Suara Yang Ku Rindukan

Suara Yang Ku Rindukan
Eps 13


__ADS_3

malam pun tiba, sedangkan Mesya telah selesai makan malam dan mencuci piringnya. Mesya memutuskan memasuki kamarnya untuk istirahat, di dalam kamar Mesya ada Vino dan Vero yang sedang bermain di tempat tidur Mesya. Mesya mendudukkan dirinya di tempat tidur diikuti Vino " saya, maaf" kata Vino "untuk?" tanya Mesya "aku mendengar semua cerita tentang kedua orang tuamu, aku kira kau sadar akan kehadiranku di sana ternyata tidak" kata Vino Menyesal "tidak apa-apa, malahan bagus kau mendengarnya agar aku tidak menceritakannya kembali padamu" Kata Mesya "kau tak marah padaku" tanya Vino "untuk apa aku marah padamu, sekarang masih ada hal yang ingin kamu ketahui tentang ku" kata Mesya "untuk sekarang tidak ada, tidak tahu kalau nanti" kata Vino "aku akan menjawab pertanyaanmu itu tanpa menutupinya" kata Mesya "aku akan menaiki kata-katamu itu suatu hari nanti" kata Vino dijawab anggukan oleh Mesya.


mereka larut dalam obrolan tanpa Vino sadari tangan kanannya menghilang dan muncul kembali hal itu disadari oleh Mesya. "tangan kamu kenal seperti itu" tanya Mesya terkejut "kenapa dengan tanganku" kata Vino sambil melihat kedua tangannya yang benar saja tangan kanannya kadang hilang dan muncul kembali. (apa yang terjadi padaku kenapa bisa seperti ini apakah ini tanda aku akan kembali senyum atau sebaliknya aku akan meninggalkan dunia ini) kata Vino dalam hati. dalam hal itu juga terjadi kepada Vero "astaga sayang tangan kamu juga kenapa seperti ayahmu" kata Mesya "apa tangan vero juga begitu" kata Vino sambil memandang ke arah sang anak.

__ADS_1


Mesya terus saja memandang kedua pria yang selama ini menemaninya selama 3 bulan terakhir ini dengan pandangan yang sulit diartikan. (apa jangan-jangan mereka akan kembali ke tubuh mereka seperti semula atau jangan mereka akan hilang selamanya. ya Tuhan, kalau engkau mendengar doaku ini tolong kabulkanlah apa bila roh mereka akan kembali ke raga tolong pertemukan kami kembali di dunia nyata ini, tapi apabila mereka menghilang untuk selamanya dan tak kembali tolong berikan mereka tempat yang indah dan nyaman di sisimu. aku tak tahu perasaan apa yang aku miliki kepada dua dedemit itu, tapi melihat mereka yang akan menghilang kapan saja membuatku merasa sangat sakit seperti orang yang kehilangan gairah hidupnya. apakah aku sudah mencintai dan menyayangi mereka serta tak ingin lepas darinya, jawabannya mungkin) kata Mesya sambil meneteskan air mata.


Vina yang melihat Mesya meneteskan air mata menjadi khawatir "kamu kenapa?" tanya Vino dijawab dengan oleh Mesya "kalau ada hal yang menjanggal dalam hatimu keluarkanlah aku siap menjadi pendengar" kata Vino. (apakah aku harus mengungkapkan sekarang, tidak.... tidak.... tidak nanti dia kegeeran lagi. tapi kalau tidak ku katakan sekarang takutnya dia telah menghilang dan tidak mengetahui apa yang aku rasakan ini) kata Mesya dalam hati.

__ADS_1


"daripada memikirkan hal yang tak jelas mendingan aku tidur" kata Mesya sambil membaringkan dirinya "sya" panggil Vino "iya ada apa" kata Mesya menatap Vino "bolehkah aku meminta sesuatu" kata Vino "boleh, emangnya kamu mau minta apa" tanya Mesya "apakah boleh kita tidur seranggan bersama dengan Vero juga" kata Vino memandang Mesya dengan tatapan memohon "HM... bagaimana ya, oke boleh kalian boleh tidur telanjang denganku tapi jangan macam-macam" kata Mesya "iya, sekarang kita istirahat" kata Vino sambil membaringkan dirinya di samping sang anak.


posisi mereka Mesya di sebelah kanan, Vero di tengah dan Vino di sisi kiri. (ya Tuhan, seandainya aku bisa berhenti aku ingin momen ini tidak berlalu. semoga kau mendengar doaku ini, jika aku kembali ciuman tolong jaga dia jangan biarkan orang lain mendekatinya hingga kembali dan menikahinya dan menjadikannya wanita satu-satunya di dalam hidupku) kata Vino sambil memandang Mesya yang entah sejak kapan dia tertidur.

__ADS_1


"sya... apakah aku salah menginginkanmu sebagai pendamping hidupku? apakah aku salah mengharapkanmu untuk menjadi ibu dari Vero anakku? ataukah aku egois karena menginginkanmu sedangkan aku ini seorang duda yang mempunyai anak?" banyak Vino yang tiba-tiba muncul pikirannya. "aku harus memberitahukan pertanyaan ini kepadamu dan aku harap kamu akan menjawabnya sebelum kamu menghilang" kata Vino menutup matanya menyusul Mesya dan Vero di alam mimpi.


__ADS_2