
Sebulan lamanya mas Andre menghindar dari ibunya yang ingin minta uang dan uang.
Ternyata ibu mertuaku tak menyerah begitu saja,karna yang bisa ia mintai uang dengan mudah adalah suamiku.
Anak-anaknya yang lain justru seperti acuh kepada ibunya yang juga sering kali kerap meminta uang,sebenarnya wajar karna kebanyak anak ibu itu laki-laki.yang perempuan hanya siska saja.
Namun, tak bisa ku pungkiri aku dan mas Andre saat ini memang sangat butuh uang juga.Lebih-lebih kita kan masih ngontrak jadi pengeuaran sudah pasti setiap bulannya.
Dreeeetttt !!!!
Dreeeeettt !!!!!
...----------------...
Ponsel mas Andre pun bergetar,langsung saja aku meliriknya yang tak jauh dari tempat berbaringku saat itu.Ya.... Benar saja ibu menelfon mas Andre
Dan pasti tak lain ingin meminta uang lagi,karna saat bulan lalu mas Andre tak bisa memberikan uang itu dengan alasan habis bayar terapi.
Entah alasan apalagi nanti yang akan kami berikan kepada ibu.
Ibu memang tidak akan berenti sampai hutang-hutang Siska itu lunas.
Hanya saja aku masih heran kenapa Siska menutupi hutang itu.
Tapi ya sudahlah sebenarnya aku ingin membicarakan ini kepada mas Andre tentang Siska.
Namun aku takut di bilang terlalu ikut campur urusan mereka.
Dreeettt !!!!!
Dreeettt !!!! ........
Ibu memang benar-benar mengejar mas Andre yang belum sempat ia angkat telfonnya.Sebenarnya mas Andre tau kalau ibu menghubunginya,namun mas Andre memang sengaja mengabaikan.
Bukan bermaksud tidak menghargai,namun mas Andre tau sudah pasti ia akan meminta nya mentransfer uang lagi.
Sedangkan dia pun memikirkan kebutuhan yang semakin banyak.Karna terapi tidak hanya dengan pijatan dan gerakan.Kami masih butuh membeli obat herbal untuk mendukung terapi itu agar lebih sempurna.
Memang tidak mengkonsumsinya setiap hari,namun sudah tentu mas Andre akan menomor 1 kan kebutuhan kami terlebih dulu.
Apalagi mas Andre sampai saat ini tidak tau alasan yang jelas untuk apa ibu meminta uang itu ber kali-kali.
Sedangkan aku yang mengetahui nya memilih untuk diam sementara waktu.
Dreeeett !!!!
Dreeettt !!!!
Dreetttttt !!!!!
Ping !
Ping !!!
Ping !!!
Aku yang mendengar sedikit risih karna brisik pun menegur mas Andre....,
__ADS_1
"Mas,itu ibu telfon ber kali-kali,wa juga ada beberapa kali,kenapa nggak di angkat saja sih.."ucapku sedikit kesal.
"Biarkan saja dulu,aku tau apa yang akan ibu bilang nanti." ujar mas Andre sedikit ketus.
Mungkin ia sedang memikirkan alasan apa yang akan dia katanya pada ibunya itu ketika ia menelfon lagi.
Namun mrmang mas Andre benar-benar menghirau kan panggilan dan wa dari ibunya.
Lama kelamaan akhirnya ponselnya pun terdiam cukup lama.
"Mungkin sudah capek nyerah karna nggak mas angkat-angkat." gumamku.
"Lega.....,sambil mringin dan mengelus dada." mas Andre ucapkan.
"Ada-ada aja kamu ini mas, tinggal di jawab maaf bu aku sedang di jalan,atau gimana gitu." saut ku .
"Biar kan saja nanti kalau menjawab nya sekali ibu akan masih tetap mengejarku dek."jawabnya.
Hhmmmmm Aku sambil menghela nafas panjang dan beranjak dari tempat dudukku.
Tiba-tiba hasrat kepengen ngemil ku puncul.
Bukan kali ini saja,namun sering kali aku ingin ngemil saja.
...****************...
"Mas,ayo anter aku keluar cari camilan,aku pengen ngemil mas...."mrengekku kepada mas Andre.
"Ya sudah ayo cepat ."saut mas Andre.
Deg !!!!!
"Mas,ibu dateng..."ucapku.
"iya, kita kurang cepat kelar dari rumahnya".
Hanya saja ibu belum melihat kalau kita sedang di depan rumah,lalu sontak saja mas Andre menarikku untuk cepat naik motor dan mas Andre menancapkan gasnya buru-buru kearah gang belakang kontrakan yang pastinya jalan itu menuju alternatif cepat keluar dari gang kontrakan berikutnya.
Bukan berusaha menghindari ibu karna tidak sopn,tapi aku yakin mas Andre belum punya alasan yang akan di berikan ke ibu nanti ketika ibu minta uang.
"Kamu ini mas,kenapa nggak di temui dulu ibu kamu."
"Aku belum ada alasan yang tepat nanti kalau ibu tanya kenapa telfonnya nggak di angkat-angkat,belum lagi kalau ibu minta uang."ujarnya sedikit kesal.
"Ya sudahlah ayo kita lanjut jalan."jawabku.
Mungkin kalau ibu meminta uang itu untuk kebutuhan ibu dan kalau tidak dalam jumlah banyak mas Andre akan memberi.Namun kan nominal yang ibu minta selalu banyak dan itu bukan untuk ibu.
Jadi aku juga sedikit menyuruh mas Andre untuk sedikit tegas.Biar tidak di manfaatkan terus menerus.
"Mungkin aku akan bicara kepda mas andre tentang uang itu untuk apa agar mas andre bisa lebih tegas kepada ibu."gerutuku dalam hati.
Karna aku yakin ibu akan kembali lagi suatu saat nanti.
Sesampainya ibu di depan kontrakan kami...
"Kok pintu nya tutup,dan jendela juga di tutup semua,apa mereka nggak ada dirumah."gumam nya ibu sri dalam hati.
__ADS_1
"Nakkk.....Andre..... Kamu di dalem nak..Assalamualaikum...."
* "Assalamualaikum*....!!!"
"Ibu nyari bang andre ya ..?"ucap seorang ibu-ibu di sebelah kontrakan kami.
"Iya bu, mereka nggak ada ya..? tnya ibu.
"Bang Andre dan neng ara keluar tadi bu.."saut tetanggaku.
Ibu pun melangkah pergi dengan raut mukanya yang kesal.
Dan melangkah meninggalkan kontrakan kami.Ibu pulang dengan penuh kekecewaan.Ia tidak mendapat kan uang yang ia inginkan tersebut.
...----------------...
Sesampainya kami di tempat kios beraneka camilan.....
*
*
*
"Mas kamu mau apa...?"tanya ku sambil memilah-milah berbagai macam camilan di hadapnku.
"Kamu saja yang milih coba aku nurut aja."saut mas Andre.
Karna apapun yang aku beli dan aku makan mas Andre pun juga ikut makan.Dan dia bukan typ orang yang adil memilih-milih makanan.
Apa saja yang aku sediakan atau hidangkan selalu ia santap dengan nikmat.
...****************...
Setelah beberapa saat aku memilih camilan.Aku pun sudah dapat beberapa camilan untuk kami dan membayarnya.
Lalu kami pun kembali menyusuri jalan yang banyak sekali berbagai macam kuliner di pinggir nya itu.
Tidak jauh dari tempat camilan tadi,aku pun melihat es cream durian yang begitu menggodaku.
"Mas...mas... Berenti sebentar." mengagetkan mas andre yang sedang melaju sedikit kencang.
"Apa sii dek jangan mendadak gitu dong minta berentinya."ucap mas Andre karna kaget.
"Maaf mas ,aku pengen es cream durian itu mas."
Hhmmmmm .."Yasudah turunlah sana kamu beli mas tunggu disini." ujarnya.
"Oke mas..." sambil mesam mesem berjalan ke tempat es cream tersebut.
Cukup lama mengantri karna es cream nya kebetulan baru membuat lagi,namun beruntungnya hanya tinggal menunggu beberapa saat saja aku.
Setelah 20 menitan menunggu akhirnya aku mendapatkan es cream durian itu.
Dan benar saja sungguh menggoda,aku yang tak sabar lalu memakannya dengan lahap sambil duduk di jok motor dan mas andre pun ikut serta mencicipi es cream nya....
BERSAMBUNG.....
__ADS_1