
Adit dan mitta serta karyawan yang lain nya sudah berkumpul di bandara internasional Soekarno Hatta. mereka hanya tinggal menunggu kedatangan Frans.
pak Adit, kemana pak Frans kenapa dia belum datang juga, ucap mitta.
tadi katanya sudah di perjalanan. tunggulah sebentar lagi dia pasti datang, jawab Adit.
pak.. pak Adit bukan itu pak Frans, tunjuk mitta.
Adit menoleh mengikuti arah tangan mitta. iya benar itu dia, saut Adit.
Frans berjalan menuju ke arah Adit dan mitta. ayo kita berangkat sekarang, ucap Frans.
enak sekali kau berbicara, kami dari tadi menunggu mu, dari mana saja kau, saut Adit.
sudah jangan banyak bicara berikan tiket ku, ucap Frans.
ini ambil lah. Adit menyerahkan tiket ke tangan Frans dengan perasaan kesal.
dengan cepat Frans menyambut tiket dari tangan Adit dan melihat tiket tersebut.
yang benar saja ini, kita ingin ke Surabaya, tanya Frans.
sudah jangan banyak bicara lagi, kita harus segera jalan, balas Adit.
.
.
Surabaya
*********
Frans Adit dan mitta serta karyawan lain yang ikut serta telah sampai di bandara Juanda Surabaya, karyawan yang lain langsung menuju ke hotel tempat mereka menginap.
__ADS_1
Frans sebelum ke hotel. aku ingin mengajak mu makan siang dulu di restoran dekat hotel tempat kita menginap, ucap Adit.
baiklah...
mereka bertiga berjalan menuju arah restoran yang tidak jauh dari hotel mereka menginap.
silahkan duduk pak Frans, kau ingin pesan apa, ucap Adit.
Adit melambaikan tangannya memegang salah satu pelayan restoran dan pelayan tersebut menghampiri mereka.
selamat siang, bapak ibu silahkan mau pesan apa, ucap Ratih.
Ratih, ucap Frans terkejut melihat istrinya.
mas Frans, jawab Ratih tak kalah terkejutnya.
Adit dan mitta hanya tersenyum melihat sepasang suami istri itu.
seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kamu bisa di sini pergi dari rumah tinggalkan aku sendiri. sekarang ikut pulang, saut Frans.
aku gak bisa mas, aku sedang sedang bekerja, ucap Ratih.
Ratih pun pergi meninggalkan meja Frans dan meminta salah satu rekannya menggantikan nya.
Ratih tunggu, mas lagi bicara sama kamu, ucap Frans.
sudah Frans biarkan dia sendiri dulu, yang penting kau sudah tau di mana istrimu sekarang, potong Adit.
jadi kau tahu di mana dia selama ini, bahkan kau tidak memberi tahu. benar-benar keterlaluan kau ini, ucap Frans kesal.
ini bukan salah pak Adit pak, tetapi salah saya, potong mitta.
sudah lah tidak usah saling menyalahkan, yang terpenting kita sudah dekat dengan Ratih. dan ini tugas mu Frans selesaikan masalah kalian, ucap Adit.
__ADS_1
.
.
.
malam hari nya Frans tengah gelisah, ia sudah tidak sabar ingin menemui istrinya. dan dia meminta mitta mencari tahu di mana istrinya tinggal. setelah mendapatkan alamat Ratih ia segera pergi menemui nya.
Ting tong... suara bel apartemen.
ya tunggu sebentar, saut Ratih dari dalam.
klek pintu apartemen terbuka.
mas ngapain kamu di sini, ucap Ratih.
tentu saja aku menemui istriku, dan Frans pun langsung saja masuk tanpa di di persilahkan.
di mana aku bisa beristirahat malam ini..?? di kamar ini atau di sebelah sana.
pakai kamar yang di sana, ini kamar aku, jawab Ratih.
ok baiklah aku mau kamar yang ini, tunjuk Frans.
dengar ya bapak Frans, saya sudah bilang ini kamar saya, bapak bisa tidur di sana, ucap Ratih.
aku tetap mau kamar yang ini, jawab Frans.
Frans langsung saja masuk ke dalam kamar tanpa mempedulikan kan Ratih dan dia segera menutup pintu kamar tersebut.
mas kamu ini benar-benar nyebelin banget sih, ucap Ratih kesal.
nyebelin juga kan aku ini suami kamu, jawab Frans.
__ADS_1