
Setelah selesai mencuci piring, Mesya hendak ke ruang tengah untuk menonton tv tapi tak lama terdengar suara tangisan balita, membuat langkah Mesya terhenti dan menatap Vino begitu pun sebaliknya. Mereka pun bergegas menuju sumber suara itu, “apakah itu suara anakmu” tanya Mesya “iya, itu suaranya” kata Vino “kok suaranya semakin keras ata jangan benar kataku tadi dia lagi di culik oleh dedemit” kata Mesya “itu tidak mungkin” kata Vino tapi dalam hatinya cemas dengan sang anak.
Mesya dan Vino telah berada di depan pintu kamar Mesya, sebelum membuka pintu kamar itu Mesya menarik napas dalam dan menghembuskannya secara kasar, Mesya pun membuka pintu kamarnya dengan kasar. Terlihatlah dedemit dengan penampilan menyeramkan sedang menggendong balita yang terus saja menangis, jiwa keibuan Mesya pun keluar melihat balita itu terus saja nangis. “hei, kau apakan anakku dasar dedemit gak ada akhlak beraninya dengan anak kecil, kembalikan anakku” kata Mesya.
__ADS_1
“aku Cuma mau menggendongnya saja, aku tak pernah merasakan menggendong bayi semasa aku masih hidup sampai sekarang. Aku tidak akan berbuat hal yang membahayakannya” kata dedemit itu “maafkan aku telah berbicara kasar padamu, aku kira kau akan membahayakannya” kata Mesya “tapi aku bingung, kok anakmu bisa berada di alam kami” tanya dedemit itu “panjang ceritanya, sekarang bolehkah kau memberinya padaku” kata Mesya.
Dedemit itu memberikan balita itu ke gendongan Mesya “kalau kamu mau bermain dengannya taka pa tapi rubah dulu penampilan menakutkan mu itu” kata Mesya “benarkah itu” kata dedemit itu dengan berbinar “iya, kalau beloh tau nama kamu siapa” tanya Mesya “nama aku Eva” kata dedemit itu “baiklah Eva sekarang bolehkah kamu mengubah wujudmu itu, sungguh aku sangat takut melihat wujudmu yang sekarang” kata Mesya.
__ADS_1
Mesya pun turun bersama Vino dan balita itu “eh, aku mau tanya Sya” kata Vino “kalau mau tanya nani kalau udah sampai di ruang tengah” kata Mesya, Vino yang mendengar kata Mesya menjadi kesal iiih… dasar manusia gak ada akhlak, Cuma mau nanya doang jawabnya gitu kata Vino dalam hati. Mereka pun sampai di ruang tengah “Sya aku mau nanya” kata Vino “iya mau nanya apa” kata Mesya sambil mendudukkan dirinya di sofa dan menoel pipi cabi Vero “kenapa tadi kau menyebut Vero anakmu” tanya Vino, “gak tau juga sih, mungkin sifat keibuanku keluar pas melihat seorang balita dalam bahaya seperti tadi” kata Mesya sekenanya.
“hanya itu tak ada yang lain lagi” kata Vino “dan juga aku sangat suka dengan anak-anak” kata Mesya, sedangkan sedari tadi Vero dalam gedongan Mesya tersenyum dan merasa nyaman dalam dekapan Mesya. “Vin, seharusnya kamu itu jaga Vero, kan dia anakmu. Masih untuk tadi dia di gendong Eva dedemit baik, coba aja dedemit lain yang jahat dan menculiknya gimana, mungkin saja rohnya gak akan dikembalikan” kata Mesya. “aku juga sudah mencarinya tapi dianya aja yang suka ngilang” kata Vino “dasar dedemit gak punya perhatian ke anak” kata Mesya kesal sambil menyalakan tv.
__ADS_1