
Arzan sebelum menjadi pria yang tidak berperasaan, adalah pria yang lembut dan juga baik hati. Arzan adalah seorang penulis puisi dahulunya, padahal orang tuanya sangat kaya tapi Arzan lebih memilih hobinya. semua orang menyukai Arzan yang tampan dan juga baik hati, tidak pernah Arzan tidak tersenyum, ia selalu tersenyum jika seseorang menyapanya. Arzan memiliki kekasih yang sangat ia cintai, begitu pun kekasihnya yang sangat mencintai Arzan. apapun permintaan kekasihnya Arzan selalu menurutinya, bahkan tidak pernah Arzan membuatnya menagis.
disore hari Arzan membawa sebuah cincin, ia berniat melamar Laura yang menjadi kekasihnya sejak lama. Arzan telah bersusah payah membeli cincin itu, dengan senang ia menuju rumah sang kekasih. Arzan menekan belum dirumah Laura, tapi gadisnya tidak kunjung membuka pintu yang membuatnya tidak sabar. saat pintu terbuka Arzan tersenyum lebar dengan membawa bunga dan cincin ditangannya, tapi ia dibuat terkejut dan senyumnya hilang ketika melihat siapa yang membuka pintu. seorang pria bertubuh besar, dan hanya menggunakan celana dengan telanjang dada. Arzan berpikir pria itu adalah saudara Laura, tapi Arzan tahu Laura tidak mempunyai saudara satu pun.
"sayang siapa yang datang! " suara Laura menggema ditelinga Arzan, panggilan sayang membuat jantung Arzan berdetak cepat.
"aku tidak tahu, hei kau siapa? " tanya pria itu, Arzan tetap diam sampai Laura muncul dibalik tangga. Laura menggunakan piyama mandi dan rambut yang basah, Laura terkejut melihat Arzan berdiri didepan pintu. Laura akhirnya ketahuan selingkuh, tapi dengan tenang Laura berjalan mendekati pria yang menjadi selingkuhannya.
"hei Arzan, kau disini? " ucap Laura dengan senyuman, Arzan mengepalkan tangan ketika Laura menggandeng mesra pria dihadapannya.
"oh jadi ini yang bernama Arzan, pria yang tidak memiliki masa depan! " ucap pria itu dengan sombong, Arzan mencengkram bunga yang dibawanya. Laura menerima bunga itu, kemudian membuangnya ditempat sampah tepat disamping Arzan. .
"apa yang kau lakukan Laura? " ucap Arzan lirih, Laura tersenyum pada Arzan.
"aku bosan hidup denganmu, kau hanya seorang pria miskin. Arzan bagaimana masa depanku nantinya, menikah dengan seorang penulis puisi seperti mu! aku sudah tidak mencintaimu, aku bosan berpura pura terus!" ucap Laura dengan nada meremehkan, Arzan sangat marah dengan penuturan Laura. karena memang Arzan tidak mengatakan kekayaan ayahnya, tapi tidak pernah terpikirkan olehnya Laura akan meninggalkannya karena ia orang miskin. "dan dia adalah Zoe, dia kekasihku yang baru. dia sudah melamarku kemarin, dan aku menerima lamarannya! " ucap Laura menunjukkan cincin dijarinya, Arzan yang melihat itu sudah sangat marah.
__ADS_1
"kenapa kau melakukan ini, aku datang untuk melamarmu Laura! "
"tidak perlu, kau simpan saja cincin murahanmu itu untuk kekasihmu nanti! " ucap Laura lagi, tanpa bicara lagi Laura menutup pintu meninggalkan Arzan yang menahan amarahnya.
Arzan sangat marah pada Laura dan juga pria bernama Zoe itu, Arzan meninggalkan rumah Laura dengan kemarahan. iaa bersumpah akan membuktikan kalau Laura akan menyesal telah meninggalkannya, dan Arzan akan membuktikan bahwa dirinya sangat beruntung telah ditinggalkan oleh wanita seperti Laura.
Arzan melakukan berbagai macam bisnis atas perintah ayahnya, Arzan yang tidak pernah mau berbisnis sama seperti ayahnya jadi melakukan itu demi membalas Laura. disaat bersamaan ayahnya meninggal dunia, jadilah Arzan mengurus semua perusahaan dan bisnis ayahnya. segala jenis bisnis Arzan lakukan, tapi Arzan tidak melakukan bisnis kotor. hal itu membuat Arzan menjadi orang yang tidak berperasaan, agar tidak mudah ditipu Arzan akan menyelidiki semua orang yang berbisnis dengannya. jika ia menemukan orang yang berbohong saat berbisnis dengannya, Arzan akan menghancurkan orang itu sampai dititik terakhir.
sampai setahun lamanya, Arzan menjadi orang besar. namanya dikenal diseluruh kalangan pebisnis, Arzan menjadi orang yang kejam tanpa perasaan. memang terlihatnya Arzan santai dalam menghadapi orang, tapi itu lah yang seharusnya ditakuti oleh semua orang. semakin Arzan bersikap santai, maka cepat orang itu menghadapi mautnya.
"apa kau lupa padaku? " ucap Arzan melihat Zoe yang kesakitan, Zoe menatap Arzan dengan terkejut dan membalakkan matanya. pria yang ada dihadapannya ini adalah pria yang diremehkan nya, pria lemah dengan pakaian yang culun. tapi sekarang pria itu berdiri dihadapannya, dengan jas hitam lekat dan tubuh kekar. terlihat sangat menakutkan, auranya bisa dirasakan eh Zoe. "dimana kesombonganmu dulu, apakah kau ketakutan melihatku? " ucap Arzan lagi menyeringai, ia puas melihat Zoe melihatnya ketakutan. ditarik nya tubuh pria itu, Zoe terkejut saat Arzan lebih kuat dari tenaganya. "dimana wanita itu, katakan padaku! "
"kenapa kau mencari wanita murahan itu, dia sudah kabur dengan pria lain! " Arzan tertawa nyaring disana, dilempar nya tubuh pria itu hingga tersungkur ditembok.
"jadi kau sama sepertiku, pria yang ditinggalkan. kenapa kau kehabisan uang, kau bangkrut? " ucap Arzan lagi, pria bernama Zoe itu sudah tidak bertenaga. Arzan mencari Laura untuk memberikan Laura pelajaran, ia ingin menghancurkan wanita itu yang telah mengkhianati nya. tapi Zoe tidak mengatakannya, Zoe tidak tahu mengaku dimana Laura berada. hingga beberapa hari Zoe disandera, akhirnya Arzan mengakhiri hidup Zoe yang tidak berguna. sejak hari dimana ia dikhianati, Arzan tidak menyukai seorang wanita bahkan sampai mempercayainya pun tidak.
__ADS_1
...****************...
Arzan membuka matanya di pagi hari, tangannya kebas karena memegang pistol semalaman. entah bagaimana Arzan tidur, ia bangun dengan memegang pistol ditangannya. Arzan merenggangkan ototnya dan kemudian pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri, disaat bersamaan Anin masuk kedalam kamarnya. Anin membersihkan setiap sudut kamar itu, kemudian terdengar pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Arzan. dengan handuk dikepalanya, dan handuk yang terlilit dipinggangnya. Anin menatap tubuh Arzan, perutnya yang terbentuk kotak membuat Anin menelan savilanya sendiri.
"sudah puas menatap? " ucap Arzan dengan dingin, Anin kelagapan dan kemudian mengalihkan pandangannya.
"maaf.. tuan! " ucap Anin dengan lembut, entah kenapa Arzan serasa damai mendengar suara itu. setelah menghela nafas, Arzan membuka pintu lemari bajunya
"jika sudah selesai pergilah, aku tidak ingin kau melihat tubuhku yang sedang ganti baju! " ucap Arzan lagi, Anin hanya mengangguk dan kemudian berjalan cepat pergi dari sana. jantung Anin berdegup kencang, ia sebenarnya takut tapi juga sangat berani melihat Arzan. dengan mengusap rambut yang basah, Arzan menatap kepergian Anin. Arzan sangat membenci seorang wanita, tapi saat melihat Anin ia tidak merasa benci sama sekali. menurut Arzan Anin gadis yang polos, tidak jauh berbeda seperti adiknya sendiri.
Anin bertemu dengan nyonya Malik, dengan tersenyum Anin membantu nyonya Malik membawa beberapa bunga dikeranjang. ia menghias setiap vas disana, rumah besar Arzan menjadi terlihat hidup akibat bunga bunga tersebut.
"nyonya seandainya tuan menikah, rumah ini pasti akan ramai! " ucap Anin tersenyum, nyonya Malik yang mendengar itu tersenyum. tapi Anin melihat kesedihan disana, perlahan Anin mendekat kearah Nyonya Malik. "nyonya kenapa, apakah saya salah bicara? " tanya Anin khawatir, nyonya Malik tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"tidak ada yang salah, Arzan memiliki masa lalu kelam terhadap wanita! " ucap nyonya Malik, Anin yang mendengar itu masih tidak mengerti. pada akhirnya nyonya Malik hanya tersenyum, dan pergi setelah meletakkan bunga yang ia pegang. Anin menjadi merasa bersalah, karena nyonya Malik tiba tiba bersedih dan tidak mengatakan apapun.
__ADS_1