
hari ini Ratih mengambil cuti beberapa hari, dan pagi ini Ratih dan adik nya Rahma sudah sampai di bandara untuk menjemput ayah dan ibu nya pulang umroh.
di bandara pun Ratih bertemu bos nya pak frans "sial banget gak di kantor di sini juga ketemu sama dia, duh malang banget nasip ku ini". ucap batin Ratih.
saat ayah dan ibu Ratih keluar dari bandara mereka pun menyambut nya. dan ibu mereka pun langsung menghampiri putri nya dan memeluk mereka, rindu ibu sangat sama ke 2 putri ibu ini ' ucap ibu rani, dan mereka pun kompak jawab, sama kami juga rindu' ucap Ratih dan Rahma.
di saat mereka sedang melepas rindu, ayah Ratih pun membuka pembicaraan dan memperkenal kan sahabat baik nya.
anak- anak ayah perkenalan ini pak Dani teman baik ayah ' ucap rama. dan ini frans anak pak Dani. mereka adik-adiknya Maya ' ucap Dani.
frans, apa kabar 'ucap ibu rani. kabar baik bu ucap frans, cuman cuaca nya saja di sini kurang enak sambil melirik ke arah Ratih. owh biasalah itu 'ucap ibu rani. dan mereka pun bergegas pergi meninggalkan kan bandara.
di sore hari pun pak Dani beserta Frans putra nya datang ke rumah keluarga Ratih untuk makan malam bersama, memenuhi undangan dari Rama ayah Ratih.
di saat ibu rani dan Rahma adik Ratih tengah menyiapkan jamuan makan malam, Ratih pun turut membantu tapi ibu rani meminta nya untuk memanggil Frans, yang sedang istirahat di kamar tamu.
biar aja dia turun sendri dia kan punya kaki buat jalan. 'ucap Ratih.
sudah panggil sebentar sana, ' ucap ibu rani' tunggu apa lagi udah sana tambah lama nanti kita acara makan nya ' ucap Rahma sambil meledek ke arah Ratih.
apa sih dek ikutan aja jawab Ratih kesal.
dan Ratih pun segera ke kamar tamu untuk memanggil Frans.
__ADS_1
sampai di depan pintu kamar tamu, saat ingin mengetuk pintu Ratih tak sengaja mendengar ucapan Frans, yang sedang merenung sambil memandangi foto kak Maya.
"Ratih pun sama rindu kak Maya juga ucap Ratih dalam hati".
Ratih pun hanyut terbawa perasaan tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipi.
" singkat cerita kak Maya itu kakak Ratih yang sudah meninggal dunia akibat kecelakaan, sebelum hari pernikahan nya dengan Frans"
Frans keluar dari kamar tamu dan membuat Ratih kaget, karena sudah ada di depan pintu. heh sedang apa kamu di sini ' ucap frans' yang membuat Ratih terkejut.
cepat sana ke meja makan orang udah pada menunggu, nyusahin orang aja ' ucap Ratih '.
dan Frans pun cepat keluar dari kamar sampai menabrak bahu Ratih.
mereka pun bertemu di meja makan tanpa ada pembicaraan sedikit pun, hanya ada suara piring dan sendok yang saling beradu sampai makan pun selesai.
setelah selesai makan malam bersama Ratih sekeluarga dan pak Dani pun Pindak ke ruang tamu sambil mengobrol santai.
bagai mana ini dengan rencana kita Dani, untuk rencana kita yang pernah tertunda. memang nya ayah punya rencana apa ucap Ratih.
rencana untuk menikahkan kalian lah, ucap rama. kalian siapa yang ayah maksud, Ratih bertanya kembali pada ayah nya.
iya siapa lagi kak kalau bukan kakak sama Frans, ucap rama.
__ADS_1
Ratih terkejut mendengar ucapan ayah rama. dan mereka dia pun menolak nya.
sudah gak usah buru-buru lain kali aja kita bicarakan lagi, "ucap rani" sambil mengatarkan minuman ke kami.
iya bener Rama jangan buru-buru kalau anak-anak kita belum pada siap, " ucap pak Dani".
setelah selesai mengobrol pak Dani dan Frans pun berpamitan untuk pulang karena hari sudah larut malam.
malam itu setelah pak Dani dan Frans pulang. Ratih kembali menghampiri ayah dan ibu yang sedang duduk di ruang tamu.
ayah aku mau ngobrol sebentar, "ucap Ratih". sini sayang duduk dekat ayah, apa yang mau kamu bicarakan "ucap Rama ayah Ratih.
ayah kenapa sih tanpa persetujuan aku main jodohin aja aku sama Frans itu, "ucap Ratih".
dia itu kan calon suami nya kak Maya ayah, masa iya setelah kak Maya meninggal mau langsung di jodohin sama aku. kenapa gak Rahma aja sih dia kan juga anak ayah, ucap Ratih.
dih kok aku sih kak, aku ini masih kecil lulus SMA juga belom. ucap Rahma
kamu ini lucu banget sih kak, kan adik mu masih kecil masa iya mau langsung dinikahin. sambung Rama.
yang sudah harus siap menikah itu kamu, kan umur kakak udah cukup matang untuk menikah, "ucap Rama".
ya udah terserah ayah aja deh aku pusing mau istirahat dulu ke kamar, ucap Ratih sambil berlalu meninggalkan ruang tamu. "mau nolak juga gak ad pengaruh nya, ucap batin sambil berjalan ke arah kamar.
__ADS_1