
Di mobil
********
mau kemana ini kan bukan arah ke rumah, tau begitu tadi tidak akan aku mau ikut dengan mu, tanya Ratih.
memang nya siapa yang mau antar kamu pulang, jawab Frans singkat.
seperti kau sudah begitu nyaman ya dengan panggilan itu, lakukan lah setiap hari agar kau terbiasa.
aku tidak mau, mengapa kau begitu menyebalkan, jawab Ratih.
tapi kau menyukai nya bukan, jawab Frans sambil tersenyum miring.
lalu kita mau kemana mas Frans, jawab Ratih dengan nada yang geram.
"niat buru-buru pulang biar bisa menghindar dari nya malah gagal" batin Ratih.
temani aku makan, jawab Frans sambil fokus mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
hening,,,,
Di Restoran
************
kau ingin makan apa, tanya Frans sambil terus berjalan menuju meja makan yang berada di restoran itu.
duduk saja belum sudah di tanya mau makan apa, mau makan sambil jalan bgitu , ucap Ratih kesel.
terserah kau saja mau melakukan nya, silahkan lakukan, jawab Frans sambil tersenyum miring.
ayo duduk lah titah Frans mempersilahkan Ratih untuk duduk.
Frans tolang jelaskan semua nya sekarang, kau kan tadi sudah janji, ucap Ratih.
memang nya aku berjanji apa pada mu, jawab Frans.
kau ini selalu saja menyebabkan sekali, tadi kau bicara akan menjelaskan nya, jawab Ratih.
__ADS_1
baik lah tetapi setelah aku menjelaskan nya semua kau bisa mengambil ke putusan setelah ini, tapi apapun keputusan mu tolong ikuti kata hati mu, ucap Frans.
sebenarnya begini Ratih, empat tahun lalu waktu aku masih menjalin hubungan dengan Maya kakak mu, kami berencana menikah, tetapi sebulan sebelum kami menikah Maya kerja keluar kota, dan aku tidak tau bagaimana dia kecelakaan, karena yang aku tau hanya mendapatkan kabar Maya kritis di rumah sakit.
kami semuanya langsung menuju rumah sakit Maya di rawat, dan saat dia kritis dia menitipkan surat dan foto mu pada ibu mu, setelah itu ibu mu menyerahkan nya pada ku, tapi ibu sudah tau isi surat itu. makanya orang tua kita menjodohkan kita.
Dan isi surat itu tertulis jika terjadi apa-apa pada Maya, dia hanya minta aku bisa bahagia dengan atau tanpa dirinya di samping ku. Dan saat itu aku begitu hancur, di saat dia dalam keadaan kurang baik dia masih memikirkan kebahagiaan ku. lalu dia meminta ku untuk mengenal mu dan menjaga serta melindungi mu, dia mengambil foto mu di tangan ku sambil mengatakan ini Ratih adik ku dan kau harus menjaga nya melindungi nya karena dia anak yang manja dan kau bisa mengenal nya terlebih dahulu mungkin dia bisa menggantikan posisi ku untuk menjadi pendamping mu, menemani mu. tolong lakukan ini demi aku. dan saat itu aku hanya menuruti kata kakak mu karena itu lah permintaan nya yang terakhir.
setelah tiga tahun Maya meninggalkan ku, aku kembali menemukan surat dan foto mu, di situ aku mengingat kembali permintaan kakak mu, setelah itu aku melihat foto mu ternyata kamu sengat mirip dengan kakak mu lalu aku mencari-cari informasi tentang mu melalu ayah dan ibu mu bahkan adik mu.
setelah aku mendapat kan informasi tentang mu, aku langsung bicara pada papa ku dan juga ayah dan ibu, walaupun mereka sebenarnya sudah tau wasiat Maya.
dan kau tau aku melihat bahagia di wajah papa.
jadi ini semua karena papa mu dan kak maya, kalau begitu lebih baik batalkan saja untuk apa kalau kamu tak bahagia, ucap Ratih.
aku ini belum selesai bicara kau sudah memotong ucapan ku, dengar Ratih awal nya emang seperti itu, tetapi makin ke sini seiring berjalan nya waktu, aku merasakan seperti Maya kembali, tapi kau begitu berbeda dengan Maya, dia tidak cerewet dan menyebabkan seperti mu, ucap Frans.
apa kata mu aku menyebabkan, apa iya seperti itu aku rasa tidak itu hanya akal-akalan mu saja yang ingin mengejek , jawab Ratih sambil memonyongkan mulut nya.
__ADS_1
kau mana tau, aku yg merasakan nya. sudah aku antar kau pulang, jawab Frans sambil tersenyum miring.
"gadis ini sangat menggemaskan dan aku begitu senang menggoda nya", batin Frans.