Suara Yang Ku Rindukan

Suara Yang Ku Rindukan
Eps 15


__ADS_3

"sebenarnya akhir-akhir ini aku merasakan sesuatu..." kata Vino terpotong "rasakan sesuatu apa tuh?" tanya Mesya "entahlah tapi setiap dekat denganmu aku merasa jantungku berdetak lebih kencang seperti sedang lari maraton" kata Vino yang membuat meja tersedak makanannya.


"kamu jangan bercanda, gak lucu tau" kata Mesya "aku nggak pernah bercanda kalau ngomong Sya" kata Vino. "daripada aku dengerin omonganmu yang nggak jelas, mendingan cuci piring terus bobo cantik" kata Mesya "kata kamu tadi mau dengarkan dengan baik, tapi kenapa sekarang malahan kamu ngindar dari aku" kata Vino "siapa juga yang menghindar dari kamu aku tuh udah capek mau tidur" kata Mesya.


meja pun segera meninggalkan dapur dan menuju kamarnya sedangkan Vino terus saja mengikutinya dari belakang. sampainya mereka di kamar Mesya "dengarkan aku sekali ini saja" kata Vino "baiklah" kata Mesya sambil mendudukkan dirinya berhadapan dengan Vino. "2 bulan terakhir ini aku lebih sering memperhatikanmu, dan semua tingkah laku yang kau lakukan. Bagaimana kamu memperlakukan Vero membuatku yakin kepadamu, kedekatanmu dengan Vero membuatku berpikir bahwa kamu cocok menjadi ibu sambung dari anakku. maaf kalau perkataanku ini membuatmu sedikit tak nyaman, tapi dari lubuk hatiku yang paling dalam mengatakan bahwa aku suka dan sayang padamu Sya" kata Vino.

__ADS_1


Mesya pun mencerna semua perkataan dari Vino "aku tahu, aku tidak seperti laki-laki di luar sana yang dapat mengungkapkan isi hatinya dengan cara romantis, aku hanyalah seorang duda yang mempunyai satu anak dan mungkin sulit untuk mendapatkan pasangan kembali. dan aku tahu kamu pasti menginginkan seorang laki-laki yang sepadan denganmu, yang mapan bekerja keras dan yang terpenting tak berstatus duda sepertiku" kata Vino.


"vin, aku tak tahu rasa sukamu kepadaku itu seperti apa? dan kalau aku boleh jujur Vin, sebenarnya aku tuh udah sayang sama Vero dan tak bisa jauh dari dia entah perasaan apa yang muncul dalam hatiku saat melihat Vero. kalau aku boleh jujur ya sama kamu Vin, sebenarnya aku juga suka padamu tapi apakah cinta kita akan bersatu di dunia nyata ini" kata Mesya.


"aku berjanji padamu dan diriku sendiri Sya, apabila suatu hari nanti aku sudah sadar dari koma ku, aku akan datang mencarimu bersama Vero" kata Vino "baiklah aku akan memegang janjimu dan aku harap apabila kamu sadar jangan lupakan aku" kata Mesya "mana mungkin aku melupakanmu Sya, kamu adalah calon istri dan ibu dari anak-anak untuk selamanya dan akan menua bersama" kata Vino.

__ADS_1


pagi pun menyapa Mesya pun terbangun dari tidurnya dan tak menemukan Vino dan Vero di sampingnya. Mesya meja memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu setelah itu mencari Vina dan Vero. setelah selesai membersihkan dirinya Mesya pun mencari dua orang itu, Mesya mereka di setiap sudut ruangan tetapi menemukannya. "kalian ke mana sih kok nggak ketemu-ketemu, apa aku tanya Eva aja ya, mungkin Eva melihatnya" kata Mesya.


Mesya pun bergegas ke kamarnya dan memanggil Eva "va... kamu lihat Vino dan vero nggak" tanya Mesya "enggak tuh Sya perasaan kalian kan tidur bersama kok tanya kak Eva" kata Eva "iya kami tidur bersama tapi setelah aku bangun mereka tidak ada sampingku, aku sudah mencarinya ke mana-mana di setiap sudut ruangan tapi aku tak menemukannya" kata Mesya.


"apa jangan-jangan roh mereka telah kembali ke raganya" kata Eva, Mesya pun mencerna perkataan dari Eva (mungkin saja mereka kembali ke raga mereka, ya Tuhan di manapun mereka berada melindungi mereka jaga mereka) kata Mesya dalam hati. semenjak hari itu Mesya pun terlihat murung gak seperti biasanya yang membuat karyawannya bertanya-tanya tapi tak ada satupun yang berani bertanya ke Mesya.

__ADS_1


hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, selama itu Mesya terus saja memikirkan Vino dan Vero. Usaha Mesya pun berkembang pesat dan sekarang, Mesya telah membuka toko dengan mereknya sendiri dan memproduksi baju celana dengan merk yang dia miliki. toko yang dipunyai meja sekarang tergolong toko besar dan harganya pun terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah. hal itu membuat toko Mesya ramai pengunjung baik dari kalangan remaja, bekerja maupun orang tua. nama toko tersebut adalah MVV, yang di mana itu adalah singkatan nama dari Mesya, Vino dan Vero.


(Vin, andaikan kau berada di sisiku sekarang dan melihat perjuanganku membangun toko ini kau akan bangga kepadaku, tapi itu hanya angan-anganku sekarang aku tak tahu kau berada di mana Dan apakah kau masih mengingatku) kata Mesya sambil memandang pusat perbelanjaannya dengan sendu dan meninggalkan tempat itu menggunakan mobilnya.


__ADS_2