
Frans dan Ratih jalan-jalan di sekitar perkebunan ayah Ratih, mereka berdua tampak terlihat akrab, tidak seperti pertama bertemu.
Frans ada hal yang aku ingin tanyakan pada mu, ucap Ratih yang membuka pembicaraan.
mau tanya soal apa,,, penting atau tidak pertanyaan mu, ucap Frans.
"kenapa orang ini selalu seperti ini benar-benar menyebalkan, sabar-sabar Ratih ini ujian, gumam Ratih.
eh kenapa kamu diam, jangan membuang waktu ku, ucap Frans
"belom apa-apa udah seperti ini, bagai mana nanti, batin Ratih.
ok baik aku hanya ingin tanya kenapa kamu ingin menikah dengan ku, ucap Ratih.
kamu juga kenapa ingin menikah dengan ku, tanya balik Frans.
"Ratih terdiam dan bingung menjawabnya, dan sempat termenung"
hey kenapa kamu diam, ucap Frans.
aku hanya tidak ingin mengecewakan ayah dan ibu ku, Jawab Ratih.
lalu alasan mu apa, tanya Ratih.
sama seperti mu tidak ada alasan lain, ucap Frans.
apa benar tidak ada alasan lain, tanya Ratih kembali.
__ADS_1
"aku sudah menaruh hati ku setelah untuk mu, batin Frans".
hey Frans, kenapa kau terdiam. ingin tetap di situ sampai kapan, ucap Ratih yang sudah lebih dulu berjalan.
hari sudah semakin gelap, lebih baik kita pulang, nanti ayah dan ibu mencari kita, ucap Ratih.
kau tidak perlu khawatir akan hal itu, ayah dan ibu mu kan tau kau pergi dengan ku, ucap Frans.
oh ya Frans, ada satu lagi yang ingin aku tanyakan pada mu, ucap Ratih.
oh ya apa itu, Jawab Frans
perasaan mu pada kak Maya, apa kau begitu menyayangi nya.
tentu aku sangat menyayangi nya, dia lah satu-satunya wanita yang pernah mengisi hati ku, ucap Frans.
"bagaimana mungkin dia masih mencintainya kak Maya tetapi ingin menikahi ku", batin Ratih.
kenapa kau diam Frans, jawab lah aku menunggu jawaban mu.
kau juga wanita yang aku sayangi dan aku menyayangimu seperti aku menyayangi maya, ucap Frans.
itu sungguh jawaban yang tidak masuk akal Frans, lebih baik kita batalkan saja acara pertunangan kita, itu bahkan lebih baik, ucap Ratih sambil berlalu pergi meninggalkan Frans.
Ratih tunggu, aku belum selesai berbicara kau pergi begitu saja, ucap Frans.
untuk apa kita berbicara lagi sudah jelas di hati mu masih ada kak Maya, ingat Frans bila seseorang telah pergi dari hidup kita, itu bukan bermakna kita harus selalu ingin dia, kau juga harus ikhlas kan kepergian nya, karena itu bisa membuat hati kita jadi tenang, ucap Ratih.
__ADS_1
maaf Ratih, aku tidak bermaksud seperti itu pada mu, ucap Frans.
sudah Frans, lebih baik kita pulang, nanti lain waktu kita akan bicarakan lagi soal ini, dan beri aku waktu berpikir sebelum salah jalan.
Ratih dan Frans pun sampai di pekarangan rumah, dan mereka di sambut oleh Rahma yang sedang bersantai.
cie abis jalan-jalan dari mana aja ni, ucap Rahma sambil menggoda kakak nya.
bukan urusanmu, awas minggir aku mau masuk, ucap Ratih dengan nada ketus.
ada apa sama kakak Bu, tanya Rahma.
mungkin kakak sedang lelah, jawab Rani.
sudah kamu siap-siap kita akan makan malam bersama, sekalian kamu panggil ayah, pak Dani dan yang lain nya, ucap rani.
baik bu jawab Rahma.
Ratih ayo nak turun kita makan malam dulu, ucap rani sambil mengetuk pintu kamar Ratih.
iya Bu tunggu sebentar Ratih lagi tukar baju, jawab Ratih.
Ratih pun turun ke meja makan, dan ada Frans juga di sana. tapi mereka tidak saling sapa hanya diam saja.
rani dan Rama pun bingung melihat mereka. Ratih kamu kenapa kok diam aja, tanya Rani.
tidak ada apa-apa Bu, Ratih hanya lelah. oh ya sudah kalo begitu abis ini kamu siap-siap rapih kan barang-barang mu, besok kita akan pulang, ucap rani.
__ADS_1
iya bu, jawab Ratih..