
rumah besar itu semua orang mulai menyibukkan diri, sibuk untuk mempersiapkan pernikahan Arzan. tentu saja itu momen sangat berharga untuk semuanya, untuk pertama kalinya Arzan setuju untuk menikah. bahkan ibu Arzan yang sempat sakit, kini terlihat segar dan sehat. banyak sekali perubahan dengan keputusan Arzan menikah, dan semua itu juga berkat Anindhira.
sebenarnya gadis itu telah jatuh hati pada tuannya itu, tapi ia sadar diri tidak pantas untuk Arzan. Anindhira sering melamun di hadapan cermin, membayangkan dirinya yang cantik sedang bersama Arzan. saling tersenyum, dengan tatapan penuh cinta. tapi semua itu hanya hayalan Anindhira dan ia menyebut pikiran bodoh diotak nya.
Anindhira sibuk mempersiapkan acara pernikahan Arzan dan juga Tania, mansion besar Arzan dihias oleh banyak peekeerja dan juga pelayan. menjadi sejarah tuan mereka menikah, setelah begitu lama tidak mengenal seorang gadis. Anindhira sendiri banyak mendapat sebuah cerita, mengatakan jati diri seorang Arzan dan itu menjadi hal menarik bagi Anindhira dalam dirinya.
gadis itu menaiki anak tangga secara perlahan, ia menghias pembatas tangga dengan bunga bunga yang bermekaran. tiba tiba saja kakinya tergelincir saat akan menaiki satu anak tangga, membuat Anindhira terkejut dan sedikit berteriak. dan untung saja Arzan yang kebetulan lewat dengan cepat menangkap gadis itu, tangan Anindhira ditarik sampai tubuhnya berada dibawah gadis itu. Anindhira memejamkan mata karena merasa akan jatuh, ia tidak sadar bahwa tuannya menolong dirinya.
"apa tubuhku sangat empuk, sampai membuatmu tertidur? " ucap Arzan khas suara nya, Anindhira langsung membuka matanya dan membalakkan mata saat melihat Arzan menumpu tubuhnya.
"tuu... tuan, maafkan aku! " ucap Anindhira mendirikan tubuhnya, ia merapikan pakaiannya dan menunduk di hadapan Arzan yang sudah berdiri. Arzan tersenyum, kemudian menatap beberapa bunga yang dipasang Anindhira. gadis itu juga melihat kearah yang Arzan lihat, menurutnya sudah sangat cantik bagi Anindhira.
"lumayan, apa ini semua bunga kesukaanmu? " ucap Arzan, Anindhira hanya tersenyum kemudian mengangguk.
"nyonya memilih semua bunga ini, dan kebetulan bunga ini juga kesukaanku! " terang Anindhira tersenyum, ia melanjutkan pekerjaan dan melihat Arzan yang masih berdiri ditempatnya.
"aku heran denganmu, apa kau begitu senang aku akan menikah. kau bekerja terus tanpa henti, semuanya kau yang menghias! "
"tuan aku sudah berjanji pada nyonya, aku akan menghias sendiri saat acara pernikahanmu. bahkan gaun pernikahan sudah siap, tinggal dicoba saja oleh nona Tania! " jelas Anindhira, Arzan mengangguk untuk mengiyakan itu. seseorang datang memanggil Arzan, dan pria itu pun pergi dari sana tanpa bicara lagi dengan Anindhira.
Anindhira melanjutkan pekerjaannya, dengan senang karena memikirkan Arzan yang sudah menolongnya. kemudian ia melihat Tania dari jauh, gadis itu sedang berjalan dengan membawa sebuah bunga. Anindhira melihat Tani merasa iri, bagaimana tidak gadis itu akan menikah dengan Arzan. pria menjadi pujaan hatinya, Tania sangat beruntung menurutnya bisa mendapatkan hati dari seorang Arzan. padahal bisa dikatakan semua orang, Anindhira adalah gadis paling cantik dari semua, gadis itu sangatlah cantik meskipun tidak memakai polesan diwajahnya. hanya saja Anindhira tidak menyadari hal itu, ia selalu merasa tidak percaya diri pada kecantikannya.
__ADS_1
"kamu sedang melamun apa? " ucap Tania mengejutkan Anindhira yang sedang melamun, dengan senyuman Anindhira menggelengkan kepala. ia tidak tahu berapa lama saat melamun, tiba tiba saja Tania sudah berdiri di hadapannya.
"nona aku akan membawanya untukmu, kemarikan! " ucap Anindhira mengambil bunga itu, Tania tersenyum dan mengangguk.
"kamu sangat baik, aku senang memiliki teman sepertimu disini!" ucap Tania tersenyum, terdiam kemudian. Anindhira yang melihat itu jadi bertanya tanya, seharusnya gadis itu bahagia tapi matanya tidak menunjukkan rasa bahagia.
"apa nona sedang sakit? " Tania menggelengkan kepalanya dengan tersenyum, Anindhira ikut tersenyum.
"pernikahanku sebentar lagi, jadi aku merasa sedikit cemas! " ucap Tania kemudian pergi dari sana, Anindhira terdiam dan mengikuti Tania dengan membawa bunga ditangannya.
...****************...
malam hari berlalu begitu cepat, Arzan kembali ke mansionnya setelah menyelesaikan pekerjaannya. biasa bagi Arzan pulang larut malam, karena dirinya bekerja dengan hal berbahaya. setiap kali pulang ia akan merasa lapar, tujuan pertama Arzan adalah pergi ke dapur. ia mencari air dan mungkin akan menemukan makanan, ia cari pun tidak ketemu satu makanan disana. padahal rumah besar itu terlihat indah dengan sebuah pesta yang akan diadakan, tapi malah tidak ada hidangan yang dibuatkan lebih awal.
Arzan menatap Anindhira yang terlihat segar dengan rambut basah, ya gadis itu baru saja selesai mandi. berniat mematikan lampu dapur saat terlihat menyala, siapa sangka ia dikejutkan oleh Arzan. pria itu terdiam menatap Anindhira, entah apa yang dipikirkan Arzan saat melihat gadis itu.
"tuan apa kau butuh sesuatu? " ucap Anindhira mengejutkan lamunan Arzan, pria itu berdehem kemudian mengangguk.
"aku lapar, apakah ada makanan disini? " ucap Arzan, dengan senyuman Anindhira mengangguk.
"ada tuan, duduklah aku akan memanaskan nya untukmu! " ucap Anindhira, gadis itu langsung berkutik dengan dapur dan Arzan berjalan duduk di kursi dekat dapur. ia menatap Anindhira yang asik dengan memasak, entah kenapa dirinya merasa senang saat melihat gadis itu.
__ADS_1
"besok hari pernikahanku, apa kau akan menjadi pengiring pengantin pria atau pengantin wanita? " ucap Arzan tiba tiba, Anindhira tersenyum mendengar itu.
"tentu saja aku akan menjadi pengiring pengantin wanita, aku akan membawa calon pengantinmu dan kau harus menunggu di gereja! " ucap Anindhira tersenyum, Arzan mengangguk dengan itu. dan beberapa lama kemudian masakan sudah siap, disiapkan makanannya dihadapan Arzan dan pria itu siap untuk memakannya.
"duduklah, temani aku sampai selesai makan! " ucap Arzan saat Anindhira akan pergi, gadis itu mengangguk kemudian berjalan perlahan duduk di hadapan Arzan. pria itu makan dengan tenang, ia sangat menyukai masakan Anindhira saat gadis itu berada disana. tidak memikirkan perasaan Anindhira, jantung gadis malang itu terus berdetak kencang didekat Arzan.
"tuan... aku sudah meletakkan pakaian pernikahanmu dikamar, jangan lupa besok bangun pagi untuk bersiap! " ucap Anindhira untuk menghilangkan kecanggungan, Arzan mengangguk dengan itu. "dan aku juga sudah menyiapkan gaun pernikahan nona Tania, dia akan terlihat cantik besok! "
"apa kalian sangat akrab sekarang? "
"tentu saja, kami berbincang seharian didalam kamar. bahkan memilih pakaian bersama, dan ya dia merasa gugup karena akan menikah! " ucap Anin yang sangat seru menceritakan pada Arzan, pria itu kemudian menatap Anindhira dan meletakkan sendok yang ia pegang sebelumnya.
"aku akan menikah besok, lalu kapan kau akan menikah? " ucap Arzan berhasil membuat Anindhira terkejut, gadis itu menggelengkan kepalanya dengan kuat. "kau pasti mempunyai seseorang yang kau suka, aku akan membantumu untuk mendapatkannya bagaimana? "
"ti... tidak tuan, tidak perlu repot. aku hanya menyukainya, tidak harus memilikinya. lagi pula aku juga tidak pantas memiliki dirinya, perbedaan kami sangat jauh dan nama kami tidak bisa disandingkan! " ucap Anindhira gugup, Arzan mengangguk kemudian meminum minumannya, Anindhira mengambil piring bekas makanan Arzan dan segera mencucinya.
"aku penasaran, pria seperti apa yang kau sukai. dan sepantas apa dia, sampai kau yang seperti ini tidak pantas untuknya! " ucap Arzan berdiri disamping Anindhira, gadis itu semakin panik dan juga gugup. ia menyudahi kegiatannya, dan menoleh kearah Arzan.
"tuan sekarang sudah sangat larut, pergilah tidur sekarang besok kau harus bangun pagi! " ucap Anindhira, Arzan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"oke aku akan pergi, kau istirahatlah! " ucap Arzan mengelus kepala Anindhira, hal itu terjadi tentu saja membuat gadis itu semakin tidak karuan. jantungnya tidak bisa dikondisikan, berdetak kencang tanpa diminta oleh Anindhira. Arzan menghilang dibalik pintu kamarnya, dan Anindhira merosot ke lantai karena merasa perasaannya sangat aneh dan ia benar jatuh cinta pada Arzan.
__ADS_1
"lupakan, dia akan menikah besok! " ucap Anindhira sedih, ia mengusap wajahnya yang masih merasa panas dan menghela nafas berulang kali.