Suamiku Sayang

Suamiku Sayang
Keluarganya Menguji Kesabaranku....


__ADS_3

Bukan hanya soal perekenomian,sebelum dan sesudah menikah itu ternyata ujian nya beda-beda.


Harus kuat-kuat untuk menghadapi mertua.Orang bilang Dekat bau tai jauh bau wangi.


...****************...


Mungkin benar adanya.Harus pandai-pandai menjaga sikap.sesekali boleh kita egois jika keadaan tidak mendukung.


Aku bukan type orang yang suka cari muka,namun tergantung juga.he he he....


Suatu ketika kami pun sudah hidup berdua dirantau,ibu mertua ku pun nelfon duamiku...


Tuuuutttt....


* Tuuuttttt*.....


Suara hp berdering,keadaan suamiku lagi di kamar mandi.Aku yang melihat panggilan itu dari ibu mertua pun bertanya-tanya.


"Ada apa ya tiba-tiba ibu telpon."gumamku.


Aku tidak berani buat angkat telfon tersebut karna panggilan itu tidak pada hp ku.


Aku takut lancang karna sudah mengangkat nya dari ponsel suamiku.Walaupun kita sudah suami istri namun menjaga privasi seseorang itu penting.


Ku biarka hingga beberapa kali berdering,tiba-tiba notif wa pun muncul dari ibu mertua ku.


Nak..... Ibu butuh uang 1.5 juta hari ini penting,tolong bantu ibu ya..transfer paling lambat nanti jam 3 sore,jangan kasih tahu istrimu.ucap sang mertua.


Sontak aku pun terkejut dan bertanya-tanya,ada apa dan kenapa aku tidak boleh tau hal ini.Gumamku dalam hati.


Beberapa menit kemudian suamiku keuar dari kamar mandi,aku berpura-pura sedang melipat pakaian yang baru saja aku angkat dari jemuran,dan seolah aku tidak mendengar ada telfon dan wa dari ponsel suamiku.


Duduklah suamiku di tepi ranjang kasur kami.Melihat ponselnya yang beberapa kali ibunya menelfonnya tapi tidak terangkat.


Dia menoleh ke arahku tanpa berkata.


Mungkin dia tidak tahu kalau ponselku berdering.gumam nya .


Sepertinya suamiku diam-diam membalas chat dari ibunya.Namun benar juga dia tidak mrngatakan apa-apa padaku dan tidak memberi tau kalau ibunya meminjam uang.


Sempat ada rasa kesal,namun aku coba tahan.Aku ingin mencari tau untuk apa uang tersebut.Dan kenapa aku sebagai istrinya tidak boleh tau hal ini.


Malam menunjukkan pukul 21:00 suamiku pun tidur setelah kita selesai makan malam.


Dan benar saja dia tidak menceritakan hal itu padaku,padahal masalah seperti itulah yang akan jadi masalah di hubungan kami nanti.


Setelah suamiku tidur,aku mencoba membuka ponselnya.Kebetulan dia tidak pernah memberi kunci di ponselnya tersebut.Jadi aku bisa kapan saja membukanya dengan mudah.

__ADS_1


Aku mencari whatsap ibu nya namun ternyata sudah di hapus percakapannya.


Semakin curiga dengan hal ini ,akupun berinisiatif untuk menyadap ponsel suamiku.


Sepertinya ada yang di sembunyikan dariku.Gumamku.


Kecewa,namun aku coba tahan.


Perempuan pruh baya berumur 47 tahun itu ibu mertuaku.


Ia ibu 4 anak,3 laki-laki dan 1 perempuan.


Ketika paginya suamiku berangkat ke kantor seperti biasa.


Setelah dia berangkat,20 menit setelah dia pergi ponselku pun berbunyi notif percakapan pesan dari mertuaku kepada suamiku.Ibu mertuaku berterimakasih untuk uang yang sudah di transfer suamiku.


Tanpa se izin ku dia memberi uang ke pada ibunya.Tidak salah namun caranya saja yang salah.Dia tidak memberi tahu ku kalau ngasih uang ke ibunya.Itu saja yang membuat ku kesal.


Dulu yang ada di bayanganku,menikah dan mempunyai ibu mertua yang sangat baik.


Memang banyak perubahan ibu mertuaku sebelum dan setelah menikah dengan suami.


Namun kali ini benar-benar membuat saya kesal."Apa susahnya sihh ngomong...?". Gumamku dalam hati.


Aku tidak langsung menanya kan hal ini kepada suamiku.Aku menunggu suatu saat dia atau ibu mertuaku ngomong kepadaku.


Bahkan yang kenal dia adalah laki-laki yang selalu terbuka kepdaku aps masih pacaran pun juga seperti itu,tidak ada sedikit pun yang ia sembunyikan.


Entah karna apa belakangan ini setelah ibunya meminta uang itu suamiku jadi berubah seperti itu....


Tapi aku jadi akan lebih waspada dan hati-hati,mungkin untuk sementara waktu aku akan nyisihkan uang diam-diam tanpa sepngetahuan suamiku.


Hanya untuk berjaga-jaga saja,mungkin suatu saat terjadi lagi seperti kemarin itu.


...****************...


"Kenapa uang yang aku berikan ke kamu tidak ada ditabungan dek...?" tanya suamiku.


"Aku pakai untuk kebutuhan yang lain dulu mas setengahnya."jawabku.


"Tapi apa sebanyak itu kebutuhannya,sedangkan kita hanya berdua saja."


"Skincare ku juga kebetulan habis mas,handbody dan juga vitaminku abis bebarengan,jadi aku beli sekaligus."jawabku.


"Baiklah berarti sudah terpenuhi semua ya...?"tanyanya meyakinkan.


"Udah kok tinggal nanti kebutuhan pangan aja yang perlu di tambah sedikit-sedikit."

__ADS_1


...****************...


Aku sengaja menyisikan di tempat lain karna itu juga sebagai jaga-jagaku saja,memang ibu mertuaku sudah meminta maaf dan menjelaskan,namun aku tidak mau terjadi lagi .


Aku harus tetap waspada.


Hal seperti itu hanya akan menambah perselisihan di rumah tangga,kalau salah satunya tidak bisa terbuka.


Tiba-tiba........


Brakkkkkkk !!!!


Sontak aku terkejut dengan dubrakan itu.Setelah aku melangkah kedepan...


Ternyata ibu Sri mertuaku datang dengan menggedor pintu agak sedikit kencang,aku pun kaget.


Dan membuka pintu itu dengan cepat.


"Kamu ngomong apa sama anakku....???!"ucap terkesan marah ibu mertuaku.


"Apa maksud ibu...?" jawabku.


"Tidak usah belagak tidak tau kamu,anakku jadi tidak mau ngasih uang lagi kepada ibu."ucapnya dengan penuh amarah.


"Memangnya ibu minta uang lagi..?bukan kah dua minggu yang lalu ibu baru saja minta uang 900 ribu..?" Ketus ara.


Aku tidak bermaksud melarang,namun ibu terlalu sering meminta uang.Sedangkan aku sebagai istrinya saja berusaha irit seirit-iritnya agar tabungan kami tidak berkurang.


"Ibuu minta karna ada teman ibu yang mantu dan ibu mau kondangan tidak punya uang nak..."ujarnya sambil sedikit melas.


"Tapikan bu..ibu baru saja dikasih dan 900 ribu itu banyak loh bu..ibu pakai buat apa..?apakah sudah abis..?"tanyaku sedikit heran.


Ternyata setelah kejadian aku tanya pda suamiku tentang ibu yang minta uang itu ibu masih sempet minta lagi.


"Tetapi dia juga tidak mrmberi tau ku juga.Sungguh terlalu kamu mas."gumamku kesal sekali.


"Ibu minta ke suamimu karna ibu nggak tau harus minta kesiapa lagi,sedangkan yang lain selalu bilang belum ada kalau ibu mengeluh minta uang."jawab ibu.


Aku sedikit merasa kasihan,tapi jika teringat kebohongan yang mereka sembunyikan itu sakitnya muncul lagi.


Paling tidak suka kalau di bohongi terlebih itu suamiku sendirii dan ibu mertuaku.


Mungkin suatu saat aku bisa tanyakan detail kepada suamiku kalau waktunya tepat.


Mungkin sekarang mereka masih belum bisa 100% jujur kepdaku.Tap suatu saat aku akan kembali tanyakan tentang hal ini.


Mungkin tidak sekarang bu... Suatu saat aku akan tau apa motif ibu selalu minta uang ke suamiku dalam jeda waktu yang tidak terlalu lama itu. Gumamku dalam hati......

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2