Suamiku Tidak Kejam

Suamiku Tidak Kejam
menerima dan menyetujui


__ADS_3

setelah hal yang terjadi sebelumnya, Arzan menerima dan menyetujui untuk berhubungan dengan Tania. tepat setelah kaki Tania sembuh, mereka mengadakan acara pertunangan besar besaran. teman kerabat keluarga Malik datang ke acara tersebut, bahkan teman bisnis Arzan dan juga teman berbahaya nya ikut bergabung. pasalnya mereka tidak percaya dengan pertunangan Arzan, teman yang terkenal kekejamannya, keangkuhannya, kekerasan kepalanya. berakhir bertenungan dengan seorang gadis, gadis yang terlihat dari keluarga baik baik dan juga ternama.


Anin senang melihat suasana yang berbeda dirumah itu, rumah besar Arzan terlihat terang tidak gelap seperti dulu. bahkan banyak teman teman Arzan menghadiri acara itu, Anin melihat wajah Arzan yang terlihat bahagia meskipun Arzan tidak berekspresi. Anin juga senang melihat Arzan yang berbaur, bahkan Arzan lebih banyak tersenyum pada mereka semua.


"hei Arzan, benarkah ini Arzan si Singa? " ucap seseorang yang diyakini sebagai teman Arzan, dengan tersenyum Arzan memukul pelan lengan pria itu.


"oh ayo lah, dia tidak akan melajang lagi sekarang! "


"tapi tetap kau harus hati hati Arzan, bagaimana pun musuhmu ada di sekitar sini. mereka tidak ingin melihatmu bahagia, mereka bisa saja menyakiti orang yang membuatmu bahagia! " ucap Seseorang lagi, Arzan meletakkan gelas yang ia pegang dengan kasar. membuat dentingan gelas itu terdengar sedikit keras, teman temannya yang biasa melihat itu hanya tertawa.


"aku tidak mengundang pria itu! " ucap Arzan, sontak membuat mereka semua menoleh dan melihat ke satu arah. terlihat seorang pria yang kekar, berjalan dengan gagah kearah Arzan. dengan tatapan tidak suka Arzan menatap pria itu, penuh kesombongan dan percaya diri pria itu berdiri dihadapan Arzan.

__ADS_1


"selamat untukmu, aku tidak menyangka pria binatang sepertimu bisa bertunangan dan berniat menikah! " ucap pria bernama Mirsha itu, pria yang menjadi musuh bebuyutan Arzan. mereka saling menatap tajam, sampai suasana pun cair akibat Anin yang berjalan kemudian terjatuh dihadapan keduanya. dengan gerakan sepontan Arzan dan Mirsha itu membantu Anin, yang membuat gadis itu merasa canggung pada keduanya.


"maaf aku telah menganggu! " ucap Anin, ia melihat Arzan yang terlihat kesal dan juga marah. Anin kemudian melihat Mirsha, tapi sebaliknya Mirsha terlihat tenang dang tersenyum. apalagi Mirsha yang sedang menatapnya, Anin langsung membuang pandangannya.


"kenapa aku merasa ada sesuatu padamu! " ucap Mirsha membuat Anin menghadapnya, hal itu tidak disukai Arzan dan membuatnya menarik Anin kearah belakangnya.


"jangan pernah menyentuh apapun, apalagi menyentuh sesuatu dihadapanku! " ucap Arzan dengan tegas, Mirsha hanya tertawa mendengar itu. pandangannya melihat kearah Anin, kemudian ia memegang dadanya dan tersenyum.


"entah kenapa aku merasa ada sesuatu denganmu, semoga kita bisa bertemu dan mengobrol bersama! " ucap Mirsha, ia kemudian mendekat kearah Arzan dan tersenyum ironi. "kau akan mendapatkan hadiah dariku, sesuatu yang mengejutkan. boom! " ucap Mirsha kemudian tertawa, hal itu membuat Arzan menggertakkan giginya kuat. sebelum pergi Arzan terus menoleh kearah Anin, begitu juga dengan Anin ynag menatap pria itu tidak mengerti.


tapi Anin terkejut saat tubuhnya ditarik paksa oleh seseorang, belum sempat bicara memanggil Arzan pria itu menarik tangan Anin dan menariknya. Anin melihat orang yang menariknya, dari belakang terlihat pria yang sebelumnya bicara dengan Arzan, Mirsha. Anin menarik tangannya, tapi tidak bisa terlepas karena genggaman yang terlalu kuat.

__ADS_1


"aku tidak akan menyakitimu! " ucap Mirsha yang merasa Anin ingin lepas darinya, Mirsha sendiri tidak berniat menyakiti Anin. sampai ia membawa Anin ke sesuatu tempat yang sepi, kemudian memojokkan Anin. Mirsha menatap Anin dengan tajam, dan Anin sendiri merasa ketakutakan sitatap Mirsha orang yang tidak pernah ia kenal.


"kenapa anda menarik ku tuan? " ucap Anin gemetar, Mirsha tetap menatap Anin dengan tajam.


"siapa namamu? " ucap Mirsha kemudian, Anin mendengar suara serak itu dan ragu untuk menjawab. Mirsha menatap Anin yang diam, kemudian ia menghela nafasnya kasar. "aku bertanya, siapa namamu? " Mirsha memukul tembok tepat di samping Anin, yang membuat gadis itu terkejut dan semakin gemetar.


"Anin... namaku Anindhira! " saut Anin, Mirsha yang mendengar itu membuang muka kearah lain.


"kenapa kau sangat mirip dengannya, wajah ini begitu mirip sampai tidak ada yang berbeda! " ucap Mirsha kesal, Anin hanya diam tidak mengerti apa pun. Anin menatap Mirsha dengan bingung, ia pernah mendengar bahwa Mirsha adalah musuh terbesar Arzan. tapi ia berpikir yang dikatakan Mirsha, mirip dirinya dengan siapa mirip.


"apa maksudmu, siapa yang mirip dengan siapa? " ucap Anin kemudian, belum sempat Mirsha menjawab seseorang datang. keduanya saling menoleh dan melihat Arzan, terlihat Arzan seperti marah dan berjalan cepat kearah mereka. Arzan mendorong tubuh Mirsha dan menarik kera kemeja nya, Anin yang melihat itu terkejut dan mencoba memisahkan pertengkaran itu.

__ADS_1


"beraninya kau membawanya dengan paksa, siapa yang memberimu ijin untuk membawanya! " teriak Arzan, Mirsha hanya tersenyum dan melihat Anin. pasangannya teduh ketika melihat gadis itu cemas, dengan keras Mirsha mendrong tubuh Arzan hingga terhuyung kebelakang.


"aku tidak pergi membawa hartamu, jadi jangan bersikap seolah olah aku membawa hartamu kabur! " ketus Mirsha, ia mendekat kearah Anin dan menarik sehelai rambut Anin disana. "kita akan bertemu lagi, masih banyak yang harus ku bicarakan dengan mu!" ucap Mirsha tepat ditelinga Anin, kemudian pergi begitu saja tanpa bicara lagi. Arzan kesal melihat itu karena gadis itu merasa sakit karena rambutnya ditarik, tapi kesalnya hilang ketika melihat Anin tersenyum manis kepadanya. digenggam nya tangan Anin masuk kedalam rumah besarnya, membawa Anin yang sedang memikirkan ucapan Mirsha.


__ADS_2