Suamiku Tidak Kejam

Suamiku Tidak Kejam
masa lalu 2


__ADS_3

Anin yang hidup tenang dirumah besar Arzan, selalu melakukan tugasnya sebagai seorang pelayan. setiap harinya ia akan membersihkan rumah itu dengan telaten, bahkan nyonya Malik membuat Anin menjadi orang yang pertama yang mengatur kebersihan dan kerapian rumah itu. Anin yang sedang membersihkan beberapa patung, tertegun melihat seorang pria seusia ayahnya. pria itu tidak sendiri, melainkan membawa seorang perempuan cantik disampingnya. saat Anin ingin mendatangi mereka, nyonya Malik terlihat menyambut mereka dengan senang.


"apa kabarmu sayang? " ucap nyonya Malik kepada gadis cantik itu, dengan senyum gadis itu tersenyum.


"sangat baik nyonya! "


"hei kenapa kau memanggilku nyonya, panggil aku ibu! " ucap Nyonya Malik, gadis itu tersenyum dan mengangguk.


"iya ibu! " ucap gadis cantik itu, tidak lama kemudian Nyonya Malik meminta Anin untuk membuatkan minuman dan beberapa camilan. terlihat obrolan mereka sangat asik, Anin tersenyum memperhatikan itu. bahkan melihat gadis itu Anin sangat takjub, gadis cantik dengan kulit putih dan juga mulus. Anin dibuat iri dengan kecantikan gadis itu, Anin melihat kulitnya yang juga putih namun tidak terawat karena memang ia tidak mampu merawat dirinya. sampai Arzan datang Anin tidak tahu, pria itu memperhatikan Anin yang terdiam dan menyamakan kulitnya. Arzan sedikit tersenyum melihat tingkah Anin, kemudian Arzan berjalan pergi keluar pintu. Nyonya Malik dan kedua tamunya melihat Arzan, pergi tanpa berpamitan atau pun menoleh pada siapapun.


"haha... itu lah putraku, dia memang keras kepala! " ucap nyonya Malik, ia mengisyaratkan pada Anin agar segera memanggil Arzan. Anin yang mengerti langsung berlari kecil, ia melihat Arzan yang hendak masuk kedalam mobil.


"tuan tunggu! " panggil Anin, sontak membuat Arzan berhenti dan menoleh kearah Anin. gadis itu kelelahan berlari, karena jarak pintu dan ruang tamu sangat jauh. Anin harus berlari untuk mencapai Arzan, karena langkah Arzan begitu besar berjalan.


"ada apa? " tanya Arzan terdengar dingin, Anin masih mengatur nafasnya kemudian menatap Arzan yang sedang menatapnya juga.


"nyonya memanggil anda, tolong temui dia! " ucap Anin kemudian, Arzan yang malas hanya tidak peduli dan masuk kedalam mobilnya. Anin memaksa Arzan untuk ikut dengannya, meskipun Arzan menampis tangan Anin dengan kasar. "tuan maaf saya lancang, tapi nyonya ingin anda datang sekarang! " ucap Anin lagi, dengan menghela nafas kasar Arzan akhirnya berjalan masuk lagi. Anin yang melihat itu senang, ia tersenyum kemudian berjalan mengikuti Arzan. nyonya Malik tersenyum melihat putranya, Arzan menyapa tamu ibunya dan kemudian duduk disamping ibunya.


"Arzan perkenalkan dia adalah tuan Tomi, dan ini putrinya Tania! " ucap Nyonya Malik tersenyum, bahkan kedua tamu itu tersenyum pada Arzan. tapi Arzan hanya tersenyum tipis, setelah itu hanya diam dan menyenderkan tubuhnya kebelakang. "bagaimana, putraku tampan kan? "

__ADS_1


"putramu sangat tampan, cocok dengan putriku! " ucap tuan Tomi terlihat senang, begitu pun dengan Nyonya Malik yang senang. tapi tidak dengan Arzan, pria itu terkejut dengan tuturan tuan Tomi. ia memperhatikan pembicaraan dua orang itu, dan ternayat benar dugaannya. ibunya ingin memilih pasangan untuknya, dan pasangannya gadis cantik bernama Tania dihadapannya.


"sebelum pembicaraan ini terlalu jauh, aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian terutama ibuku tercinta! " tegas Arzan dingin, Nyonya Malik tahu kalau putranya itu sedang kesal dan mungkin saja sedang marah. "kalian berniat menjodohkan aku dengan gadis ini, jadi aku ingin mengatakan lupakan keinginan kalian itu. karena aku tidak akan menikah, dan tidak akan menjadi pasangan siapapun! " suara itu menggema diudara, bahkan Anin terkejut mendengar itu. Arzan yang membuat penegasan itu kemudian berjalan pergi, bahkan Arzan memecahkan sebuah vas bunga yang ada di meja. Nyonya Malik tidak bisa mencegah putranya pergi, karena selalu seperti itu Arzan akan pergi saat ibunya bicara tentang pernikahan.


"jangan pedulikan perkataannya, Anin bawa mereka ke kamar tamu ya. biarkan mereka istirahat dulu, setelah itu kamu temui saya ya! "


"baik Nyonya, mari tuan mari nona! " ucap Anin, ia pergi membawa keduanya ke kamar tamu. Anin berjalan kekamar Nyonya Malik, ia mengambil air dan juga obat Nyonya Malik. Anin menyuapkan obat pada Nyonya Malik, ia melihat Nyonya nya itu sedang sedih. Anin tahu penyebabnya, karena apalagi kalau bukan karena putranya menolak untuk menikah. "Nyonya tuan sedang marah, mungkin kalau sudah tenang tuan tidak akan seperti itu! "


"kau tidak tahu Anin, Arzan benar benar malang! " ucap nyonya Malik, hal itu tidak dimengerti oleh Anin. kemudian mendekati nyonya Malik, memberikan segelas air untuk menenangkan nya. "hati Arzan benar benar menjadi batu, dan sedingin es! "


"nyonya, kalau boleh tahu kenapa tuan Arzan seperti itu! " ucap Anin dengan ragu, ia menunduk ketika nyonya Malik itu menatapnya. "maaf nyonya saya tidak bermaksud apa apa, saya berpikir melihat foto tuan dikamar nyonya sangat berbeda dengan tuan yang aslinya! " ucap Anin lagi, karena menurutnya sangat berbeda dari kedua nya. di figora terlihat Arzan menggunakan kaos dan tersenyum lembut di hadapan kamera, tapi ketika di dunia nyata Arzan terlihat menakutkan dan juga tegas. dengan bibir yang hampir tidak pernah tersenyum, bahkan penglihatan nya sangat tajam. pada akhirnya nyonya Malik menceritakan semuanya pada Anin, mulai dari Arzan yang baik sebelumnya sampai kebaikan itu ia dikhianati oleh seorang perempuan. hingga membuat Arzan menjadi kejam dan tidak memiliki perasaan, apalagi tidak percaya pada siapapun.


...****************...


"siapa disana? " ucap Anin dengan suara yang sedikit ditegaskan, terlihat orang itu bergerak mendengar suara Anin. "hei siapa kau, kenapa kau ada disitu? " ucap Anin lagi, karena malam hari ia tidak melihat dengan jelas disana.


"apa kau akan membunuhku, ya bunuh saja aku cepat! " ucap seorang pria dengan suara serak, Anin yang mendengar itu seperti tidak asing untuknya. karena suara siapa lagi, kalau bukan suara Arzan. tapi suara itu berbeda, seperti orang yang sedang mengigau. Anin menghampiri Arzan, terlihat Arzan tidak sadar dengan botol minuman ditangannya. Anin menyingkirkan botol minuman itu, kemudian menarik tubuh Arzan untuk duduk dengan benar.


"tuan, kenapa tuan di sini? " ucap Anin, suara lembut itu seakan menghipnotis Arzan. dengan berat Arzan membuka mata, lalu tersenyum pada Anin.

__ADS_1


"hei kau kucing kecil, kenapa kau tidak tidur padahal sudah larut malam! " ucap Arzan dengan nada yang tidak biasanya, Anin sudah mengira Arzan mabuk saat itu. karena Anin mencium bau tidak enak pada Arzan, bau alkohol yang menyengat. "hei jangan bilang ibuku, aku hanya minum sedikit! " ucap Arzan lagi, ia mencoba mencari botol yang ia pegang sebelumnya. tapi Anin sudah membuang botol itu jauh, hingga Arzan tidak mengetahui letaknya.


"tuan aku akan membawamu masuk, ayo! " ucap Anin dengan kuat mengangkat tubuh Arzan, dan yang diangkatpun hanya diam dan memeluk tubuh kecil Anin.


"kecil sekali tubuhmu itu, tidak pernah aku melihat tubuh kecil sekuat ini! " ucap Arzan yang terus seperti orang tidak sadar, Anin hanya diam dan membawa Arzan masuk kedalam rumah besarnya. diletakkan nya Arzan diatas sofa, Arzan langsung tergeletak dan bicara sendiri. Anin pergi ke dapur untuk membuat minuman yang dapat menghilangkan efek alkohol itu, tapi dengan bersamaan Arzan duduk dan memegangi kepalanya disofa. Arzan setengah sadar saat itu, efek alkoholnya sedikit menghilang karena Arzan yang sudah terbiasa minum. dilihatnya Anin berjalan membawa minum di tangannya. Anin sempat terkejut Arzan yang duduk melihatnya, tapi kemudian berjalan ke arah Arzan dengan hati hati.


"tuan minumlah, agar kepalamu tidak sakit! " ucap Anin memberikan minuman itu, Arzan menolaknya tapi Anin terus memberikan minuman itu kehadapan Arzan. sebenarnya Anin takut ketika Arzan menatapnya tajam, tapi pada akhirnya Arzan menerima minuman itu. Anin merasa heran pada Arzan, semenit yang lalu Arzan mengingau tidak sadar tapi begitu cepat Arzan sadar dan kembali normal.


"apa kau tidak tidur, ini sudah larut! * ucap Arzan dengan dingin, Anin tersenyum dan menggelengkan kepala.


" aku tidak bisa tidur, jadi aku keluar untuk mencari angin. kemudian menemukan tuan di pohon itu! " saut Anin tersenyum, Arzan hanya mengangguk dan menikmati minuman yang diberikan Anin. pria yang ada dihadapannya ini sedang kesepian, tidak ada yang tahu kalau pria kejam ini awalnya pria yang sangat baik dan juga lembut. Arzan yang merasa ditatap oleh Anin, langsung menoleh ke arah Anin dan menatap gadis itu dengan tajam.


"apa kau ingin membahas hal lain? " ucap Arzan, belum sempat Anin bicara Arzan memberikan gelas yang ia pegang kepada Anin. "kalau tidak ada pergilah, tidur sekrang juga! "


"tuan tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan minuman, yang tuan minum itu tidak baik sama sekali. aku tahu tuan meminum minuman itu agar tuan melupakan semuanya, lupa dimana tuan merasa disakiti! " ucap Anin, ia ingin berucap lagi tapi Arzan tersenyum miring menatap Anin.


"ternyata ibu menceritakan sebuah kisah padamu, apa aku benar? " ucap Arzan, Anin kelagapan dan hanya bisa diam ditempatnya. "kau tidak perlu ikut campur dengan urusanku, aku membeli semua ini dengan uangku. tidak ada yang berhak melarangku, bahkan ibuku sekaligus! " ucap Arzan dengan dingin, Anin menelan savilanya sendiri.


"iya aku sudah tahu, aku tidak akan ikut campur dengan urusanmu tuan. aku hanya kasihan pada Nyonya Malik, dia ingin putranya bahagia. kembali menjadi putranya yang lembut, tapi Nyonya Malik hanya berharap dan tidak akan menjadi kenyataan! " ucap Anin, Arzan yang merasa kesal mencengkram pundak Anin dengan erat. sampai gadis itu mengeram kesakitan, mencoba melepaskan genggaman Arzan.

__ADS_1


"aku tidak peduli, sebaiknya kau juga tidak perlu peduli. jika kau orang lain saat ini, aku sudah membunuhmu! " ucap Arzan kemudian mendorong tubuh Anin, untung saja Anin terjatuh diatas sofa. Anin menatap kepergian Arzan, ia berniat akan merubah pikiran Arzan. membuatnya menikah dengan Tania, dan Nyonya Malik nya itu akan bahagia dan menyayanginya.


...****************...


__ADS_2