
Namaku Mesya, aku berumur 25 tahun, kedua orang tuaku telah meninggal dunia karena penyakit yang sangat sulit di sembuhkan yaitu kanker. Kedua orang tuaku merahasiakan penyakit yang mereka derita kepadaku, supaya aku tidak khawatir kepada mereka. Tapi buktinya aku malah terpukul oleh kepergian mereka membuatku tak bersemangat dalam menjalani hari-hari. Aku bekerja sebagai penjual online mau itu pakaian dan aksesoris, aku mempunyai dua karyawan Raina dan Edo, mereka sudah aku anggap saudaraku sendiri.
__ADS_1
Rumah kontrak yang aku tinggali sama kedua orang tuaku dulu telah di kontrak oleh orang lain, karena ku tidak bisa membayar uang kontrakan tepat waktu yang menyebabkan aku harus keluar dari kontrak itu sekarang juga. Aku merapikan semua barang ku dan memasukkannya ke dalam koper, aku pun keluar dari rumah itu dengan membawa 2 koper besar berisi pakaian dan aksesoris sedangkan 1 koper kecil berisi baju-bajuku.
__ADS_1
Aku sudah berjalan selama 2 jam, tapi tak kunjung mendapatkan kontrak. Aku singgah di sebuah warung untuk istirahat dan mengisi perutku yang tak bisa di ajak kompromi lagi. “mbak saya pesan baksonya 1 porsi yah” kata Mesya “baik mbak tunggu sebentar yah” kata si mbaknya di jawab anggukan oleh Mesya. Tak berapa menit pesanan Mesya pun datang “ini mbak pesanannya” kata si mbaknya “makasih yah mbak” kata Mesya. Si mbak tadi memperhatikan barang bawaan Mesya yang banyak “mbak boleh saya duduk menemani mbak sambil ngobrol-ngobrol” kata si mbaknya “iya boleh kok mbak, silahkan” kata Mesya.
__ADS_1
“kalau masalah harga kalau aku gak salah ingat 35 jt kak, karena rumah itu sudah lama gak di pakai, bangunannya kuat tapi di halaman rumah itu banyak rumput liar yang membuat rumah itu terlihat menyeramkan” kata Nisa. Mesya mempertimbangkannya mending aku ambil aja, kalau masalah kotor dan rumput nantikan bisa di bersihkan. uang tabunganku kan tinggal 60 juta, lumayanlah masih ada 25 juta kata Mesya dalam hati. “bagaimana kak” kata Nisa membuyarkan lamunan Mesya “kenapa Nisa” kata Mesya “aku bilang, bagaimana kakak mau ambil rumah itu atau mau cari yang lain” kata Nisa “aku akan ambil rumah itu, habis makan kamu bisa gak temani aku ke pemilik rumah itu” kata Mesya “kalau gitu aku minta pamit dulu sama bapak” kata Nisa di jawab anggukan oleh Mesya.
__ADS_1
Tak berapa lama Mesya pun selesai makan, Nisa pun datang “kakak udah makannya” kata Nisa “bagaimana kamu di izin bapak kamu Nis” kata Mesya “bapak izinin kok kakak, aku bawa mangkok kakak dulu ke belakang” kata Nisa. Nisa pun kembali “ayo kak nisa antar” kata Nisa, sebelum beranjak dari tempat duduknya Mesya mengeluarkan uang 100 ribu dan memberikannya ke Nisa “ini uangnya untuk bakso yang kakak makan tadi” kata Mesya “tunggu kembaliannya kak” kata Nisa sambil membalikkan badannya tapi di cegat oleh Mesya “gak usah Nis, kembaliannya untuk kamu sebagai tanda terima kasih aku ke kamu” kata Mesya “makasih yah kak, kakak udah cantik baik lagi” kata Nisa sedangkan Mesya hanya tersenyum mendengar kata Nisa.
__ADS_1