
Tanpa di sadari oleh Mesya Vino telah berada di sampingnya, Vino yang mendengar kata terakhir dari lagu Mesya yang buat dengan asa-asal, “sungguh wanita aneh” kata Vino membuat Mesya terkejut “akh…. Kau… sejak kapan kau berada di sini” tanya Mesya memandang Vino “sejak kau menyanyikan lirik lagu yang tak ada dalam lagu tersebut” kata Vino. Astaga ternyata dia mendengarnya, mau di taruh dimana muka ku ini akh…… kata Mesya dalam hati sambil memandang kesal ke Vino.
“Sya, Vero kau kemana kan” tanya Vino “dia ada di kamarku di jaga oleh Eva,kalau begitu aku keatas dulu mau membersihkan diri” kata Mesya. Sedangkan Vino memilih untuk mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah.
Mesya pun memasuki kamarnya dan melihat Eva tertidur bersama dengan Vero di tempat tidurnya. “sungguh damai melihat mereka tertidur seperti itu” kata Mesya sambil berjalan memasuki kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.
__ADS_1
Setelah selesai mandi Mesya pun membaringkan tubuhnya di samping Vero dan Eva, Mesya yang baru saja memejamkan matanya di kagetkan dengan tangan mungil yang menyentuh buah dadanya. Apa yang dilakukan oleh dedemit kecil ini, beraninya dia memegang payudaraku kata Mesya dalam hati sambil membuka matanya.
Ternyata Vero memandang Mesya dengan tatap berbinar dengan tangannya masih bermain di dadanya, untung saja aku memakai bra kata Mesya sambil memegang kedua tangan mungil itu dan menciumnya.
“apakah begini rasanya mempunyai seorang anak kecil yang imut menggemaskan” kata Mesya. “tak usah memikirkan hal yang tidak-tidak Mesya sekarang kamu harus istirahat” kata Mesya memandang vero sambil tersenyum dan menutup matanya.
__ADS_1
Vino pun menembus pintu kamar Mesya dan mendapatkan pemandangan yang membuatnya terharu begitu hausnya kau akan kasih sayang seorang ibu nak, sehingga tidur pun kau memeluknya Mesya seperti tak ingin melepasnya. Tuhan berilah kepada kami kesempatan untuk hidup, dan aku akan mencarikan ibu terbaik untuk mu nak ayah janji dan tidak akan mengingkari janji itu. Ayah juga gak nyangka ibu mu bisa sejahat dan setega itu meninggalkan mu yang masih kecil, ayah tau ayah tidak sekaya kekasihnya, tapi itu dulu. Setelah kita sadar nanti kita akan buktikan kepada dia, kita bisa hidup tanpa ada dia disisi kita kata Vino sambil menembus dinding kamar Mesya menuju kamarnya.
Jam pun menunjukkan pukul tiga sore, Mesya pun terbangun dari tidurnya dan mendapati Vero yang telah terbangun juga di samping bermain dengan Eva “nama kamu Mesya kan” tanya Eva “iya” jawab Mesya “maaf kalau kami mengganggu tidur karena terlalu rebut” kata Eva “tidak kok, kalian lanjut main saja aku mau mencuci muka dulu terus gabung dengan kalian” kata Mesya sambil berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. “halo anak manis, udah bangun bobo yah. Bagaimana kalau kita jalan-jalan di halaman rumah” kata Mesya.
“va, kita jalan di pekarangan rumah ini yuk” ajak Mesya “ayo, aku juga mau melihat keluar, selama aku tinggal disini aku tidak pernah keluar” kata Eva “ya udah yuk kita keluar” kata Mesya sambil menggendong Vero dan berjalan keluar kamar menuju pekarangan rumah yang cukup luas. Setelah jalan-jalan sekitar pekarangan rumah Mesya memutuskan untuk kembali masuk dan memasukkan barang jualannya ke dalam gudang dan merapikannya. Cukup lama Mesya berkutat dengan barang jualan, dan akhirnya selesai juga “akhirnya selesai, dan gudang ini sudah bisa di pakai jualan online.
__ADS_1
Tapi kapan yah, aku mau memulainya kalau kelamaan nanti keburu uang tabungan ku habis lagi. Mungkin satu minggu lagi aku akan kembali melakukan kegiatan ku seperti dulu” kata Mesya sambil berjalan meninggalkan gudang itu.