Suamiku Sayang

Suamiku Sayang
Apa Yang Terjadi.....


__ADS_3

Sudah hampir 4 bulan aku dan mas andre mengikuti terapi itu,tidak ada fikiran negatif sama sekali.Aku selalu berfikir positif.


Malah semakin semangat terapinya.Karna sudah terbiasa saja mungkin.Jadi menikmati.


Begitu juga dengan mas Andre.Sangat semangat malah nggak mau absen walaupun di kantornya terkadang sudah capek.


Namun karna mengingat semangat dan tujuan kami,itulah yang mendorong kita selalu semangat.


"Mas,hari ini kita bawa bekal apa ya buat di bawa terapi...?"tanyaku ke pada mas Andre.


"Bawa yang ada aja,kalau nggak ada nanti kita mampir beli di jalan juga bisa dek."


"Baiklah mas, cuman ada sedikit camilan sisa kemarin ,nanti kita bisa beli lagi di jalan."saut ku.


Kami pun hendak berangkat terapi namun....


*


*


*


Dreeeeettt !!


Drettttttt !!!


Ping !


Png !!


" Siapa mas ...?" tanya ku.


"Ibu dek...".


"Angkat lah sebentar aja."


Lalu mas andrepun mengangkat telfon dari ibu.


"Waalaikumsalam bu... Ada apa ? "


Beberapa saat aku mendengarkan perbincangan ibu dan mas Andre di telfon.Bisa di tangkap jelas kalau ibu minta uang sebesar 1 juta kepada mas Andre.


Dan ibu minta nya di transfer sore ini juga.


Tanpa berfikir mas Andre pun .....


"Maaf bu aku ngak ada uang segitu..Aku dan juga ara mau lanjut jalan dulu bu,kami lagi di jalan.Assalamualaiku." ucap mas Andre sambil mematikan telfonnya.


Aku salut mas Andre bisa tegas begitu sama ibunya.Memang seharusnya begitu.Karna itu di luar kebutuhan ibunya.


Memang benar siska adalah kakaknya,tap kan dia sudah punya suami .Jadi dia sudah jadi tanggung jawab suaminya.


Bukan malah merepotkan ibu dan juga adik-adiknya seperti ini.Apalagi keluarga dari suaminya kan terbikang mampu.Harusnya suaminya bisa mencukupi kebutuhan Siska.


Aku tak mau banyak tanya karna aku sudah dengar apa yang ibu dan mas Andre katakan.

__ADS_1


Lalu kami pun melanjutkan perjalanan.


Tidak lupa kami membeli makanan ringan dan minuman untuk di bawa ke tempat terapi.


"Dek... Mas belikan bakpia aja ya,yang rasa kacang hijau." pinta mas Andre saat aku sedang membeli camilan dan lainnya.


"Iya mas..."sautku.


Dan setelah membayar kami pun meninggalkan warung tersebut.


Namun ternyata dari belakang ada yang seolah mengamati gerak gerik aku dan mas Andre.


"Ahhhh mungkin curigaku saja."sambil melihat orang tersebut.


Aku tidak bilang sama mas Andre tentang gerak gerik orang tadi.Namun ternyata mas Andre dari awal memang sudah melihat orang mencurigakan tadi dari awal.


Hanya saja aku yang baru sadar telah di ikuti orang itu pas berenti di tempat cemilan tadi.


...****************...


Tidak terlalu fokus dengan orang mencurigakan tadi.Akhirnya kami pun sampai di tempat terapi.


Kamipun melakukan aktifitas seperti biasa di sana.Waktu yang kami butuhkan untuk terapi adalah sekitar kurang lebih 6 jam saja,namun jika masih mampu kami boleh lanjut hanya saja mungkin banyak jeda nya.


Karna petugas pun juga butuh waktu istirahat.Untuk sekedar makan dan minum bahkan rebahan.


Sambil berbincang-bincang mengisi waktu istirahat kami pun di samperin oleh salah satu setua di terapi itu.


"Kalian asal mana kalau boleh tau mas,mbak.." ucapnya bpak Ahsan ketua dari salah satu terapi.


...****************...


Sempat bercengkrama sedikit lama dengan kami lalu kami pun pamit untuk melakukan terapi lagi.


Setelah beberapa jam waktu terapi sudah selesai.Kami pun bersiap-siap pulang.


Namun kejadian tadi dengan orang asing yang mencurigakan tiba-tiba muncul lagi.


Seperti mengamati kami,namun aku tidak mengenalnya.Karna mereka menggunakan masker dan juga helm.


"Mas...aku kok jadi takut sama mereka tadi yang mengikuti kita."ucapku dengan cemas.


"Selagi ada mas kamu ngak perlu takut dek."ujarnya menenangkan aku.


"Tapi kita juga harus hati-hati mas.. Bisa saja mereka ingin menyelakai kita kan.."tegasnya sambil merasa tidak tenang.


"Iya benar juga..bukan hanya mas yang hati-hati,kamu juga harus hati-hati saat mas tidak di rumah".


"Iya mas aku paham."


Seseorang tadi cukup membuat ku was-was, karna baru kali ini aku atau pun mas Andre di awasi seperti tadi.


Sempat terfikir apakah orang itu suruhan ibu mertuaku.Yang ingin mencari tau dimana keberadaan atau aktifitas kita sehari-hari....


Namun kalau memang benar apa motif ibu sampai seperti itu...?

__ADS_1


Apakah karna mas Andre yang selalu tidak bisa memberinya uang lagi...


"Aku harus segera cerita tentang uang itu yang di kasihkan ke siska kepada mas Andre." gumamku dalam hati.


Setelah perjalanan pulang aku pun bergantian bersih-bersih mandi.


Dilanjut mas Andre mandi dan juga tidak lupa kita makan malam bersama di ruang depan.


"Mungkin saat ini teapt buat ngomong sama mas Andre tentang apa yang aku ketahui tentang ibu ." gumamku sambil merasa dag dig dug.


Kami pun menikmati makan malam yang di beli sepulang terapi tadi.


Karna kalau kita terapinya siang sampai malam,biasanya aku dan Andre lauk beli di luar kalau nasi selalu masak sendiri.


...****************...


*


*


*


Sesudahnya kami makan,aku membereskan piring bekas kita makan.


Dan ini kesempatan ku.....


"Mas.............. "pnggilku sedikit menggantung.


"Iya dek kenapa,ada ap ?" saut mas Andre dengan memerhatikan mukaku yang sesikit ketakutan.


Sebenarnya aku ragu tap aku harus cerita karna nggak mungkin mas Andre ngak tau apa-apa tentang ini..


"Aku mau cerita sesuatu mas.....".


"Ya....ceritalah dek,tentang apa ?" jawabnya dengan penuh curiga.


"Tapi janji mas jangan mrmarahi ku ya..."ucapku meyakinkan agar mas Andre tidak marah.


"Ya oke,coba cerita dulu..."


Lalu aku menceritakan apa yang aku ketahui selama ini tentang buat apa dan kemana uang yang ibu selama beberapa bulan lalu itu.


Setelah mas Andre tau,dia pun terkejut dan diam sejenak.Mungkin bertanya-tanya untuk apa kakaknya itu memiliki utang sebanyak itu dan suami serta mertuanya itu tidak tau.


"Benar-benar keterlaluan mereka,aku yang di peras selama ini untuk menutupi hutangnya.Sedang kan aku tidak ikut makan uang yang di hutangnya kenapa aku yang harus melunasinya." ucap kesal mas Andre.


Wajar saja mas Andre kesal dan marah.Karna memang sangat keterlaluan..


Mungkin kalau mereka bicara langsung dan terus terang mas Andre bakalan bantuin walaupun tidak semuanya.


Kemarin itu mas Andre ngasih uangnya karna ibu alasanya sedikit kuat dan akhirnya mas Andre memberikan uang yang ibu minta.


Namun mungkin untuk sekarang mas Andre benar-benar tidak akan memberinya lagi.Karna sudah tau untuk apa uang itu.


Bahkan mungkin nanti kalau ibu mrnghubungi nya lagi mas Andre akan tanyakan ini pada ibu......

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2