir pantai sambil bersenda gurau. sesekali Frans menggoda istrinya sehingga membuat istrinya tertawa terbahak-bahak.
sayang nanti kalau kita sudah pulang ke rumah, mas janji bawa kamu jalan-jalan ke tempat bagus di sana, ucap Frans.
serius mas, saut Ratih.
iya sayang, jawab Frans.
saat mereka sedang menelusuri bibir pantai, Ratih melihat dua sosok orang yang di kenal nya.
__ADS_1
mas berhenti sebentar dulu, ucap Ratih.
ada apa sayang, jawab Frans.
itu liat mas, bukan kah itu kak Adit dan mitta, tunjuk Ratih.
iya sayang kamu benar, yuk kita hampiri mereka, ucap Frans.
seperti hubungan mereka mulai dekat ya mas, saut Ratih.
ya begitulah sayang, jawab Frans.
Frans dan Ratih segera menghampiri mereka.
Adit sedang apa kau di dini, tanya Frans.
jelas saja sedang jalan-jalan. kau tahu ini pantai bukan, begitu saja bertanya, jawab Adit ketus.
aku hanya bertanya, begitu saja marah, jawab Frans.
sudah-sudah kalian berdua ini suka sekali berdebat, potong Ratih.
apa kata mu tadi om kurang ajar kau ini, ucap Frans.
mendengar jawaban Adit Ratih dan mitta sontak tertawa.
kenapa kalian tertawa, ucap Frans.
sudah mas, kak Adit hanya bercanda, jawab Ratih.
iya memang benar kau seperti om-om, ledek Adit. dan cepat berlari menghampiri kemarahan Frans.
kurang ajar, awas saja kalau aku bisa menangkap mu, ucap Frans.
dan Frans pun segera mengejar Adit yang sudah terlebih dahulu berlari.
Ratih dan mitta nampak heran melihat tingkah mereka berdua.
__ADS_1
Ratih apa tingkah mereka seperti itu kalau sedang berdua, tanya mitta.
entah lah, aku juga gak tahu, jawab Ratih.
ya sudah lah lebih baik kita ikuti saja mereka, ucap mitta.
ayo, ajak Ratih. mereka segera menyusul ke dua pria yang tengah kejar-kejaran.
mas.. mas sudah hentikan nanti kamu lelah, ucap Ratih.
Frans pun segera berhenti mengejar Adit setelah mendengar istrinya yang terus memanggil nya.
ada apa sayang kamu menghentikan mas,,?? mas belum memberi nya pelajaran.
sudah lah mas. apa kamu tidak lelah main kejar-kejaran begitu, ucap Ratih.
tidak sayang, mas tidak lelah, jawab Frans.
tidak lelah bagaimana. itu nafas mas saja tersengal-sengal seperti itu, ucap Ratih.
iya sedikit sayang, sudahlah kita pergi dari jangan dekat-dekat sama pengacau itu, saut Frans.
pengacau siapa maksud mas, tanya Ratih.
siapa lagi, tentu saja adit, jawab Frans.
Frans membawa istrinya pergi meninggalkan pantai itu.
mas kita mau kemana lagi, apa ingin kembali ke penginapan, tanya Ratih.
kita ke hotel tempat mas. mas ingin bermanja-manja dengan istri mas, goda Frans.
ih mas ini genit, ucap Ratih.
memang kamu gak kangen sama mas, tanya Frans.
tentu saja kangen mas, tapi jangan bicara di tempat umum begini. malu tahu di dengar orang, ucap Ratih.
__ADS_1
iya sayang, jawab Frans.
mereka pun pergi meninggalkan pantai dan menuju ke hotel tempat Frans menginap.