Suamiku Tidak Kejam

Suamiku Tidak Kejam
Anindhira Marsha Mahendra


__ADS_3

di sebuah kota besar, terdapat sebuah perkampungan kecil didalamnya. sebuah kampung yang damai dan juga terlihat indah dipandang, para orang disana bersuka cita didalamnya. bukan hanya seorang anak kecil yang bermain, para orang tua juga sebagian sangat menikmati sebuah permainan. sampai seorang wanita cantik membawa sebuah ember ditangannya, kedua ember itu penuh dengan air. tapi gadis itu dengan enteng mengangkat ember itu, bahkan tanpa merasa lelah.


"hei Anin, dimana ayahmu kenapa kau membawanya sendiri? " ucap seorang tetangga, gadis bernama Anin itu hanya diam karena ia berkonsentrasi menuang air yang ada didalam ember. sampai selesai, gadis itu menoleh dan tersenyum.


"ayahku ada disana, dia yang mengantri! " ucapnya dengan lembut.


Anindhira Marsha Mahendra, gadis cantik berusia dua puluh dua tahun. gadis itu berasal dari keluarga yang kurang mampu, yang hanya tinggal disebuah perkampungan. Anindhira yang biasa dipanggil Anin itu, harus menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja keras untuk membiayai keluarganya dan juga sekolah adiknya, sampai gadis itu rela tidak melanjutkan sekolah demi sesuap nasi dirumahnya.


hari demi hari sudah Anin lewati, bahkan segala pekerjaan sudah ia lakukan. tapi tidak pernah sekalipun Anin mengeluh, meskipun ia masih kekurangan pemasukan dalam keluarganya. Anin bahkan mengajar anak anak disana yang tidak bisa bersekolah, meskipun Anin tidak melanjutkan sekolahnya tapi ia sangat pintar dalam hal pelajaran.


Anin kadang berpikir, kapan ia bisa menjadi seperti orang lain. pergi ke kota dengan penampilan rapi, memakai make up, memakai sepatu bahkan dikenal banyak orang. ia sangat bermimpi menaiki sebuah mobil, atau paling tidak sebuah sepeda motor. Anin selalu mempunyai keinginan, akan ada seorang pangeran dari negeri seberang untuk menjemputnya. membawanya pergi ke kota, menikahinya dan membuat dirinya dan keluarganya bahagia selalu. tapi itu mustahil untuk Anin, bahkan dikampungnya tidak ada orang yang akan seperti itu padanya.


Anin merasa segar ketika selepas mandi, ia berada di teras rumahnya dan menyisir rambut. tapi tiba tiba kampung nya itu mendadak ramai, Anin yang penasaran ia sedikit keluar dari rumahnya itu. dilihatnya seseorang menaiki sebuah mobil mewah, dan mobil itu adalah milik seorang jutawan dari kota. jutawan itu memberikan sembako dan sumbangan pada kampung itu, tapi sang jutawan malah tertegun melihat Anin yang berdiri dengan bingung.


"halo nona, boleh aku tahu namamu? " ucap pria itu, Anin hanya mundur kemudian berada dibelakang ayahnya yang datang untuknya.


"dia adalah putriku, dia memang orang yang pemalu! " ucap ayahnya, pria itu tersenyum dan menatap Anin dengan senyum penuh arti.


"ah begitu, sayang sekali. Terima ini, anggap sebagai rejeki disiang hari! " ucap pria itu memberikan sebuah amplop yang diyakini berisi uang, ayah Anin yang merasa membutuhkan uang langsung mengambil uang itu.


"ayah, kenapa ayah mengambil itu? " ucap Anin ketika pria itu sudah pergi, ayahnya malah tersenyum dan mencubing pipi putrinya itu.


"rejeki nomplok sayang, jangan ditolak! " ucap sang ayah, Anin menggelengkan kepalanya. karena ia merasa ada yang salah dengan itu, pasti hal itu akan memiliki pamrih. perasaan Anin mulai tidak karuan, ia melihat ayahnya kegirangan diberi uang itu bahkan ayahnya memasukkan kedalam lemari dan menutup nya dengan rapat.

__ADS_1


...****************...


keesokan harinya dipagi hari kampung itu ramai lagi, bagaimana tidak pria kaya itu datang lagi. membawa barang yang terkesan banyak dan terlihat mewah, semua orang terkejut apalagi melihat pria itu berjalan kerumah Anin. bahkan mengejutkan kedua orang tua Anin, dan Anin sendiri tidak keluar rumah dan menetap didalam rumahnya. pria itu memberikan salam kepada kedua orang tua Anin, dipenuhi tanda keheranan dan juga penasaran.


"ini untuk kalian, aku sengajak membawa semua ini! " ucap pria itu, ketika seseorang akan membawanya masuk. ibu Anin menghentikan mereka, kemudian menatap pria kaya itu.


"kenapa kau melakukan ini tuan, apakah ada sesuatu? " ucapnya, pria itu tersenyum dan mencoba mencari Anin.


"sudah lah, aku akan pada intinya. kedatangan ku kemari adalah membawa lamaran, aku ingin melamar putri cantik kalian itu! " sungguh membuat ayah dan ibu Anin terkejut, pria bernama Michael yang usianya hampir kepala empat dan memiliki dua orang istri itu melamar putrinya. ingin menjadikan putrinya istri ketiga, bahkan usia Anin mungkin sebesar anaknya.


"tidak tuan, aku menolak lamaranmu! " ucap ayah Anin dengan tegas, ibunya langsung menoleh kearah suaminya itu. karena tidak pernah suaminya seperti itu, dan tidak disangka suaminya bisa setegas itu. penolakan itu didengar Anin dari dalam, ia tersenyum melihat ketegasan ayahnya. Michael yang merasa ditolak itu mukanya terlihat marah, ia melangkahhkan kakinya pergi tapi ditahan oleh teriakan Anin dari dalam. Michael berpikir Anin setuju menikah dengannya, ia tersenyum melihat Anin yng berjalan dengan anggun.


"aku ingin mengembalikan ini tuan, kami memang orang miskin tapi kami bukan menjual harga diri! " ucap Anin memberikan uang kemarin yang diberikan Michael, bertambah marah Michael pada Anin dan keluarganya. ia pergi dari sana, dan bersumpah akan mendapatkan Anin dengan cara apapun. ayah Anin memeluk putrinya itu, Anin tersenyum dan membalas memeluk.


beberapa hari kemudian Anin merasa tenang, ketika tidak ada apapun yang menganggu keluarganya. mungkin Michael sudah malas berurusan dengan mereka, Anin bersyukur untuk itu. tapi ternyata dugaannya salah, Michael datang dan mengatakan akan menggusur kampung itu jika Anin tidak menikah dengannya. tentu saja membuat kampung yang damai itu ricuh, mereka ingin melindungi Anin tapi mereka juga harus melindungi rumah mereka. Michael tidak menyerah sama sekali, ia terus memaksa orang kampung itu melakukan yang tidak mereka inginkan.


"hei Mahendra pergilah dari kampung ini, selamatkan putrimu dan juga semua orang disini! " ucap seseorang yang tetangga Anin, mereka tidak berniat jahat pada keluarga Anin tapi berniat agar semua orang terselamatkan termasuk Anin sendiri. dengan keputusan yang bulat, ayah Anin langsung membereskan pakaian semuanya dirumah.


"kita akan pergi kemana suamiku? " ucap Ibu Anin, sang suami hanya menggelengkan kepala dengan tangan yang memasukkan pakaian kedalam tas besar.


"aku tidak tahu, yang paling penting adalah kita segera pergi dari sini. aku tidak ingin putriku menikah dengan laki laki itu, masalah tempat tinggal kita pikirkan nanti! " ucap ayah Anin, ibu Anin hanya menangis dan menuruti perkataan suaminya. Anin menangis disamping pintu kamar itu, ia memeluk adiknya yang masih berusia enam tahun. karenanya keluarganya sekarang kesusahan, bahkan beserta tetangga yang menyayanginya.


berita keluarga Anin yang akan pergi, sampai ke telinga pria bernama Michael. ia pergi ke kampung itu, tapi ia telat karena rumah Anin sudah kosong dan beberapa tetangga disana tidak menjawab kemana Anin dan keluarganya pergi. Michael kesal kemudian pergi dari sana, ia mengerahkan seluruh bawahannya untuk mencari Anin dan sekeluarga. mau tidak mau Anin harus menjadi istrinya, itu yang menjadi keinginan Michael saat ini. ia benar benar tertarik dengan Anin, gadis yang cantik tanpa polesan bedak. wajahnya cantik hampir sempurna meskipun dari keluarga tidak mampu, bahkan Michael hampir gila membayangkan Anin menjadi istrinya dan menemaninya setiap malam.

__ADS_1


mereka berempat turun dari bis, mereka berjalan dipinggiran jalan. ayah Anin masih tidak tahu kemana membawa keluarganya pergi, bahkan ia tidak punya keluarga atau rumah yang ditempati. uang yang ia bawa pun sudah hampir habis, tidak ada uang yang tersisa jika mereka masih dijalan besok. Anin bingung kemana mereka pergi, ia kasihan melihat orang tuanya dan juga adiknya yang merengek karena lapar. ketika mereka sedang saling berpikir kemana mereka akan pergi, tiba tiba saja sebuah mobil berhenti di hadapan mereka. dengan terkejut Anin langsung ditarik sang ayah, Michael turun dari mobil dan tersenyum melihat keluarga Anin.


"aku sangat lelah mencari kalian, kenapa kalian lari seperti ini? " ucap Michael tersenyum, kemudian mengisyaratkan anak buahnya untuk membawa Anin. ditariknya Anin dengan paksa, kemudian dilemparkan Anin pada Michael. "kenapa kau menolakku sayang, kau akan bahagia jika menikah denganku! "


"lepaskan putriku, jangan sakiti dia! " ucap Ibu Anin, Michael hanya tersenyum dengan sinis.


"kenapa aku harus menyakitinya, aku ingin menikahinya! " belum selesai ia berucap, Anin menginjak kaki Michael dan menggigit tangan Michael. Anin langsung berlari membawa adiknya dan meninggalkan semua orang disana, bahkan ayah dan ibunya tertawa melihat putrinya yang berhasil kabur. Michael marah dan juga kesakitan, ia berlari untuk mengejar Anin. meskipun larinya lebih cepat, Anin berusaha untuk berlari lebih kencang. "berhenti kau gadis kurang ajar! " teriak Michael, Anin terus berlari dengan membawa adiknya.


"kakak kemana kita berlari, aku sudah capek! " ucap sang adik, Anin hanya diam dan terus berlari. tidak ada seorang pun yang bisa dimintai tolong olehnya, sampai melihat seseorang berdiri dipinggir pohon rindang. Anin merasa itu berkat Tuhan untuknya, Anin berlari untuk menggapai pria itu karena dilihatnya Michael yang hampir dekat dengannya.


"tolong! tuan tolong aku, tuan tolong! " teriak Anin lantang, tapi suara yang terlalu lembut itu tidak mendengar suara Anin. dengan sekuat tenaga Anin berlari, dan sudah hampir mendekat untuk menggapai pria itu. tapi nasib Anin sangat malang, ia harus menginjak batu yang membuatnya hampir jatuh jika pria itu tidak menoleh dan menarik tubuh Anin serta adiknya. Anin sangat ketakutan tubuhnya bergetar saat pria itu mencengkram bahu Anin, kemudian Anin menatap pria itu. pria yang menatapnya tajam, Anin menjadi tegang ketika mendengar suara Michael. "tolong aku, kumohon! " ucap Anin lirih, pria itu menatap Anin kemudian melihat Michael yang terengah engah.


"kenapa kau terus lari, maafkan dia tuan. kemarilah! " ucap Michael dengan senyum palsunya, Anin menggelengkan kepalanya dan menatap pria itu. "dia adalah istriku, dia lari karena kejiwaannya terganggu! " ucap Michael lagi, pria itu langsung berdiri dan memegang bahu Anin dengan kasar. Anin sangat takut karena pria itu percaya pada Michael, bahkan tangannya bergerak menyerahkan Anin pada Michael. tapi salah dugaan Anin, pria itu membawa Anin dibelakangnya. menjadi tameng pelindung Anin dan juga adik Anin, pria itu menatap Michael dengan datar tapi sorot mata yang tajam.


"pria tua tidak tahu diri, seharusnya kau melihat usia dan banyak berdoa dengan umurmu. bukannya mengganggu seorang gadis, dan mengatakan kalau dia istrimu! " ucap pria itu dengan suara lantang tapi tenang, Anin terkejut mendengar suara yang tegas itu. bahkan membuat Michael terdiam, sedikit merinding Michael mendengarnya.


"dia itu istriku, dia memiliki gangguan jiwa... "


"kau tahu, aku benci sekali dengan orang yang suka berbohong. dan orang yang berbohong, akan mati dimana hari dia berbohong! "


...----------------...


Anindhira Marsha Mahendra, 22th

__ADS_1



__ADS_2