
Pertemuan yang tak sengaja dengan Andre waktu itu membuat Jani bertanya-tanya.
Ada apa dengan Andre yang ketika melihat Jani malah seperti menghindar.
Saat itu memang Jani dan suami beserta anaknya sudah pindah rumah se kota dengan Andre dan Ara.
Hanya saja jarak antara rumah Jani dan Andre sedikit jauh.
Waktu itu tidak sengaja Jani melihat Andre yang sedang di toko buah.
Kebetulan Jani sedang berhenti di Minimarket sebrang toko buah itu.
Jani berinisiatif untuk mengikuti Andre,dengan maksud ingin mengetahui apakah Andre sudah menikah dan jika memang sudah Jani ingin tau istri Andre.
Dengan jarak yang tidak terlalu jauh Jani membuntuti motor Andre.
Sesekali Jani berhenti sejenak agar Andre tidak curiga jika ada seseorang yang mengikutinya.
Sore itu Jani sedang tidak di temani suami dan anaknya.
Makanya ada kesempatan untuk Jani mencari tau kehidupan Andre sekarang.
Tiba di mana Andre berbelok ke kiri dari arah Jani.
Gang nya tidak terlalu sempit di lalui mobil.
Namun Jani tetap harus berhati-hati supaya Andre tidak melhatnya.
Jani melihat Andre memarkirkan motornya di suatu rumah petakan.Keluarlah sosok perempuan yang sedang hamil.
Benar saja.Itu adalah Ara istri Andre.
Perempuan yang sedang hamil itu apa dia istri Andre?.
Gumam Jani dalam hati bertanya-tanya.
Karna setelah ia memutuskan hubungannya dengan Andre mereka tidak sama-sama tau bagaimana kehidupan masing-masing.
Ara yang menyambut Andre di tengah-tengah pintu lalu mencium tangan Andre.
Jani merasa sedikit kesal melihat pemandangan itu.
Walaupun sudah mantan,namun Jani dan Andre menjalin hubungan tidak sebentar.
Masih ada sisa rasa yang terpendam yang belum sempat tuntas kala itu.
Ternyata kamu sudah punya istri dan istrimu lagi hamil ndre.Apakah kamu sebahagia waktu masih bersama ku ?
Ucap lirih Jani sambil memandangi Andre dan Ara yang berada di depan matanya.
Walaupun waktu itu Jani yang memutuskan hubungannya,bukan berarti Jani sudah tidak mempunyai rasa pada Andre.
Justru saat itu Jani sedang terjebak dalam hubungan yang menjerumuskannya ke pernikahan itu.
Cowok yang sekarang menjadi suaminya itu adalah anak dari teman masa kecil orangtua Jani.
Karna dulu sempat ada kesepakatan antara orangtua Jani dan orangtua Suami Jani makannya terjadilah pernikahan itu.
Jani diawal belum ada rasa namun mereka berinisiatif untuk prkenalan dulu.
__ADS_1
Supaya membangun kemistri amtara mereka berdua.
Selang beberapa bulan Suami Jani ini sudah merasa nyaman dan perasaan itu muncul perlahan dari Jani.
Yang kebetulan memang sudah terlalu lama jauh dengan Andre.
Mungkin karna LDR saat itu makannya Jani di buat nyaman dengan laki-laki lain.
Akhirnya Jani berada di posisi yang serba salah.
Masih sayang dengan Andre namun sudah merasa nyaman dengan laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya.
Jani menyetujui perjodohan itu karna tidak ingin mengecewakan Ayahnya.
Tidak ingin Ayahnya merasa kecewa lantas membuat Jani mengiyakan perjodohan itu.
Dan Jani harus mengorbankan perasaan Andre.
Laki-laki pilihan nya yang tidak banyak menuntut dan sangat pengertian itu.
Tanpa di sadari Jani sudah hampir setengah jam berada di depan kontrakan Andre.
Ia menyudahi lamunannya.Dan bergegas memutar balik mobilnya.
Ia tak ingin membuat suaminya curiga karna terlalu lama izin keluar rumah.
Andre memerhatikan mobil yang sedang etret mundur itu dengan hati bertanya-tanya.
Kok kayak kenal sama yang nyetir mobil itu ya?
itu kan mobil yang sama kayak yang di kendari Jani dan suaminya.
Gumam Andre dalam hati yang sedang memegangi pintu yang akan ia tutup.
Langkahnya di berhentikan oleh sosok Jani yang sedang memundurkan mobilnya.
Andre melihat jelas bahwa wanita yang menyetir mobil itu adalah Jani,karna Jani tidak menutup jendela mobilnya.
Ngapain Jani sampi kesini?
Ulang gumamnya dalam hati.
"Mas....kok lama nutup pintunya?."Teriak Ara.
"Iya dek bentar geser motor."jawab Andre dengan alasannya itu.
Dengan langkah yang sedikit lesu Andre pun kembali ke dalam dan menuju kamar.
Jani yang sedang mengendarai mobil dengan perasaan yang penuh dengan penyesalan pun meneteskan air mata.
Laki-laki yang dulu pernah membuatnya merasa menjadi wanita paling bahagia itu sekrang sudah bahagia dengan wanita lain yaitu istrinya dan istrinya sedang hamil.
Pikiran Jani tidak karuan,ia membayangkan betapa perhatian Andre kepada Ara yang sedang hamil itu.
Harusnya aku yang ada di posisi wanita itu ndre,aku terlalu terburu-buru mengiyakan perjodohan itu.Sekarang mungkin kita sudah memiliki anak yang lucu-lucu ndre.
Aarrggggg !!!!!
Teriaknya dalam mobil sambil memukul stir nya.
__ADS_1
Penyesalan pun sudah tidak ada artinya lagi karna sekarang sudah memiliki kehidupn masing-masing.
Andai saja waktu itu Jani menceritakan dengan detail masalah perjodohan waktu itu,mungkin Andre bisa memberi solusi.
Namun Jani meyakinkan dirinya sendiri untuk mengambil keputusannya waktu itu.
Sesampainya dirumah Jani pun terlihat lesu.
Masuk ke dalam rumah pun tanpa salam kepada suaminya.
Yang biasanya datang langsung menemui dan mencium tangan suaminya ini malah dia nyelonong masuk dan menuju kamarnya lngsung.
Suaminya yang melihat pun merasa heran.
"Kok gak salam sayang?".tegur suami Jani.
Reno laki-laki yang menikahinya karna perjodohan itu.
Hampir seumuran hanya berbeda 3 bulan saja dengan Jani.
Laki-laki dewasa yang tidak pernah emosional kepada Jani.
Baik dan juga sopan,namun saja dia tidak mengetahui hubungan masalalu istrinya itu dengan mantan kekasihnya.
Mungkin jika Reno tau ia akan merasa sangat bersalah kepada Andre karna sudah membuat hubungan nya dengan Jani kandas di tengah jalan.
Jani memang tidak pernah menceritakan hubungannya kala itu.
Karna tidak ada penolakan makannya pikir Reno,Jani masih single dan sedang tidak dekat dengan siapa-siapa.
"Aku capekk mas,gak tau kenapa tiba-tiba aku lemes."jawab Jani dengan nada sayah dan mata yang sayu.
Kejadian tadi membuat hati Jani tiba-tiba merasa hancur.
Walaupun sudah lama tidak pernah bertemu dengan Andre,namun ketika melihat Andre tadi dengan bahagia nya di sambut Ara sepulang kerja membuatnya tertampar dan merasa iri.
Aku yang terlalu bodoh kala itu.Coba aja kalau aku sedikit ada penolakan kepada ayah mungkin ayah bisa mengerti perasaanku.
Gumamnya dalam hati.
"Kamu kenapa? Badan kamu gak panas".ucap Reno sambil memegangi jidat Jani.
Memastikan Jika istrinya baik-baik saja.
Karna sepamitnya pergi tadi Jani terlihat baik-baik saja dan bersemangat.
Namun pulang-pulang malah lesu dan terlihat tidak semangat.
"Mama kenapa Ayah?".Tanya Micel.
Micel anak dari buah cinta nya dengan Reno.
Saat ini Micel berusia 5 tahun 2 bulan.
Yang sudah mengerti keadaan orangtuanya.
Mulai paham apa yang terjadi di sekitar.
......................
__ADS_1