
sudah satu minggu berlalu setelah Mesya, Vero, dan Vino tidur bersama dalam satu ranjang. entah apa yang membuat Mesya satu minggu ini melamun dan tidak konsentrasi. "Nis, ada apa sih dengan kak Mesya, kok aku perhatian dalam seminggu ini dia banyak melamun" kata Raina sambil memandang Mesya yang sedang melamun. "aku juga nggak tahu kak, apa mungkin kak Mesya sedang patah hati" kata Nisa "bisa jadi kak, karena dulu aku punya teman yang sedang putus dengan sang pacar mintanya seperti kak Mesya sekarang" kata Fira.
Mesya untuk sadar dari lamunannya (astaga sya, kamu melamun lagi sudah seminggu kamu gini. kalau kamu suka sama pria itu apa susahnya untuk mengungkapkan perasaanmu itu, masalah diterima atau tidaknya itu urusan belakang keburu dia pergi) kata Mesya pada dirinya sendiri. "kok kak Mesya bicara sendiri kayak gitu" kata Raina sambil melihat ke Mesya "itu cuma perasaan kamu aja, buktinya tuh kak Mesya sedang packing pesanan orang" kata Nisa (mungkin aku salah lihat tadi) kata Raina sambil melanjutkan pekerjaannya.
"tidak lama lagi jam makan siang mendingan aku masak untuk mereka daripada pesan makanan online melulu lebih banyak biaya yang keluar" kata Mesya sambil melihat jam dinding "na, sa, Ra kakak ke dapur dulu ya" kata Mesya "untuk apa kak" tanya Nisa "kakak ingin membuat makan siang untuk kita semua dan kalian tidak usah mau memesan makanan online lagi" kata Mesya "boleh Nisa bantu kak" tanya nisa "boleh, ya udah kakak, Raina, Fira kakak tinggal dulu ya" kata Mesya "iya kak" jawab Raina dan fira bersamaan.
__ADS_1
Mesya dan Nisa pun berjalan ke dapur "kak, kita mau masak apa" tanya Nisa "kita buat ayam kecap aja" kata Mesya "wih... enak tuh apalagi disamain nasi anget tambah mantap" kata Nisa. mereka pun telah berada di dapur "sekarang kita mulai masak" kata Mesya "aku bantu apa nih kak" tanya Nisa "kamu masak nasi aja, kamu tahu kan masak nasi" kata Mesya "tahu dong kak, kalau gitu aku masih belum" kata Nisa.
sementara Nisa memasak nasi, Mesya menyiapkan bumbu untuk ayam kecapnya. setelah semua perkumpulannya sudah lengkap Mesya pun mengupas kulit bawang merah entah apa yang mengganggu pikirannya sehingga dia tak konsentrasi, membuat jarinya terdiri "aw...." suara Mesya terkejut "astaga kak, kok bisa seperti ini" kata Nisa mengambil kotak P3K mencari poster obat untuk Mesya Mesya "kalau lagi masak itu harus konsentrasi kak kalau tidak, dapat membahayakan diri kakak seperti saat ini" kapan Nisa sambil mengobati tangan Mesya "iya lain kali kakak akan hati-hati" kata Mesya. tak butuh waktu lama masakan mereka pun telah selesai dan sudah tertata rapi di atas meja makan.
makan siang pun berlalu tanpa ada pembahasan antara mereka dan kembali pada kegiatan masing-masing. Vina terus saja memperhatikan apa yang dilakukan oleh Mesya (apa yang kamu pikirkan Sya, sehingga membuatmu kehilangan konsentrasi) kata Vino dalam hati sambil menatap ke arah Mesya.
__ADS_1
"iya kak mudah-mudahan setiap hari omset kita meningkat dan dapat membuka toko sendiri, itu akan membuat kita semakin sukses" kata Raina. "apakah tidak apa-apa kalian lembur hari ini" tanya Mesya kepada semua pegawainya "kami tidak apa-apa kak malahan kami senang mendapatkan banyak pesanan seperti ini itu akan membuat kita lebih semangat dalam bekerja" kata Edo dan dijawab anggukan oleh semua pegawai.
"baiklah kalau begitu, ayo semangat kita harus menyiapkan packingan ini secepat mungkin agar semua pelanggan semakin suka dengan pelayanan kita yang cepat dan bagus" kata Mesya. Tanpa mereka sadari waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 malam. "oke guys, kita akan lanjut pekerjaan ini besok karena jam waktu telah menunjukkan pukul 09.00 malam kalian harus pulang jangan sampai orang tua kalian khawatir" kata Mesya.
mereka semua pun membereskan barang-barang dan bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing. setelah mereka semua pulang tak lupa Mesya mengunci pintu rumahnya dan membersihkan badannya setelah itu beristirahat. Mesya yang sudah membersihkan diri segera membaringkan dirinya di tempat tidur, Vino yang melihat itu pun mendekati Mesya. (kasihan kamu masih muda tapi harus banting tulang untuk mencari uang menghidupi diri sendiri) kata Vino dalam hati sambil menatap Mesya.
__ADS_1
"perasaan aku tidak melihatnya makan malam" kata Vino sambil memperhatikan Mesya "sya... sya... bangun Sya" kata Vino "iya ada apa, kenapa kamu membangunkanku padahal aku ngantuk banget" kata Mesya "bukan maksud aku untuk mengganggu tidurmu tapi kamu belum makan malam nanti kamu sakit lagi" kata Vino.
Mesya pun bangun dari tidurnya untuk membuat mie instan, tak butuh waktu lama untuk membuat mie. "Sya aku ingin bicara sesuatu padamu" kata vino "bicaralah aku akan mendengarkannya dengan baik" kata Mesya.