
Setelah mas Andre berangkat kerja,tak lama ibu pun datang...
" Assalamualaikum nak...." ucap ibu memberi salam.
" Waalaikumsalam bu..Masuk bu ara ada di kamar."saut ku sesikit dengan nada keras.
Ibu pun masuk kedalem,karna memang pintu depan tidak di kunci.Karna aku tau ibu akan kesini setelah menutup terlfon nya tadi.
" Gimana nak keadaan kamu..?tanya ibu dengan nada sedikit cemas.
Yaa... Ibu itu baik dan sangat perhatian.
Namun terkadang memang gampang terpengaruh yang membuat nya jadi berubah-ubah sifatnya.
Melihat menantunya ini terbaring dengan wajah yang sesikit mringis ibu pun sangat cemas,takut aku kenapa-kenapa.
Sesekali ibu meraba dan mengelus-elus pinggangku.
" Nggak usah gapapa bu.. Kan tadi udah di urut."ujarku merasa merepotkan ibu.
" Ngak apa nak..biar sesikit mengurangi rasa sakit,ibu kasih minyakk ya..."tawarnya untuk membalurkan minyak tawon kepadaku.
Aku nurut saja karna entah mau berbincang apa sama ibu.Ibu pun seperti melupakan kejadian kemarin yang jelas-jelas memaaang muka sedikit tajam kepadaku waktu itu.
Mungkin ini dilakukan ibu untuk menghidupkan suasana baru yang sempat canggung.
" Ohhh iya nak,ibu tadi bawakan kamu somay,kamu kan suka sekali somay."ucapnya sambil menggodaku dengan makanan kesukaanku itu.
" Ibu kok repot-repot sihh bawa makanan.Ini saja sudah merepotkan ibu karna mas andre menitipkan ara ke ibu."ujar ku ke ibu.
Aku mulai memberanikan diri untuk meminta maaf kepada ibu karna dulu sempat mendengar obrolannya bersama kak siska waktu telfon.Karna aku selalu di hantui rasa bersalah.
" Bu..... A-aku minta maaf ya waktu dulu sudar menguping pembicaraan ibu dengan kak siska..."menatap ibu beberapa detik dan menunsukkan kepalaku.
" Tak apa kok nak...Lupakan masalah itu,kamu tidak salah.Ibu yang minta maaf karna sempat menyembunyikan ini padamu.Ibu juga minta maaf ya sudah berbohong pada mu.."ujarnya dengan nada lirih.
Mungkin ibu merasa bersalah atas kejadian kamaren.
Sudah waktunya melupakan yang sudah berlalu.
" Kita lupakan yang sudah berlalu ya bu....Kita jalani hari-hari seperti dulu saat semua baik-baik dan sebelum terjadi kejadian seperti kemarin." ujarku memperjelas.
" Iya nak,sudahlah.....Ayo makan somay nya,ibu ambil kan piring ya.."ucapnya sambil beranjak dari tepi ranjang.
" Ngak usah bu,biar ara ambil sendiri piringnya."tolak sesikit merasa merepotkan ibu lagi.
" Udah kamu diam-diam di situ jangan banyak gerak."tegas ibu kepadaku.
__ADS_1
". Iya bu....".
Ibu mengambil piring 2 karna ibu beli somay 2 buat ku 1 dan untuk ibu 1.Karna kebetulan ibu memang belum sarapan.
" Sini ibu bukakan,kamu tinggal makan saja nak."sautnya.
" Teimakasih bu..."
Menikmati sepiring somay yang di belikan ibu,kami sambil melihat tv yang ada di kamar.
Sesekali saling berbincang.....
"Ohh ya nak katanya kamu ikut terapi ya..."tanya ibu keepadaaku.
" Oh. Iya bu aku dan mas Andre sudah hampir 5 jalan 6 bulan bu terapi kehamilan.Itu salah satu ikhtiar kami bu.Semoga saja aku dan mas andre berhasil dengan usaha ini.Dan ibu segera punya cucu..."
" Amiinnnnn ya Allah..."sambil menengadahkan kedua tangannya lalu mengusapkan ke wajah ibu.
" Semoga apa yang menjadi usaha kalian di mudahkan sama Allah.Di lancarkan semuanya.Dan Allah kabulkan hajat kalian segera memiliki momongan nak..."lanjutnya.
" Amiinnn bu....."sautku.
" Sudah banyak yang berhasil bu dengan terapi itu,namun dengan jangka waktu yang berbeda-beda.Karna banyaknya yang sudah berhasil aku pun semangat dan tertarik ikut terapi itu bu...."jelasku kepada ibu.
"Semoga saja ya nak...semoga kalian termasuk orang yang berhasil dengan terapi itu.Ibu akan selalu mendoa kan kalian." ucapnya sambil tersenyum menghadapku.
" Iya bu trimakasih ."sautku.
Waktu terasa singkat tau-tau sudah siang saja.Ibu yang menyadari bahwa di dapur tidak ada masakan ia pun ingin belanja kedepan yang kebetulan ada tukang sayur di depan rumah.
" Ibu kedepan sebentar nak."ujarnya sambil mengeluarkan dompet dari tasnya.
" Ibu mau kemana bawa dompet ?" tanya ku .
" Di dapur tidak ada lauk pasti kamu ngak sempat masak kan nak,ibu akan belanja ke depan dan masak untuk mu."jawab ibu.
" Ngak usah bu... Untuk siang kita beli lauk matang online saja,nanti ara yang pesan bu."
" Jangan boros-boros nak...Ibu gapapa kok masak.Biar nanti sekalian bisa buat makan andre sepulang dia kerja."tegas ibu kepadaku.
Ibu pun melanjutkan langkah nya keluar dari kamar.
Di depan kontrakanku memang ada yang jualan sayur mentah di rumah bukan keliling.
......................
Ibu pun selesai belanja masuk lagi ke dalam kontrakan dan benar saja ibu langsung masak.Entah ibu belanja dan masak apa.Karna setelah masak ibu langsung saja ke dapur.
__ADS_1
Aku yang ingin beranjak dari tempat tidur,bermaksud ingin menaruh piring bekas makan somay ku ke dapur dan ingin mencucinya,
Tiba-tiba......
" Aawwwwwww !!!!" Teriakku karna gerakan kecil.
Sontak teriakanku itu membuat ibu terburu-buru ke kamar dan menghampiriku.
" Ada apa ara...." dengan nada cemas.
" Aku mau bangun bu... Mau ke dapur naruh dan mencuci piring ini." jawabku.
" Ngak usah raa...sini biar ibu saja."
Aku pun ngak enak sudah terlalu merepotkan ibu setengah hari ini.
"Aku mau coba buat gerak bu,kalau aku hanya diam saja nanti terasa kaku pinggangku."ujarku menjelaskan kepada ibu.
" Iyaa.. Tapi cobalah besok,mungkin besok sudah jauh lebih baik,tadikan baru saja di urut jadi masih berasa sakit bekas urutannya."jelas ibu kepadaku.
Akhirnya aku pun nurut apa kata ibu dan kembali mengangkat kaki ku ke atas ranjang dan kembali terbaring lagi.
Aku ngak enak bu sudah merepotkan ibu dengan semua ini.
Ucapku dalam hati sambil menatap langkah ibu yang kembali ke dapur sambil membawa piringku tadi.
Cressssss !!!!!!
Terdengar suara minyak goreng panas yang sedang terceburi sesuatu itu.
" Ibu masak apa aja ya..? Banyak nggak ya masakan ibu.Aku pengen bantuin pasti nanti di marahin lagi sama ibu." gumamku sambil melirik ke arah luar kamar.
Memang benar ya... Jika hubungan menantu dan mertua terjaga baik-baik saja,kita akan merasa di sayangi dan di hargai.Kita sakit ya di perhatikan.
Berusaha menyangkut pautkan dengan cerita-cerita di novel yang pernah aku baca,yang mendapati mertua jahat,jutek,judes.
Aku pun segera menyudahi melamunku itu dengan menggelengkan kepalaku.
Ahhhh ... Sudah Ara itu kan hanya cerita di novel.Kenyataannya kamu termasuk orang beruntung yang mendapatkan mertua baik dan perhatian. Ucapku dalam hati sambil tersenyum.
Not all stories in the novel are based on the true story of the author.
......................
Bersambung......
__ADS_1