Suara Yang Ku Rindukan

Suara Yang Ku Rindukan
Eps 2


__ADS_3

Mesya dan Nisa menuju ke rumah pak Edi, sang pemilik rumah yang akan di beli oleh Mesya. Mesya memberhentikan taxi untuk menuju ke rumah pak Edi. Tak berapa lama Mesya dan Nisa pun sampai di rumah pak Edi, tok…tok…tok suara pintu yang diketuk “iya tunggu sebentar” sahutan seorang pria paru baya dari dalam rumah “iya, eh ada neng Nisa ini temannya yah neng, masuk dulu neng” kata pak Edi “iya pak ini teman saya” kata Nisa. “silahkan duduk “ kata pak Edi, mesya dan Nisa pun duduk. Mesya pun angkat bicara “maksud kami datang kesini itu untuk membeli rumah bapak yang ada di jalan kenanga” kata Mesya “bagaimana yah neng, rumah bapak yang di sana kotor dan halamannya di tumbuhi rumput liat, bangunan itu sudah tidak layak untuk di tinggali lagi neng apalagi eneng kan perempuan” kata pak Edi.

__ADS_1


“itu tidak masalah buat saya pak, yang penting saya dapat tempat tinggal itu sudah cukup” kata Mesya “baiklah, bapak ambil dulu surat-surat ramahnya” kata pak Edi. Mesya dan Nisa menunggu pak Edi sambil mengobrol, tak lama pak Edi datang membawakan surat itu dan kembali ke belakang untuk mengambilkan minum untuk kedua tamunya. Pak Edi datang dengan membawa nampan yang berisi dua cakir teh “gak usah repot-repot pak” kata Mesya “tidak apa-apa neng, ini tak merepotkan bapak” kata pak Edi. Mereka pun melanjutkan pembicaraan tentang pembelian rumah, tak berapa lama transaksi pun dilakukan dan pak Edi pun menyerahkan surat rumah ke Mesya. Mesya dan Nisa pun berpamitan kepada pak Edi untuk mengunjungi rumah itu, mereka pun memberhentikan taxi.

__ADS_1


“kamu gak pulang Nis, nanti bapak kamu nyariin” kata Mesya “kan Nisa sudah izin sama bapak untuk temani kak Mesya, tenang aja kak” kata Nisa “oke baiklah” kata Mesya. Mereka pun sampai di depan rumah yang telah menjadi milik Mesya, “kak, serem banget deh rumahnya, apalagi di kelilingi oleh hutan” kata Nisa sambil memegang lengan Mesya dengan erat. Menurutku hutan yang mengelilingi rumah ini sangatlah indah” kata Mesya. Bagaimana bisa kak Mesya menganggap hutan ini sangat indah, dan rumahnya juga sangat seram bikin bulu kudukku berdiri aja kata Nisa dalam hati.

__ADS_1


Mereka pun mulai membersihkan rumah itu, 3 jam berlalu mereka pun selesai membersihkan karena rumah itu agak luar dan memiliki 3 kamar, dapur, ruang keluarga dan ruang tamu cukuplah luas. “kak Mesya, aku mau ke super market dekat sini, untuk membeli minum” kata Nisa “maaf yah Nis, aku gak bisa nemenin kamu, karena aku mau bersihkan pekarangan rumah ini. Aku mau minta tolong bisa gak” kata Mesya “gak apa-apa kak, kakak mau minta tolong apa” kata Nisa. “Beliin bahan makanan untuk satu minggu” kata Mesya “oke kakak” kata Nisa “ini uangnya sekalian beli cemilan untuk kita makan” kata Mesya “ siap ibu bos” kata Nisa tersenyum mengambil uang yang di berikan oleh Mesya dan berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2