
Jam pun menunjukkan pukul lima sore “kita sudahi untuk hari ini, kita lanjut besok untuk mengemasi orderan baju ini. Mungkin besok karyawan baru akan datang untuk membatu kita mengemasi semua ini” kata Mesya “kalau Nisa pulang dulu yah kak, mau bantu bapak jagain warung” kata Nisa “iya Nisa, kamu hati-hati yah” kata Mesya “kakak kayak jauh aja , Padahal dekat kok lima belas menit jalan juga udah sampai, Nisa pulang dulu semuanya jangan kangen yah” kata Nisa sambil berjalan keluar dari rumah Mesya. “idih narsis banget tuh anak, siapa juga yang kengan kalau dia gak ada” kata Raina sedangkan Mesya hanya menggelengkan kepalanya menanggapi candaan dari karyawannya.
“kak, kami juga pulang dulu” kata Raina “oke, hati-hati bawa motornya Do dan jagain anak orang yah, jangan sampai lecet” canda Mesya “ih… kak Mesya apaan sih, kalau gitu kami pulang dulu” kata Raina dengan cemberut “iya, jangan cemberut, nanti cantiknya hilang” kata Mesya di selingi tawa.
__ADS_1
Raina dan Edo pun meninggalkan pekarangan rumah Mesya, tak lupa Mesya menutup pintu kamarnya dan memasuki rumahnya. Mesya mendudukkan dirinya di sofa “aduh capek banget, masih banyak lagi pesanan yang belum di bungkus” kata Mesya sambil menyandarkan dirinya dan menutup matanya “capek yah” tanya Vino sambil menggendong Vero “sedikit” jawab Mesya.
Vino pun mendudukkan dirinya di samping Mesya “kamu gak makan siang” tanya Vino “nanti sekalian dengan makanan malam aja, aku malas untuk masak lagi capek banget” kata Mesya “gak baik melewatkan makan siang” kata Vino “ini kan udah sore, bukan siang lagi” kata Mesya “kamu yah, kalau di kasih tau ngeyel mulu, itu juga kan demi kesehatan kamu” kata Vino “iya tau, tapi udah lewat 5 jam tau” kata Mesya.
__ADS_1
“astaga nak, kamu sekarang udah bisa bicara” kata Vino sambil menatap Vero tak menyangka “ya...ya...ya” kata Vero menanggapi perkataan Vino “uh…. Sekarang Vero udah pintar bilang mama dan papa, eh tunggu Vero manggil kak Mesya mama, oh no ini tidak bisa di biarkan” kata Mesya “kenapa kalau Vero memanggilmu mama” tanya Vino “apa kata dedemit lain melihat Vero memanggilku mama dan yah, kalau kalian telah sadar dari koma nanti dan dia keterusan manggil mama bagaimana” kata Mesya “yah, gak papa suka-suka dialah” kata Vino.
Tuh kan nyebelin nya kumat lagi bikin kesal aja kata Mesya dengan memandang kesal ke arah Vino “sayang Vero, gak boleh manggil mama ke kak Mesya harus manggilnya kakak Oke” kata Mesya “ma….ma…mama” kata Vero menanggapi perkataan Mesya, Mesya yang mendengar tanggapan Vero menggelengkan kepalanya Gak bapak gak anak sama saja nyebelin nya, untung lucu dan gemesin. Tapi kalau dilihat-lihat mereka kayak pinang di belah dua gak ada bedanya, Cuma postur tubuhnya saja yang beda. Udah kayak paket komplit aja, bapaknya ganteng, bulu mata yang lentik, hidung mancung dan bibir berwarna pink, begitupun dengan anaknya.
__ADS_1