
Sudah hampir 4 tahun aku dan suami menjalani pernikahan kami.Namun belum juga aku hamil.Qda rasa cemas dan malu.
Karna tidak sesikit yang beertanya kepadaku.
Kapan punya anak...
* Kok belum isi juga sih....*
* Kan sudah lama nikahnya*.....
Pertanyaan itu yang menghantui ku.Namun bukan cuma usaha dan doa,ikhtiar dan jalam program pun sudah kami lakukan.
Namun belum ada hasilnya,terkadang ingin sekali rasanya menyerah.
Sesekali suami memberi semangat agar aku tak berkecil hati.Support dari suami sangatlah penting.
"Kita pasrahkan semuanya keapda Allah.."ujar mas andre kepadaku.
"Iya mas,aku akan terus berdoa usaha dan ikhtiar.."jawabku.
Seketika aku melihat seorang ibu dan anak nya sedang bercanda didepan hadapan ku dan mas andre yang saat itu sedang CFD di salah satu komplek perumahan dekat kontrakan tinggal kami.
"Bahagianya melihat mereka,andai saja aku sudah hamil dan melahirkan,mungkin akan sebahagia itu aku saat ini".gumamku dalam hati.
Lamunanku di kagetkan oleh suami yang meneplok paha dan sambil mengajakku untuk pulang karna sudah sedikit siang dan perut sudah lapar.
"Aku tau apa yang ada dipikiiranmu tadi ketika melihat ibu dan bayinya tadi." ucap mas Andre kepadaku.
"aku hanya saja membayangkan jika posisi aku di ibu tadi mas..."sambil menunduk kan kepalaku.
Mas Andre pun tak ingin membuat suasana menjadi tambah berlarut sedih dengan kejadian tadi,akhirnya mas Andre mengajakku untuk membeli sarapan nasi pecel di depan komplek perumahan itu.
"Ayo kita makan nasi pecel aja,perut ku sudah lapar sekali."ajak mas Andre kepada ku.
"Ya sudah ayo mas."
Kami pun makan di warung nasi pecel pinggil jalan itu.
Setelah makan kami pun pulang.mandi dan santai sejenak di depan tv.
Kembali terbayang-bayang kejadian tadi pagi karna tidak bisa di bohongi aku sudah menginginkan ada janin di rahimku ini.
Rasanya sepi sekali sendirian jika mas Andre sedang kerja seharian.
Aku hanya menjalankan tugasku sebagai istri,dengan belum banyak aktivitas .
Karna hanya beres-beres kontrakan 3 petak saja bagiku itu mudah dan tidak repot.
Setelah masak aku pun mandi dan sudah selesai pekerjaanku.
__ADS_1
Mau gimana lagi kalau semua itu memang sudah takdir Tuhan,sebagai manusia hanya bisa pasrah saja.
...****************...
Sempat terfikir ingin memancing dengan mengadopsi anak,tapi aku yaakin mertua ku tidak akan setuju dengan hal ini.
Terlebih mereka sudah menyuruhku untuk melakukan metode bayi tabung,namun dengan biaya yang tidak sesikit kamipun mempertimbangkan nya lagi.
Dengan gaji seorang karyawan pabrik tidak cukup gaji 2-3bulan untuk sekali kedokter melakukan proses bayi tabung seperti itu.
Waktu itu aku meyakinkan ibu mertuakku,bahwa aku yakin dan aku akan berusaha.
Namun ya....aku tau rencana Tuhan itu jauh lebih baik.
Lama kelamaan mertuaku bertanya lagi tentang seputaran kehamilan.
Saat itu mertua datang ke rumah untuk basa-basi main dan nengokin anak serta menantunya,namun ujung-ujungnya juga pertanyaan kapan itu terucap lagi....
...****************...
"Andai ibu tau doa apa yang selalu aku langitkan setiap malam." ujarku.
Semua kembali pada takdir Tuhan yang selalu berkuasa dan maha segala-galanya.Sebagai manusia hany bisa memohon dan meminta.
Semua ketentuaan. Hanya DIA lah yang berkuasa.
Tidak bisa memaksa dan tidak bisa memaksa-NYA.
Saat itu........
"Dekk,apa kita nggak coba dengan terapi yang disarankan sahabatku aja...?"tanya mas andre kepadaku.
Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba mas andre mambahas masalah itu.
"Tapi mas,katamu kita ikhtiar saja,dengan berusaha semampu kita.."jawabku.
"Kan itu juga sebagai bentuk wujud usaha dek..."yakin kan dia kepadaku.
Mungkin mas Andre juga sudah sangat mengharapan kehadiran malaikat kecil itu di tengah-tengah rumah tangga kami.Sehingga mas Andre bicara seprti itu.
"Aku nurut aja apa kata mas."
"Besok akan mas tanyakan di mana tempat terapi itu kepada temanku."
"Baiklah mas,semoga aaja itu salah satu jalan kita menuju garis dua mas."
"Amiin... Semoga saja dek."
Tidak dipngkiri memang sangat sepi dan sudah mulai resah dengan pertanyaan-pertanyaan itu.Aku pun sudah amat sangat mengharapkan kehadiran malaikat kecil itu.
__ADS_1
Selama ini akupun mengharapkan setiap mendekati tanggal datang bulan dengan berharap semoga aku telat,dengan harapan aku hamil.
Tetapi itu hanya sekedar mundur beberap hari saja dari tanggal biasanya.
"Ternayata 4 tahun waktu yang tidak sebentar ya mas...? Buktinya sudah merasa kesepian berlarut karna belum di karunia jugaa sama Tuhan." celotehku sambil nersender di pundak mas Andre.
"Kamu yang sabar ya..kita kan sudah sama-sama cek kesuburan di dokter,dan dokter bilang kita normal.Jadi tidak ada masalah dengan kita,memang hanya saja Tuhan belum mempercayai kita." sautnya sambil berusaha meyakinkan dan menenangkan pkiranku.
"Iya mass aku tau kok,semoga saja doa-doa kita selama ini segera di ijabah sama Allah SWT.Amiinnnn.......
...****************...
Setelah seminggu perbincangan tentang terapi kandungan itu......
*
*
*
Mas Andre pun sudah bicara dengan temanya itu,dan benar saja temannya memberitahu bahwa sudah banyak saudara dan kerabat nya yang melakukan terapi tersebut, dan tidak banyak yang gagal berhasil hamil dengan terapi tersebut.Lantas saja mas Andre sangat ingin mencoba terapi itu.
Selain biaya nya terbilang miring bukti nyata tentang saudara yang berhasil hamil dengan terapi itupun membuat nya semakin semangat.
Dan aku pun juga begitu antusias ingin cepat rasanya terapi itu.Namun ternyata kita harus daftar terlebih dulu seminggu sebelum kita mulai terapinya.
Tidak mau lama-lama mas Andre meminta alamat tempat terapi tersebut untuk mendaftar langsung kesana.Keesokan harinya mas andre kebetulan libur dan kita berdua menuju ke tempat tersebut.
Sesampainya........
Dengan semangat yang tinggi dan penuh dengan harapan kami pun mendaftar.
"Dengan bapak dan ibu siapa...?" tanya petugas di tempat terapi tersebut.
"Saya Andre dan ini istri saya Ara pak.."
"Baiklah.. Isi data dulu ya pak,sambil saya periksa istrinya dan juga bapaak nanti."
Kami pun mengangguk tanpa ragu.Karna sudah semangat dan di tambah saat sampai di tempat ini banyak sepasang suami istri yang lagi di terapi dan pegawai nya pun perempuan dengan perempuan dan laki-lki dengan petugas laki-laki.Jadi sangat mendukung.
Setelah kami di periksa dan banyak pertanyaan seputar sudah berapa lama menikahnya,dan seputaran pernikahan kita.Akhirnya kami pun di berikan contoh terapi yang akan kita lakukan minggu depannya.
Kami melihat beberapa pasangan sedang melkukan terapi bersama beberapa pegai di sana.
"Aku udah nggak sabar mas...."ujarku yang penuh kebahagiaan.
Mas Andre pun senyum sumringah sambil mengelus kepalaku sambil memandangi aktifitas para pasutri di ruangan tersebut.
...****************...
__ADS_1
BERSAMBUNG....