
Tidak di sangka-sangka,Baru saja beberapa lalu di bahas dan bahkan jadi perdebatan Antara Andre dan Ara.
Kini masa lalu itu ada di depan mata.
Tiba-tiba saja Andre yang hampir 10 Tahun lamanya tidak bertemu dengan Jani mantan kekasihnya itu.
Kini Andre tidak sengaja bertemu Jani di salah satu rumah makan.
Andre yang setiap siang jam istirahat selalu makan siang di luar,Kali ini ia bertemu tanpa di sengaja dengan mantan kekasihnya ini.
"Aku kekamar mandi dulu Ndre..Kamu duluan dan pesan dulu saja,aku samain kayak menu kamu."Ucap malik rekan kerja Andre.
Andre sedang makan siang bersama temannya itu.
Baru saja Andre duduk dan mau memanggil pegawai resto itu......
" Mbakk....Mbak !!". Sambil melambaikan tangannya kepada pegawai tersebut.
Jani pun yang kebetulan duduk di samping Andre menghadap membelakangi Andre tiba-tiba saja menoleh arah Andre.
" Kok seperti kenal suaranya."Gumam Jani.
Dan benar saja ketika Jani menoleh kebelakang.....
Andre yang memang kebetulan melihat arah samping karna memanggil pelayan resto itu melihat jelas di sampingnya ada Jani yang sedang bersama laki-laki dan anak kecil seperti umur 3 Tahunan.
Jani !! Apa iya itu dia ?.Gumam Andre.
Seketika Andre terdiam dan menatap perempuan yang di sampingnya itu.
Iya !! Itu ternyata benar Jani.Tambah Andre dalam hati.
Sudah sekian lama tidak bertemu,Kali ini Andre dan Jani di pertemukan kembali setelah beberapa waktu lalu dibahas dengan Ara.
Andre pun sesikit canggung.Ia berlagak seperti tidak mengenali Jani saat itu.
"Mas Andre !! Iya ,itu benar Andre."Ujar Jani.
"Siapa neng...?".Tanya laki-laki yang bersama Jani.
Yah ! Laki-laki itu suami Jani.
Andre teringat kala itu Jani memposting bersama laki-laki,namun laki-laki itu berbeda dengan yang sekarang di hadapannya.
"Ah.... Bukan urusanku itu.Mau sama atau beda laki-laki tidak penting bagiku."Ujar lirih Andre.
Jani sempat kaget,kenapa Andre tidak menyapa nya .
Dia malah bersikap seolah tidak mengenaliku.
Jani tidak tau,betapa hancurnya Andre saat dia memutuskan hubungan dengan saat itu.
Bahkan terkesan mendadak dan tiba-tiba.
Karna dulu mereka tidak sedang ada masalah.
Aahh ! Sudah lah,tidak penting bagiku.Untung saja tidak ada Ara,kalau ada pasti akan semakin menjadi anehnya Ara.Gumam Andre.
Andre pun mengalihkan pandangannya.
Pelayan pun menghampiri Andre dan lalu ia memesan beberapa menu untuk dirinya dan juga rekan kerjanya.
__ADS_1
......................
"Lega juga perut !". Ucap mail rekan kerjanya itu.
Yang mana Mail adalah teman Andre sejak lama,bahkan sejak masih duduk di bangku sekolah SMA.
Ia bertemu dengan teman lama nya itu saat Mail merantau juga di kota ini.
*
*
Mail menyadari keberadaan Jani,waktu ia hendak duduk di sebelah Andre.
" Astaga ! Itu bukannya Jani ya Ndre ?" Ucap Mail sambil menepuk bahu Andre.
Mail yang sempat tau juga bahwa Andre dan Ara sempat berantem karna Jani.
"Untung saja Ara ngak ada disini Ndre !"
Yahh !! Benar saja,jika Ara ikut pasti dia melihat Jani.Dan senewennya makin parah pada Andre.
"Ara belum tau muka Jani iL." ucap Andre.
" Oh.... Aman berarty." Sambil tertawa lega.
Tidak ada kata aman bagi Andre.Karna baru saja menceritakan nama Jani belum melihat langsung wajahnya sudah menjadi boomerang di rumah tangganya.
Sebenarnya tidak ada masalah.Hanya saja memang hormon Ara naik turun pengaruh kehamilannya.
Makannya di permasalahkan.
Toh sampai saat ini juga tidak ada komunikasi lagi antara Andre dan Jani setelah putus hubungan bertahun-tahun lalu.
"Semoga saja tidak akan ada masalah lagi kedepannya." Ucap lirih Andre.
Mail dan Andre pun menikmati makan siang nya.
Sedangkan Jani masih sedikit penasaran dengan sikap Andre padanya.
Dulu sewaktu masih berhubungan,Andre sangat sayang pada Jani.
Namun setelah kejadian itu,dan sekarang bertemu tidak sengaja Andre menunjukkan perubahan pada sikap pada Jani.
Mungkin Jani pikir suatu saat jika bertemu dengan Andre,Andre akan menyapa nya dengan hangat.
Namun ternyata bukan itu yang di dapatkan Jani.
Kini Andre sudah berubah.Bahkan Jani tidak mengenali sikap Andre yang seperti ini dulu.
"Apa mungkin Andre sesakit hati itu padaku dulu,sampai-sampai bertemu denganku dia seolah tidak mengenaliku sama sekali."Gumamnya dalam hati.
Jani sedikit sedih dan kecewa,Tapi ia tidak lantas memperlihatkan kesedihannya itu pada suaminya.
Karna pasti akan menimbulkan pertanyaan bahkan kecurigaan.
Andre pun dengan cepat menyudahi makan siangnya itu dan ingin cepat-cepat pergi dari resto tersebut.
Mail pun yang belum habis di suruhnya cepat menghabiskan.
"Lama banget si lo iL..!! " Ucap Andre.
__ADS_1
"Yaelah Ndre,baru juga gua 3 sendok lu udahan aja,kenapa si lu!!".jawab Mail terkesan seperti curiga.
Ya !! Curiga ingin segera pergi karna keberadaan Jani yang sama-sama di resto tersebut.
" Udah ah!! Abisin buruan gua tunggu di depan ya."ujar Andre sambil melangkah keluar.
*
*
Tak ingin berlama-lama bersekatan atau melihat wajah Jani.Andre pun memutuskan menunggu Mail di prkiran depan.
Namun tidak selang beberapa menit Jani pun juga keluar dari resto tersebut dengan Suami dan Anaknya.
Jani melewati Andre yang kebetulan Andre duduk di bahu jalan tempat parkir itu.
Tidak jauh dari mobil yang di kendarai Jani dan Suaminya.
"Apa kabar Ndre...". Sambil mengedipkan mata.
Suami Jani yang kebetulan tidak memerhatikan Jani pun tidak mengetahui kalau jani sedang menyapa Andre.
Sontak saja Andre mengerutkan dahinya.Pertanda Andre tidak suka dengan sapaan Jani.
Terkesan Andre sangat benci sekali dengan Jani.
Bagaimana tidak benci,Andre di tinggal pas lagi sayang-sayangnya.
Sesangkan Jani dengan begitu mudahnya menyudahi hubungannya itu.
Dan kini mereka bertemu,Jani seperti seolah tidak merasa punya salah pada Andre.
"Gila ! Ini benar-benar gila !"ujar Andre.
Andre tidak merespn sapaan Jani.ia pun hanya melirik kearah Jani dan suaminya saja.
*
*
Dreeeettt !!!
Dreetttr !!!!!
Benar saja,Ara menelfon Andre.
Seperti biasa di jam istirahat makan siang Ara menelfon suaminya.
Namun kali ini sesikit terlambat dari biasanya.
"Assalamualaikum mas....".Salam Ara.
"Waalaikumsalam sayang..".Jawab Andre.
"Mas.....kepalaku berasa berat banget mas,Mau bangun saja aku tidak kuat mas."Ucapnya dengan nada seperti sedang nangis.
Lantas saja Andre panik dan tercengang.Mendapati telfon dari Ara yang sedang mengeluh kepalanya pusing.
Andre tidak menunggu Mail.Ia langsung saja mengendari motornya dan melaju dengan terburu-buru meninggalkan tempat parkir dan melewati Jani begitu saja tanpa menyapa nya balik,bahkan melihat ke beradaan Jani pun tidak.
Andre khawatir dengan kondisi Ara saat itu karna Ara di rumah sendirian.....
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG.......